15 March 2016
0 kritik

The Mermaid

"Tontonan yang sangat menghibur dengan humor absurd menggelikan yang efektif mengocok perut"

Proyek real estate dari bilioner Xuan ternyata mengganggu kehidupan para makhluk laut - khususnya kelompok putri duyung - yang tinggal di sana. Seorang putri duyung yang paling cantik, Shan, ditugaskan untuk membunuh Xuan agar mereka dapat hidup damai kembali di lautan. Namun pertemuan Shan dan Xuan malah membuahkan asmara di antara mereka. Sayangnya, sebuah organisasi rahasia yang memburu putri duyung mengetahui keberadaan mereka. Para putri duyung harus berjuang menyelamatkan diri mereka sebelum semuanya terlambat.

Mungkin ini bukan karya terbaik dari sutradara Stephen Chow yang telah memberikan standar yang cukup tinggi dalam Shaolin Soccer (2001) dan Kung Fu Hustle (2004). Namun dengan cerita yang sangat sederhana, pesan moral lingkungan yang sangat jelas, dan humor khas Chow yang sangat efektif mengocok perut jelas membuat The Mermaid atau Mei Ren Yu menjadi film yang spesial. Keberanian Chow untuk menggunakan aktor-aktris baru pun terbayar tuntas lewat penampilan mereka yang meyakinkan dan sangat komikal.


Efek visualnya memang tidak semulus film-film Chow sebelumnya. Tetapi rasanya hal tersebut dapat dimaklumi dengan baik mengingat memang bukan itu fokus utamanya. Tampaknya memang Chow hanya ingin membuat film sederhana yang menyuarakan pesan moral lingkungan, terutama untuk negara yang gemar mengonsumsi makanan "eksotis" yang mengorbankan berbagai spesies hewan langka. Cara bertutur lewat kekerasan terhadap makhluk hidup laut yang cukup grafis rasanya sangat menampar mereka yang gemar mengonsumsi sup sirip hiu dan semacamnya. Tidak ada cara lain untuk menggambarkan kekerasan terhadap spesies laut yang terancam punah selain "memanusiakan" spesies langka tersebut.


Semua itu dibungkus dalam humor konyol dan slapstick absurd khas Chow, yang secara konsisten ditemui di setiap film hasil penyutradaraannya. Mulai dari melempar suatu barang untuk kemudian memantul ke diri si pelempar, hingga tingkah laku konyol yang orisinil sangat efektif membuat gue tertawa terbahak-bahak sampai suara serak. Stephen Chow memang berada di belakang layar, dan ini yang menarik untuk melihat gaya humornya digunakan oleh aktor dan aktris yang jauh lebih muda - dan ternyata masih sangat efektif! Namun perlu diingat, humor ini hanyalah unsur suplemen untuk membuat film ini mudah diakses oleh semua orang. Setengah pertama film memang dipenuhi humor-humor segar yang mengundang tawa, sebagai jembatan yang nyaman untuk menuju setengah akhir film yang serius untuk melemparkan segala macam pesan moralnya.

Perlu diketahui, The Mermaid berhasil mencetak sejarah sebagai film terlaris di Cina daratan sepanjang sejarah. Prestasi yang sebelumnya diraih oleh film fantasy produksi lokal, Monster Hunt (2015) dan Furious Seven (2015). Tidak heran jika Sony Pictures berani mengambil hak distribusi global, dan seluruh bioskop di Indonesia dapat menikmati film ini. Sebuah kesempatan yang bagus bagi kita yang datang ke bioskop untuk mencari tontonan yang sangat menghibur.



China | 2016 | Comedy / Fantasy | 84 mins | Flat Aspect Ratio 1.85 : 1

Rating?
7 dari 10

- sobekan voucher bioskop tanggal 15 Maret 2016 -

0 kritik:

Post a Comment

 
Toggle Footer
Top