22 July 2016
0 kritik

Ghostbusters

"Versi modern yang mampu berdiri sendiri dengan kekuatan para karakternya, meski tidak dapat menghindar dari perbandingan dengan versi klasiknya"

Dua wanita entusias paranormal bergelar doktor, sedang menginvestigasi keberadaan aktivitas paranormal di kota Manhattan. Dibantu oleh seorang insinyur nuklir dan seorang mantan pekerja kereta bawah tanah, mereka berempat pun menjadi kelompok pembasmi hantu. Tetapi mereka tidak hanya harus menghadapi serangan makhluk halus, tetapi juga pemerintah yang tidak ingin kelompok Ghostbusters membuat panik massal.

Sebagai fans versi klasiknya, sulit bagi gue untuk bisa menilai dengan objektif versi 2016 ini. Pertama-tama, film ini memang kocak dan menghibur. Dipadukan dengan efek visual yang jelas jauh lebih canggih dibandingkan film originalnya yang dirilis tahun 1984 dan 1989. Keputusan untuk mengganti gender para pemeran utama jelas membuat kaum feminis bersorak sorai, dan Kristen Wiig serta teman-temannya jelas tampil kocak seperti biasanya.

Bagi anda yang sudah menonton - dan menyukai - Bridesmaids (2011), The Heat (2013), dan Spy (2015), pastilah anda akan dengan mudah menyukai film ini. Apalagi jika variabel tersebut ditambah dengan Ghostbusters versi 1984 dan 1989, maka positif ini akan menjadi film musim liburan terbaik di tahun ini bagi anda. Hampir semua unsur komedinya menggunakan formula yang sama; kekonyolan para karakter yang ada di layar dengan dialog dan celetukan mereka yang out of the box. Tapi sayangnya, gue sendiri memang merasa tidak cocok dengan semua film karya Paul Feig, sesederhana gue tidak memiliki frekuensi humor yang sama.


Dalam kaitannya dalam dunia Ghostbusters, Paul Feig jelas menyadari bahwa kekuatan utama versi originalnya adalah para karakternya. Kombinasi antara Bill Murray, Dan Aykroyd, Harold Ramis, dan Ernie Hudson adalah hal terkocak yang ada dalam film-film klasik. Ini yang diangkat kembali, dan dipresentasikan dengan sangat baik oleh Kristen Wiig, Melissa McCarthy, Kate McKinnon, dan Leslie Jones. Masing-masing dari mereka tampil kocak dan praktis tidak tenggelam antara yang satu dengan yang lain. Kemudian penonton bisa bebas memilih karakter mana yang menjadi favorit masing-masing.

Selain itu, versi re-imagining - sebagai label baru dari kata "remake" - ini jelas mendapat peningkatan yang signifikan dalam hal teknologi. Banyak alat-alat baru yang keren yang menggunakan teknologi ectoplasma dalam membasmi makhluk halus. Harus diakui bahwa adegan aksi di klimaks jelas menjadi keren dengan alat-alat baru tersebut, ditambah dengan soundtrack yang mengguncang.


Jika ada satu hal yang mengganjal bagi gue, jelas hal tersebut mengerucut pada pilihan tokoh antagonis yang diambil dalam versi modern ini. Jika dua sekuel orisinilnya konsisten pada tokoh antagonis murni pada kekuatan supranatural, maka - sayangnya - antagonis dalam versi modern ini mengkristalisasi pada tokoh manusia. Bukan hal besar memang, tapi hal ini jelas membunuh faktor mitos supranatural yang jelas menjadi penggerak cerita utama dalam versi orisinilnya. Tokoh manusia sebagai antagonis utama ini dibuat seakan-akan ingin mengadaptasi pemikiran masyarakat banyak bahwa "there are no such things as evil power" kalau tidak dipanggil oleh manusia sendiri.

Secara keseluruhan, film ini jelas menghibur dan mampu membuat banyak orang tertawa di dalam bioskop. Apalagi bagaimana Paul Feig mengerahkan segenap keahliannya untuk menghibur fans originalnya dengan menyelipkan banyak sekali tribute dan nod terhadap dialog maupun adegan yang ada. Satu hal yang membuat gue berteriak kegirangan (sendirian) di dalam bioskop adalah ketika melihat deretan cameo setiap aktor utama dari versi originalnya.



USA | 2016 | Comedy / Fantasy / Sci-Fi | 116 mins | Scope Aspect Ratio 2.35 : 1

Rating?
7 dari 10

Scene during credits? Tidak

Scene after credits? Ya!

- sobekan tiket bioskop tanggal 22 Juli 2016 -


----------------------------------------------------------
Search  Keywords:

  • review film ghostbusters
  • review ghostbusters
  • ghostbustersreview
  • resensi film ghostbusters
  • resensi ghostbusters
  • ulasan ghostbusters
  • ulasan film ghostbusters
  • sinopsis film ghostbusters
  • sinopsis ghostbusters
  • cerita ghostbusters
  • jalan cerita ghostbusters

0 kritik:

Post a Comment

 
Toggle Footer
Top