12 April 2017
One kritik

Fast & Furious 8

"Sekali lagi, mari terjebak dalam hiburan eskapis berkecepatan tinggi dan penuh ledakan yang seru dan mengasyikkan"

Ketika Dom dan Letty sedang menikmati bulan madu di Havana, Kuba, seorang wanita misterius muncul dan mengancam Dom. Tanpa diduga, Dom pun harus mengkhianati keluarganya dan mengikuti kemauan wanita misterius tersebut. Dari garis pantai di Kuba, jalanan kota di New York, hingga daratan es di Rusia, para pasukan elite bermobil ini akan adu cepat untuk membawa pulang kembali pria yang menyatukan mereka menjadi keluarga seperti sekarang ini.

Menurut gue pribadi, franchise balap mobil yang menjadi kejar-kejaran antara badan intelejen rahasia ini seakan terlahir kembali sejak sekuel ke-6. Sekuel ke-7 berada di tangan James Wan yang sangat ciamik dalam visual, meski menggunakan formula yang sama. Kini film ke-8 ini memang tetap mempertahankan formula yang sama; kejar-kejaran mobil, perkelahian tangan kosong, hingga ledakan besar. Tetapi membawa resep yang sama dan meningkatkan skalanya belum tentu juga menaikkan kualitasnya. Hasilnya adalah film yang besar dan berisik, namun mati rasa dengan segala macam adegan aksi keren-kerenan.



Memang betul, semua sekuel Fast & Furious adalah film hiburan mata dan telinga semata. Tidak perlu cerita yang cerdas dan brilian untuk mengisi adegan aksinya, apalagi penulis naskah Chris Morgan masih menulis naskah franchise ini sejak tiga sekuel terakhir. Polanya terlihat jelas; perkembangan karakter tentang keluarga seputar Dom, mobil-mobil keren nan cepat dicampur dengan kendaraan perang, dan lelucon-lelucon antara Ramon dan Tej. Oya, jangan lupa bagian antagonis di sekuel sebelumnya menjadi protagonis pada saat ini. Karena bukan hanya politik yang mengubah lawan jadi kawan, tetapi juga dunia kelam kriminal. Meski memang menyaksikan Jason Statham yang bekerja bersama Dwayne Johnson dan Vin Diesel menjadi keasyikan tersendiri.

Film tipikal seperti ini memang tidak bisa dilewatkan dari layar lebar. Kini pertanyaannya adalah, apakah layar sebesar mungkin dan tata suara yang mumpuni menjadi satu-satunya pilihan? Jika harga tiketnya berbeda sedikit ya mengapa tidak. Tetapi memang harus diakui, beberapa adegan aksinya memang terlihat keren meski harus mengesampingkan logika dan realita. Menonton aksi mereka memacu mobilnya dengan kecepatan tinggi sambil dikejar kapal selam Rusia (yang adegannya menjadi sangat mirip dengan Mad Max: Fury Road) jelas tidak cukup jika ditonton di layar komputer.


USA | 2017 | Action | 136 mins | Scope Aspect Ratio 2.35 : 1

Rating?
7 dari 10

- sobekan tiket bioskop tanggal 12 April 2017 -

----------------------------------------------------------
  • review film fast and furious 8
  • review fast and furious 8
  • fast and furious 8 movie review
  • resensi film fast and furious 8
  • resensi fast and furious 8
  • ulasan fast and furious 8
  • ulasan film fast and furious 8
  • sinopsis film fast and furious 8
  • sinopsis fast and furious 8
  • cerita fast and furious 8
  • jalan cerita fast and furious 8

1 kritik:

 
Toggle Footer
Top