31 March 2016
0 kritik

13 Hours: The Secret Soldiers of Benghazi

"Usaha terbaik Michael Bay untuk menggambarkan kisah nyata tanpa muatan politis"

CIA menempatkan personelnya di kota Benghazi, Libya dalam tugas mengumpulkan informasi. Mereka dikawal oleh kontraktor bersenjata yang berisi enam orang mantan militer. Ketika Duta Besar AS berada di kota Benghazi, mereka diserang oleh kelompok militan semalaman suntuk. Dengan status bahwa keberadaan mereka semua tidak diakui secara legal oleh pemerintah AS, mereka harus bertahan tanpa adanya bala bantuan - selama tiga belas jam.

Ini adalah usaha terbaik dari sutradara Michael Bay untuk memberi gambaran deskriptif dan seobjektif mungkin tentang apa yang terjadi dalam insiden serangan Benghazi tahun 2012 kemarin. Diceritakan dari sudut pandang tim keamanan yang mempertahankan kompleks The Annex mati-matian, Michael Bay berhasil menghindarkan diri dari plot politik yang menderu dalam kenyataan yang terjadi. 13 Hours: The Secret Soldiers of Benghazi pun dengan sukses fokus pada perjuangan enam orang kontraktor - bukan tentara - yang dibayar untuk melindungi personel CIA. Jadi lupakan klise patriotisme yang biasa ada dalam film perang macam ini.



Oh yes, film ini akan menghadirkan banyak peluru, ledakan, muncratan darah, dan tulang yang menjulur keluar dari tubuh sepanjang dua jam lebih. Sinematografi dalam setiap adegan aksi memang dibuat dalam ciri khas Michael Bay, dengan left-right pan atau zooming pan yang keren meski sedikit bikin pusing. Setiap suara tembakan atau ledakan juga membuat kuping gue pengang begitu keluar dari bioskop. Tapi harus gue akui, semua sensasi audio visual tersebut berhasil membuat gue benar-benar berada dalam komplek The Annex bersama para "Jason Bournes" yang terjebak tanpa kemampuan militer sama sekali.

Rasanya 144 menit memang terlalu lama untuk menceritakan kisah nyata yang heroik ini. Ada beberapa adegan yang menurut gue tidak perlu untuk ditampilkan dan jelas tidak signifikan dalam jalan cerita. Banyak adegan pengembangan karakter memang perlu karena memang ini adalah fokus cerita yang sudah dinyatakan dengan jelas dalam judul film. Tetapi toh ketika dalam situasi perang, penonton menjadi sulit untuk membedakan mana si A, B, C dan seterusnya. Sampai pada akhirnya gue pun menyerah untuk mengidentifikasi dan hanya menyamaratakan mereka sebagai "bearded caucasians". 


Secara keseluruhan, 13 Hours: The Secret Soldiers of Benghazi jelas adalah film untuk bioskop. Anda tidak akan mendapatkan pengalaman yang sama ketika menonton di bioskop, terutama untuk rentetan adegan aksi yang penuh tensi dan adrenalin tinggi. Kisahnya terbilang sederhana, dan anda akan menambah banyak pengetahuan baru tentang hubungan birokrasi antara CIA, kontraktor, dan pemerintah AS. Minimal anda akan membuka laman wikipedia yang menceritakan tentang kejadian tragis ini. Sampai pada satu titik, film ini terbilang menghibur dengan adegan aksinya saja. 


USA | 2016 | Action / War | 144 mins | Scope Aspect Ratio 2.39 : 1

Rating?
7 dari 10

- sobekan tiket bioskop tanggal 31 Maret 2016 -

0 kritik:

Post a Comment

 
Toggle Footer
Top