06 April 2017
0 kritik

Labuan Hati

"Keindahan alam Labuan Bajo dan pulau sekitar yang tidak tertandingi, bahkan dari ceritanya yang terlalu dramatis"

Bia seorang ibu sedang berlibur dari suaminya yang terlalu sibuk untuk mengurus anak perempuan mereka semata wayang. Bia bertemu dengan Indi, seorang penyelam yang sudah beberapa kali menyelam di Labuan Bajo. Mereka berdua menggunakan jasa tur Maria yang sedang belajar menjadi guide yang baik. Mereka bertiga ditemani oleh Mahesa sebagai instruktur selam. Selama beberapa hari di kapal, mereka harus mengatasi setiap perbedaan - termasuk menjadi nomor satu di mata Mahesa.

Film-film Indonesia akhir-akhir ini memang sedang gencar-gencarnya mempromosikan satu destinasi wisata. Salah satunya yang terbaru adalah Labuan Hati, yang jelas mengangkat keindahan alam Labuan Bajo serta pulau-pulau sekitarnya. Meski terbilang cukup terlambat karena Labuan Bajo sendiri sudah naik daun sejak 2-3 tahun terakhir, tetapi setidaknya destinasi wisata di pulau Nusa Tenggara Barat ini akhirnya terwakilkan juga dalam satu film layar lebar. Namun sayang, keindahan alamnya tidak mampu menutupi porsi drama yang terlalu berlebihan.



Penulis naskah Titien Wattimena tampaknya masih mengikuti formula film perjalanan di mana setiap traveler-nya memiliki masalah kehidupan dan tampak ingin rehat sejenak dari masalah tersebut. Formula ini sih tidak menjadi masalah, tetapi ketika permasalahan kehidupan masing-masing ini ada pada tiga wanita penuh drama - efek katastropiknya ternyata jauh lebih mematikan daripada serangan Ultron ke bumi. Gue sih setuju kalau cerita harus dinomorsatukan, dan pemandangan alam biar menjadi latar belakang saja. Tetapi alangkah sayangnya jika setiap permasalahan hidup menjadi terkesan dipaksakan, kemudian menghasilkan pilihan reaksi yang kurang logis.

Jelas jauh lebih nikmat melihat luar biasanya pemandangan Pulau Padar, Pulau Komodo, Pulau Sebayur, hingga pemandangan bawah laut yang penuh dengan school of fish hingga manta. Apalagi dengan sinematografi yang menawan dan sangat instagrammable. Semua itu jauh lebih nikmat di mata, dibandingkan melihat para karakter kita yang tampak berusaha keras untuk mendalami peran masing-masing. Apalagi deretan dialognya yang entah karena kurang pemanasan hingga menjadi kaku. Dari keempat pemain utama kita, jelas aktris pendatang baru Ully Triani yang lebih enak dipandang mata.


Indonesia | 2017 | Drama | 101 menit | Scope Aspect Ratio 2.35 : 1

Rating?
6 dari 10

- sobekan tiket bioskop tanggal 6 April 2017 -

----------------------------------------------------------
  • review film labuan hati
  • review labuan hati
  • labuan hati movie review
  • resensi film labuan hati
  • resensi labuan hati
  • ulasan labuan hati
  • ulasan film labuan hati
  • sinopsis film labuan hati
  • sinopsis labuan hati
  • cerita labuan hati
  • jalan cerita labuan hati

0 kritik:

Post a Comment

 
Toggle Footer
Top