26 April 2017
0 kritik

Guardians of the Galaxy Vol. 2

" Lagu-lagu tahun 80-an dan komedi absurd yang jauh lebih banyak, menyajikan hiburan mata dan telinga yang maksimal"

Setelah menyelamatkan galaksi dan disibukkan dengan pekerjaan berbayar, tim Guardians of the Galaxy harus berupaya segala cara untuk mempertahankan kekompakan mereka. Di samping itu, Peter Quill juga sedang mengeksplorasi masa lalunya tentang riwayat hidup ayahnya. Musuh lama menjadi teman baru, dan sekali lagi mereka harus menyelamatkan galaksi.

Star Lord, Rocket Racoon, Baby Groot, Drax, dan Gamora telah kembali, tiga tahun setelah film pertamanya yang sukses berat. Masih mengemban konsep perpaduan lagu-lagu soundtrack 80-an dengan petualangan angkasa luar yang lebih berwarna ketimbang Star Wars dan Star Trek. Kali ini, film akan lebih fokus pada pribadi dan latar belakang setiap karakter yang ada. Yup, lima karakter dengan eksplorasi pengembangan karakter yang cukup signifikan, dipadu dengan deretan adegan aksi yang memukai mata.

Vol. 2 ini jelas tidak akan fokus semata pada Peter Quill saja, meski memang latar belakang karakter Star Lord yang akan menjadi penggerak cerita. Tetapi kita juga akan melihat lebih banyak mengenai perkembangan karakter Gamora dan Nebula, Rocket Raccoon, dan juga Drax. Yes yes, sutradara dan penulis naskah James Gunn juga mengerti keinginan para penonton, maka keunyuan Baby Groot dikupas habis sampai pol dalam film ini. Baby Groot yang menari sepanjang closing credits dalam Vol. 1, akan menjadi pembuka yang epik dalam Vol. 2 ini.


Film ini memang menghibur mata dan telinga dengan begitu maksimal. Pilihan lagu soundtrack-nya juga tidak pernah salah dan selalu cocok dalam setiap adegannya. Namun satu keluhan gue adalah setengah pertama film ini yang seakan bergerak tanpa tujuan. Hal ini jelas ironis dengan anekdot yang selalu diutarakan sepanjang film, tentang pentingnya hidup dengan tujuan yang bermakna. Arah film mulai terlihat di paruh kedua, ketika (akhirnya) jalan cerita berjalan maju dengan satu penggerak cerita yang muncul.

Kalau diminta harus untuk memilih dibawah todongan senjata besarnya Drax, dengan berat hati gue sendiri lebih menyukai Vol. 1 dengan segala kesegaran, komedi, dan deretan lagu yang lebih terkenal dan groovy. Vol. 2 memang menyajikan lelucon yang jauh lebih banyak, namun beberapa sempat off karena saking absurdnya. Sekuel kedua ini memang sama menyenangkannya, tetapi sekilas tampak sama dan menambah kuantitasnya ketimbang berusaha untuk menjadi sesegar Vol. 1 yang jauh berbeda dari film-film Marvel lainnya.



USA | 2017 | Action / Superheroes | 136 mins | Scope Aspect Ratio 2.35 : 1 | IMAX Aspect Ratio 1.90 : 1 (some scenes)

Rating?
8 dari 10

Scene During Credits? Yes (ada 4 sepanjang closing credits)

Scene After Credits? Yes

sobekan tiket bioskop tanggal 26 April 2017 -
----------------------------------------------------------
  • review film guardians of the galaxy vol 2
  • review guardians of the galaxy vol 2
  • guardians of the galaxy vol 2 movie review
  • resensi film guardians of the galaxy vol 2
  • resensi guardians of the galaxy vol 2
  • ulasan guardians of the galaxy vol 2
  • ulasan film guardians of the galaxy vol 2
  • sinopsis film guardians of the galaxy vol 2
  • sinopsis guardians of the galaxy vol 2
  • cerita guardians of the galaxy vol 2
  • jalan cerita guardians of the galaxy vol 2

0 kritik:

Post a Comment

 
Toggle Footer
Top