03 December 2011
4 kritik

Drive

If I drive for you, you give me a time and a place. I give you a five-minute window, anything happens in that five minutes and I'm yours no matter what. I don't sit in while you're running it down; I don't carry a gun... I drive. 
Apa yang paling penting dari sebuah perampokan? Tempat perampokan, cara masuk, jumlah uang, jumlah orang dalam tim, senjata yang digunakan, semua itu tidak akan ada artinya lagi jika kawanan perampok tertangkap oleh polisi. Ya, exit strategy adalah hal yang paling penting dari sebuah perampokan. Kini ada sebuah film yang akan menceritakan tentang seorang pengemudi handal yang spesialis mengantar para perampok menuju tempat aman seusai aksinya. Ini bukan franchise dari Transporter, bukan pula franchise terbaru dari Fast & Furious, tapi ini adalah Drive.

Drive bercerita tentang pengemudi sewaan yang bekerja paruh waktu menjadi stunt-driving untuk film pada siang hari dan spesialis membawa kabur para perampok seusai perampokan bersenjata pada malam hari. Dengan kebiasaannya untuk menyendiri, "Driver" tidak sengaja jatuh cinta pada seorang tetangga ibu muda, Irene, yang terseret dalam gelapnya dunia kriminal ketika suaminya, Standard, baru keluar dari penjara. Ternyata Standard memiliki hutang besar kepada seseorang dan tidak punya pilihan lain selain melakukan perampokan, atau anak dan istrinya yang harus menanggung akibatnya. Tidak ingin Irene dan anaknya yang tidak bersalah harus terluka, "Driver" pun mengajukan jasanya dengan memainkan peran spesialisnya dan memegang teguh prinsipnya; tidak terlibat lebih jauh dalam perampokan selain menyetir. Namun ketika perampokan tersebut tidak berjalan sesuai rencana, "Driver" harus mengganti persnelingnya dan menekan gas lebih dalam agar dapat lepas dari jeratan kejamnya dunia kriminal.

Cerita perampokan bukanlah suatu hal baru di dunia perfilman, termasuk perampokan yang disandingkan dengan mobil keren dan kemampuan menyetir yang tinggi. Lalu apa yang membuat Drive menjadi spesial diantara film-film tipikal kriminal lainnya? Menurut sutradara asal Denmark Nicolas Winding Refn, bawakan saja film kriminal tersebut dalam bentuk drama art house yang cantik dan elegan. Dengan skenario yang cukup umum dan biasa, sentuhan Refn membuat Drive menjadi film drama kriminal yang tenang dan penuh dengan pengalaman emosi dan sinematik, dibawakan dengan tempo lambat, minim dialog, namun menghentak lewat adegan kekerasan yang cukup grafis yang tidak terduga.

gambar diambil dari sini
Kisah romansa yang ditampilkan juga tidak bisa dibilang sebagai kisah romansa yang tipikal. Walaupun  jatuh cinta pada wanita yang sudah menjadi milik orang lain, tetapi "Driver" tidak melakukan hal yang lebih jauh dan malah membantu sang suami agar keluarga mereka terhindar dari bahaya yang mengancam. Kisah percintaan yang canggung ini direpresentasikan dengan baik oleh adu akting antara Carey Mulligan dengan Ryan Gosling. Ketenangan karakter Irene yang dibawakan dengan baik oleh Mulligan seakan pas mengisi kehampaan yang ada pada karakter "Driver". Cocoknya kedua karakter ini ketika tampil dalam setiap adegan, harus ditambah lebih canggung lagi ketika Standard dihadirkan dalam jalan cerita. Kecanggungan dalam kisah romansa yang kompleks itu pun dibawa pada tingkat tertinggi ketika "Driver" memutuskan untuk membantu Standard.

Refn memang sudah biasa malang melintang dari satu festival film ke festival film lainnya dengan film-film karyanya. Sebut saja trilogy Pusher yang terkenal dengan extreme violence, kisah kepribadian ganda Bronson (2008), dan kisah filosofis pejuang viking Valhalla Rising (2009). Seperti sineas-sineas Eropa lainnya, Refn akan menyajikan kisah filosofis yang akan memancing diskusi berkelanjutan jika ia berada dibalik penulis naskah. Namun untuk film terbaru sekaligus film pertama untuk naskah yang tidak ditulisnya sendiri, Refn tetap memberikan sentuhan "Eropa" yang sangat signifikan.
gambar diambil dari sini
Lewat naskah yang ditulis oleh penulis naskah asal Iran, Hossein Amini, Refn membuat film ini menjadi film dengan pengalaman sinematik yang menarik. Sinematografi indah yang mampu menangkap setiap lekuk emosi dari para karakter yang ada pada layar. Tidak jarang kamera ditempatkan agak dibawah sehingga posisi gambar menjadi miring ke atas untuk dapat menangkap sisi lain dari ekspresi para karakternya. Tone warna senja juga digunakan untuk memberikan kesan hangat dan menghanyutkan dalam film ini. Belum lagi, Refn menambahkan rasa retro bergaya 1980-an lewat gaya font pada opening credit (dan juga pada poster), pilihan track lagu yang digunakan, kostum dari si "Driver", dan dunia kriminal Los Angeles yang akan membuat anda serasa menonton serial klasik Miami Vice.

Yang menarik adalah bagaimana Refn membuat karakter tutur cerita menjadi pararel dengan karakter utama yang tidak pernah disebutkan namanya itu, yang diperankan dengan sangat baik oleh aktor berbakat yang tengah naik daun, Ryan Gosling. Cara bertutur dalam film ini hanya mengandalkan kemampuan observasi penonton dalam memahami apa yang sedang terjadi di layar. Refn memberikan banyak detail yang dapat dianalisa lebih jauh sembari dengan perlahan namun pasti membawa penonton ke jalinan cerita selanjutnya, seperti halnya bagaimana penonton dipaksa untuk memahami apa yang dipikirkan oleh "Driver" hanya lewat ekspresi dan tatapan matanya yang penuh makna. Seperti karakter si "Driver", film ini pun hanya berbicara seperlunya saja, sambil tidak jarang menyajikan adegan-adegan "awkward" dimana dua karakter hanya berdialog lewat ekspresi dan tatapan mata saja. Dengan bagaimana Refn mentranslasi naskah yang diadaptasi dari novel berjudul sama karya James Sallis, tidak heran jika Refn mendapatkan penghargaan Best Director dalam Cannes Film Festival.
Dengan karakter film dan pemeran utama yang berjalan beriringan, tentunya tidak akan bekerja dengan baik tanpa akting yang mendukung dari pemerannya. Beruntung Ryan Gosling yang dipilih untuk menggantikan Hugh Jackman yang sedianya akan mengisi peran utama dalam film ini, kalau tidak maka mungkin film ini tidak akan sebegitu emosionalnya dengan ekspresi melankolis dari Gosling. Kesan misterius dan dingin yang ada pada "Driver" dibawakan dengan sangat baik oleh Gosling. Seperti halnya "Driver" yang ahli memainkan setir mobilnya untuk berkelok-kelok mengarungi jalanan kota Los Angeles, Gosling menyetir atmosfer film ini  lewat berbagai emosi yang dia tampilkan. Mulai dari ekspresi datar yang penuh makna, tersenyum malu karena bahagia yang membuat suasana menjadi manis, sampai dengan berwajah tegang dalam menghadapi musuh yang ingin membunuhnya yang seketika menaikkan tensi ketegangan pada film. Belum lagi gaya berpakaian retro yang digunakan oleh Gosling untuk menambah unsur classy; celana lurus ke bawah, jaket denim body fit, gaya rambut rapi, tusuk gigi yang selalu menyelip di mulut, serta tidak ketinggalan sarung tangan kulit berwarna coklat yang menjadi "senjata" utama dalam menyetir mobil.

Secara keseluruhan, film ini adalah suatu film jenis baru yang dapat memberi warna segar bagi Hollywood. Bayangkan, film drama kriminal ini bersanding dengan Tree of Life-nya Terrence Malick dan Melancholia-nya Lars von Trier dalam kategori Palm d'Or di Cannes Film Festival 2011. Dari bagaimana film ini bertutur kata, mungkin ini bukan film untuk semua orang, apalagi mereka yang mengharapkan tontonan yang penuh dengan adegan aksi dan setara dengan Fast Five (2011). Dengan visual yang indah, atmosfer tenang yang menghanyutkan, serta kedalaman karakter yang ditampilkan tanpa kata-kata, ini adalah realisasi yang sangat baik bagi film art house action.



USA | 2011 | Drama/Crime/Thriller | 100 Min. | Aspect Ratio 2.35 : 1

Won for Best Director (Nicolas Winding Refn), Nominated for Palme d'Or (Nicolas Winding Refn), Cannes Film Festival, 2011. Won for Supporting Actress of the Year (Carey Mulligan), Hollywood Film Festival, 2011. Won for Best Supporting Actor (Albert Brooks), New York Film Critics Circle Awards, 2011. Nominated for Best Foreign Independent Film, British Independent Film Awards, 2011.


Rating?
9 dari 10

-sobekan tiket bioskop tertanggal 3 Desember 2011-


BONUS:
Berbagai poster alternatif dari Drive


4 kritik:

  1. Seneng banget sama karakter si Ryan Gosling disini

    ReplyDelete
  2. ini Ryan Gosling tampangnya mirip yang main film Murder by number yaa?? iyaahh bukaann sihh?? apa jgn2 itu dia? hihihi.. bgs juga tuh Murder by number.. film lama sihh.. ^_^

    ReplyDelete
  3. @rasyidharry: iya, karakternya misterius dingin gimana gitu. tapi sekalinya ngebunuh orang, wow!

    @amanda: wah ga tau deh gue. kalo gue malah ngeliatnya sekilas mirip Daniel Craig ahahaha.

    ReplyDelete
  4. iya, Ryan Gosling yg main Murder by Number bareng Michael Pitt.... gw udah liat Gosling jg pas maen Young Hercules...gak nyangka karirnya sekarang melesat bgt

    ReplyDelete

 
Toggle Footer
Top