03 April 2017
One kritik

Spirited Away

"Kisah klasik penuh makna yang tidak lekang oleh waktu, dengan gambar yang murni sebuah mahakarya seni"

Chihiro dan kedua orangtuanya baru saja tiba di kota baru tempat mereka akan tinggal. Namun sang ayah salah belok sehingga tersasar di sebuah taman hiburan tua yang telah ditinggalkan lama. Ternyata, tempat tersebut adalah tempat para dewa dan makhluk halus. Ketika kedua orangtuanya tak sengaja berubah menjadi hewan, Chihiro pun mau tidak mau harus tinggal selama mungkin di dunia tersebut demi menyelamatkan orang tuanya. Chihiro bekerja di sebuah tempat pemandian air panas untuk para makhluk halus, dan mengalami banyak hal yang mengubah hidup dan sikapnya.

Terima kasih banyak kepada Kaninga Pictures yang telah berbaik hati bekerja sama dengan Studio Ghibli untuk memboyong semua film-film Ghibli agar dapat ditayangkan di Indonesia. Sebagai pembuka, tidak lain adalah Spirited Away atau Sen to Chihiro no kamikakushi (2001) sebagai salah satu yang terbaik dan tersukses dari Studio Ghibli. Dengan animasi klasik yang murni dari gambar tangan para animatornya - tanpa bantuan komputer - memberikan visual yang sangat menghibur mata. Belum lagi dengan alunan scoring dari Joe Hisaishi yang mengiris-iris hati. Luar biasanya, versi film yang ditayangkan adalah versi asli dengan bahasa Jepang!



Sungguh sebuah momen langka untuk menonton Spirited Away di layar lebar, dengan tata suara surround yang megah. Menonton deretan gambar animasi yang sangat cantik, lengkap dengan suara dan lagu yang merdu. Gambar-gambarnya benar-benar indah, hingga bisa dibilang this is the true art. Sutradara dan penulis naskah Hayao Miyazaki yang terkenal dengan detil dan realisnya, terlihat hasilnya dalam setiap frame gambar. Mulai dari tempat pemandian air panas yang hectic, hingga pemandangan yang bergeser cepat dari balik jendela kereta api.

Kisah Chihiro sendiri dalam petualangannya di dalam dunia penuh jin dan makhluk halus ini jelas mengandung banyak simbol. Dari yang paling mudah mengenai sopan santun dan tata krama, kerakusan dan tamak, hingga simbolisasi pekerja seksual yang menyindir Jepang di jaman Edo. Satu film penuh berdurasi dua jam lebih ini bisa dipilah-pilah menjadi beberapa bagian, yang masing-masing bagian memiliki makna tersendiri. Jelas sebuah film klasik yang tak lekang oleh waktu, yang bisa dimaknai sesuai perjalanan umur masing-masing penonton.



Japan | 2001 | Animation | 124 mins | Flat Aspect Ratio 1.85 : 1

Rating?
10 dari 10

- sobekan tiket bioskop tanggal 3 April 2017 -

1 kritik:

  1. Film masa kecil wa.... salah satu film yg mengubah hidup wa. (f)

    ReplyDelete

 
Toggle Footer
Top