19 March 2016
0 kritik

Jane Got a Gun

"Drama Western yang membuktikan bahwa penilaian karakter tergantung kisah masa lalu"

Suami Jane terluka dan tidak bisa bergerak. Kini keselamatan mereka terancam oleh kejaran geng Bishop yang ingin membunuh tidak hanya suami Jane, tetapi juga Jane dan anaknya. Mau tidak mau, Jane harus meminta bantuan kepada mantan tunangannya. Lambat laun, kisah masa lalu antara Jane, suaminya, dan mantan tunangannya terkuak ketika kedatangan geng Bishop yang semakin dekat.

Jane Got a Gun hadir sebagai film indie Western yang membawa kisah drama, romansa, dan aksi ke dalam satu film yang menarik. Kekuatan utama film ini jelas pada cerita, yang secara perlahan dibuka sejalannya durasi. Meski dibawakan dengan lamban dan sepi, tautan masa lalu yang terbuka membuat jalan cerita semakin menarik. Kemudian semua itu dibayar dengan adegan klimaks yang sangat efektif dan menghibur.


Meski sempat terjebak dalam production hell selama beberapa tahun, Jane Got a Gun tetap tampil menghibur.  Menarik melihat reuni Natalie Portman, Joel Edgerton, dan Ewan McGregor setelah sebelumnya mereka tampil bersama dalam Star Wars Prequel Trilogy. Kekuatan akting mereka terbilang merata, meski Natalie Portman sedikit lebih menonjol. 

Bermain dengan gaya penceritaan dengan alur maju dan mundur, film ini menjadi salah satu film yang mampu mengubah cara pandang penonton kepada para karakternya secara ekstrim dalam durasi 98 menit. Pada awalnya mungkin penonton akan menaruh sebal pada satu karakter, untuk kemudian berubah menjadi menaruh simpatik pada karakter yang sama. Tidak banyak film yang mampu mengubah cara pandang ini dalam satu untaian cerita, dan film ini berhasil melakukannya dengan baik.




USA | 2015 | Action / Drama / Western | 98 mins | Scope Aspect Ratio 2.39 : 1

Rating?
7 dari 10

- sobekan tiket bioskop tanggal 19 Maret 2016 -

0 kritik:

Post a Comment

 
Toggle Footer
Top