sobekan tiket bioskop tertanggal 30 Maret 2009 adalah The Wrestler. ini dia salah satu film kelas Oscar yang gue tunggu-tunggu untuk hadir di bioskop Indonesia dan akhirnya keluar juga. lewat film ini, Mickey Rourke, mendapatkan gelar Aktor Terbaik dalam kancah Golden Globe 2009 dan dinominasikan untuk aktor utama terbaik di ajang Academy Awards 2009. Marisa Tomei juga menyandang nominasi sebagai aktris pendukung terbaik pada kedua penghargaan bergengsi tersebut. apalagi film ini juga menghadirkan artis cantik (favorit gue) Evan Rachel Wood.
Mantan pegulat profesional yang kondang, Randy "The Ram" Robinson (Mickey Rourke) mencari nafkah dengan tampil di hadapan maniak gulat profesional di aula sekolah-sekolah dan gedung pertemuan warga. Ketika ia terkena serangan jantung, dokter menasehatinya untuk berhenti memakai steroid dan berhenti bergulat. Terbuang dari dunia pertunjukan, Randy berusaha membenahi hidupnya. Ia berusaha memperbaiki hubungannya dengan anak perempuannya (Evan Rachel Wood) dan menjalin asmara dengan Pam (Marisa Tomei), seorang penari telanjang yang sudah mulai tua. Untuk sejenak semuanya seperti berjalan lancar. Tapi godaan untuk tampil masih sangat kuat, dan Randy sekali lagi berusaha untuk bisa kembali ke arena gulat.
menonton film ini nyaris membuat gue percaya bahwa ini adalah kisah nyata, atau mungkin ini adalah film dokumenter. dari teknik kamera yang digunakan serasa direkam lewat hand-held kamera. akting dan penampilan dari Mickey Rourke yang benar-benar menampilkan seorang pegulat diatas umur, yang nyaris kehilangan karir, bahkan keluarganya. cerita di film ini juga benar-benar mengumbar kisah para pegulat dibalik gemerlap ring mereka. bahwa aksi mereka di ring gulat tidak bisa menggambarkan keseluruhan hidup mereka.
film ini pun sekilas mengingatkan gue akan film Rocky Balboa. si petinju yang sudah mulai uzur, diambang karir, memperbaiki hubungannya dengan keluarganya (anak putrinya), dan bagaimanapun caranya dapat kembali ke ring tinju. tapi keunikan dari The Wrestler terletak pada kekuatan cerita dan endingnya. menurut gue, endingnya cukup fair.
yang pasti kekuatan utama dalam film ini terletak pada karakter utamanya, Randy Robinson, yang bisa bikin penonton miris, ketawa geli, gregetan, kasihan, dan apresiasif. worth it to watch!
rating?
8,3 of 10
sobekan tiket bioskop tertanggal 24 Maret 2009 adalah Kambing Jantan. yeah, tertarik untuk nonton film ini karena gue udah baca bukunya yang cukup kocak. let's see apakah filmnya juga sekocak bukunya.
Selepas SMU, Dika (Raditya Dika), yang juga dipanggil Kambing, harus melanjutkan pendidikan di Adelaide, Australia. Maka dimulailah perjalanan Dika mencari jati diri: apa yang ingin dia lakukan dalam hidupnya sebenarnya? Ketika di Australia, problem muncul dengan Kebo (Herfiza Novianti), pacarnya, karena harus menjalani Long Distance Relationship (LDR) yang menyebabkan pengeluaran keuangan sangat besar dan kehidupan kuliah yang semakin lama membuat mereka berbeda. Pertemuannya dengan seorang teman SD, Ine (Sarah Shafitri), yang membaca blog Dika berjudul "Kambingjantan", membuka pikirannya bahwa dia bisa saja jadi penulis komedi. Sedangkan, persahabatannya dengan Harianto (Edric Tjandra), anak Kediri yang juga LDR dengan pacarnya, menambah keyakinan Dika untuk terus menentukan hidup seperti apa yang dia mau.
dan ternyata ini adalah salah satu film dimana gue ingin keluar dari bioskop di tengah-tengah film. kenapa? too much of melo-drama yang sangat sinetronisme banget. ditambah lagi kebencian gue akan tayangan berbau sinetron, semakin membuat gue engga betah untuk duduk berlama-lama di kursi bioskop nonton film ini.
selain itu, ekspektasi gue akan ketawa selama nonton film ini, hancur dalam satu jam 18 menit dimana gue engga ketawa sama sekali, tersenyum pun tidak. ditambah lagi akting dari Raditya Dika sendiri yang cenderung datar, akting Sarah Shafitri dan Herfiza Novianti yang mendingan tapi tetep sinetronisme sekali, dan akting yang rada bagusan dari Edric Tjandra.
don't waste your time to watch the movie. just read the book.
sorry Raditya Dika, gue emank suka sama buku lo, tapi gue engga suka sama film lo. peace!
rating?
4 of 10
sobekan tiket bioskop tertanggal 18 Maret 2009 adalah Marley & Me. cukup tertarik untuk nonton film ini sejak film ini keluar, setelah denger review singkat dari banyak orang yang bilang film ini cukup bagus. ternyata cerita film ini diangkat dari sebuah novel yang udah keluar sejak beberapa tahun yang lalu. kangen juga dengan akting Jennifer Anniston yang emank biasa di film-film komedia romantis.
John Grogan (Owen Wilson), seorang kolomnis koran, pindah ke Miami dengan istri barunya Jenny (Jennifer Aniston) demi pekerjaan baru. Pasangan ini mengadopsi bayi labrador retriever kuning bernama Marley, untuk latihan menjadi orangtua, tapi anjing tersebut ternyata hiperaktif dan membuat repot. Marley merusak rumah, dikeluarkan dari sekolah anjing, dan bertambah lasak ketika keluarga itu sudah punya anak. Tapi pada akhirnya, Marley sudah menjadi bagian dari keluarga yang tak terpisahkan lagi.
wowh, gue cukup tersentuh dengan film ini. memang sih ini film drama-romantis biasa yang memiliki patokan-patokan tertentu, tetapi yang ditambah dengan bumbu binatang peliharaan. tapi somehow film ini bisa membuat mata gue berkaca-kaca di sepuluh menit terakhir. haha! mungkin karena kedalaman karakter yang diperankan oleh Owen Wilson dan Jennifer Anniston. mungkin juga karena sentuhan si Marley.
don't know but if u looking for an entertaining, simple, and touching movie, u have to watch this
rating
7,8 of 10.
sobekan tiket bioskop tertanggal 16 Maret 2009 adalah King of California. yang membuat gue heran, kenapa film ini hanya ditayangkan di tiga bioskop di Jakarta? setelah cek di imdb, ternyata ini film keluaran 2007, bahkan sebelum Evan Rachel Wood membintangi Across the Universe. loh? tapi gapapa, cukup tertarik karena ada si cantik Evan Rachel Wood dan ceritanya digarap oleh si pembuat Sideways.
bercerita tentang seorang gadis 17 tahun yang mau tidak mau harus menjadi dewasa dan hidup mandiri. setelah ayahnya keluar dari institut mental, hidupnya menjadi berubah karena ayahnya memendam obsesi ingin mencari harta karun Spanyol di California.
what a good movie. memang ini film kelas festival dimana alur filmnya bergerak lambat, tapi buat gue tetep asik untuk diikuti. drama dan komedinya setara dan lumayan bikin gue ketawa meskipun itu komedi satire dan komedi cerdas. kedua karakter utama pun sukses mendalami karakternya.
ceritanya juga lebih ke pergulatan hubungan antara seorang anak dan ayah daripada perburuan harta karun itu sendiri. endingnya juga fair.
not very touching tough, but it's entertaining!
rating?
8,2 of 10
sobekan tiket bioskop tertanggal 10 Maret 2009 adalah The Duchess. sejak film ini keluar di midnite dan preview, jujur gue tertarik untuk nonton. gue memang selalu tertarik dengan film-film yang bercerita mengenai kehidupan kerajaan dua-tiga abad yang lalu. lagipula ini bukan pertama kalinya bagi Keira Knightley untuk memakai kostum korset.
Berlatar Inggris di akhir abad ke18, The Duchess mengisahkan Georgina Cavendish (Keira Knightley), sang Duchess dari Devonshire, salah seorang nenek moyang Lady Diana Spencer. Terkenal cantik dan penuh karisma, gayanya yang mewah dan berbagai hubungan asmaranya membuatnya dikecam. Menikah muda dengan Duke of Devonshire (Ralph Fiennes) yang jauh lebih tua, dingin dan terang-terangan tidak setia, Georgiana menjadi seorang icon fashion, ahli politik yang cerdik, dan dicintai rakyat jelata. Putus asa menginginkan asmara dalam sebuah pernikahan yang hambar, ia menjalani hubungan terlarang dengan calon perdana menteri, Earl Grey (Dominic Cooper, "Mamma Mia!"), sementara ia terjebak dalam cinta segitiga yag melibatkan suaminya dan sahabat karibnya, Lady Bess Foster.
well, kalo lo engga suka film drama ditambah dengan setting kerajaan abad ke-18, ya engga usah buang waktu untuk tidur di film ini.
but beyond of that, this movie quite beautiful. kostum-kostumnya memang mengagumkan, ga heran lah dapet piala Oscar di kategori Best Costume. akting-aktingnya juga pas banget, Fiennes sukses memerankan seorang suami yang cuek dan Knightley memerankan seorang istri yang suatu waktu dapat larut dalam perasaan tapi kemudian dia bisa mengatasinya dengan baik.
such a wonderful example for us, these characters.
and a nice story though.
rating?
7,7 of 10
sobekan tiket bioskop tertanggal 7 Maret 2009 adalah Push. jujur pengen nonton ini karena cuma ngeliat nama Dakota Fanning saja. sambil berharap-harap cemas bahwa filmnya akan sedikit keren.
tentang sekelompok orang yang memiliki kekuatan super yang dikejar-kejar oleh agen pemerintah. mereka harus menyelamatkan diri mereka dan keselamatan mereka berada di tangan seorang wanita.
yeah, so teenager movie. cuma film keren-kerenan belaka. alur cerita juga sok dibikin complicated yang akhirnya malah bikin penonton take it for granted. tapi akting neng Dakota tetep oke
rating?
6,2 of 10
sobekan tiket bioskop tertanggal 6 Maret 2009 adalah Seven Pounds. gue lagi haus nonton setelah enam hari terisolasi dalam kerja part-time gue. dan pilihan gue jatuh pada film ini. film ini dibintangi oleh nominasi Oscar, Will Smith, dalam film Pursuit of Happiness. dimana film ini juga dibuat oleh sutradara yang sama.
seorang yang berdonasi untuk tujuh orang asing yang tidak dikenalnya.
sinopsis memang sengaja engga gue tulis lengkap, karena takut spoilers. lebih enak nonton film ini tanpa tahu lebih banyak tentang cerita film ini, supaya elo bisa lebih enjoy nontonnya.
dan filmnya OKE BANGET. drama kelas tinggi yang berbeda dengan film drama yang lain dalam segi penceritaannya. penonton dibiarkan bertanya-tanya sampai tiga perempat film. dan menemukan sepotong demi sepotong jawaban di beberapa adegan. sampai pada akhirnya larut dalam emosi film ini. jujur gue harus menahan air mata beberapa kali di beberapa adegan. TOP BANGET.
a very emotional and simply beautiful movie.
rating?
8,8 of 10
