17 March 2016
0 kritik

Moonwalkers

"Komedi yang tak tepat sasaran tentang parodi pendaratan bulan palsu"

Pemerintah AS ingin menyiapkan rencana cadangan jika misi pendaratan Apollo 11 di bulan berakhir gagal. Seorang agen CIA yang masih mengalami trauma setelah perang Vietnam pun dikirim ke London untuk menemui Stanley Kubrick. Bermaksud untuk meminta Kubrick membuat film tentang pendaratan manusia di bulan, agen tersebut malah menemui seorang manajer band yang payah. Terjebak dalam situasi sulit dengan taruhan nyawa, mereka harus mencari cara agar produksi film yang akan menjadi penipuan terbesar dalam sejarah manusia ini tetap berjalan.

Moonwalkers didasari dengan premis cerita yang sangat menarik, dan berani bermain di area teori konspirasi yang paling diketahui banyak orang di dunia. Ide dasar tentang bagaimanakah jika pendaratan Neil Armstrong dan Buzz Aldrin sebenarnya dibuat oleh Hollywood sudah menarik. Kemudian perumpamaan ini pun dibungkus dalam balutan parodi, komedi, serta aksi tembak-tembakan beserta kekerasan grafis.



Sayangnya, setiap humor yang muncul dalam film ini sama sekali tidak efektif. Secara konsisten dari awal hingga akhir film, humor yang digunakan selalu yang berhubungan dengan teler entah karena ganja, jamur, atau obat-obatan lainnya. Sayangnya, karakter yang selalu teler tersebut kurang likeable sehingga jauh dari layak untuk mendapat tawa bahkan senyum dari penonton. Belum lagi ocehan-ocehan absurd dari karakter lainnya yang terbilang gagal untuk memancing humor.

Hadirnya film ini di bioskop tanah air jelas menjadi kesempatan bagi kita untuk menonton kembali penampilan Rupert Grint yang sedang berusaha keras untuk keluar dari stereotip Ron Weasley-nya. Karakter barunya menjadi seorang manajer band yang berjuang sekuat tenaga untuk sukses - namun masih jauh - memang sebuah langkah yang bagus. Namun sayangnya, karakter tersebut berkembang menjadi karakter stereotip Ron Weasley yang inferior, korban bully, dan selalu mendapat kemalangan.


Ketika membaca sinopsis, jelas film ini memang menjanjikan sebuah parodi bagi teori konspirasi konyol yang seakan dibuat oleh orang-orang yang sedang teler ganja tingkat lima. Trailernya juga menjanjikan banyak humor, apalagi melihat Rupert Grint dan Ron Perlman dalam film ringan dan komedik. Tetapi sayangnya, kadar ganja dalam film ini sepertinya terlalu tinggi sehingga kurang dapat ditangkap oleh orang-orang yang sober. Cukup melelahkan juga melihat orang-orang yang stoned sepanjang film dari awal hingga akhir. Satu-satunya hal yang menghibur jelas para wanita teler yang topless, sayang semuanya disensor atau di-blur di bagian dada. 



France | 2016 | Action / Comedy | 107 mins | Scope Aspect Ratio 2.35 : 1

Rating?
6 dari 10

- sobekan tiket bioskop tanggal 17 Maret 2016 disponsori oleh IDFilmCritics dan BookMyShowID -

0 kritik:

Post a Comment

 
Toggle Footer
Top