03 March 2016
0 kritik

Comic 8: Casino Kings Part 2

Kisah delapan komik (stand-up comedian) yang berusaha menangkap The King di pulau terpencil pun berlanjut. Mereka harus bertahan hidup dari permainan hidup dan mati yang diatur oleh The King. Selain itu, atasan mereka Indro Warkop juga terjebak dalam permainan yang sama. Bersama satpam dan seorang interpol wanita yang berada di tempat dan waktu yang salah, mereka harus memburu The King sebelum ia melarikan diri.

Pada awalnya memang ini adalah satu film yang kemudian dipecah menjadi dua bagian besar. Maka tidak heran jika semuanya masih berlanjut dengan ciri khas yang persis sama. Bukan hanya jalan cerita saja, tetapi juga deretan lelucon yang on-off dan efek visual yang menggelikan. Belum lagi dengan efek flare ala J.J. Abrams yang jauh dari baik. Memang menarik untuk menyaksikan banyak aktor dan aktris legendaris Indonesia muncul dalam film ini. Tetapi cukup menyedihkan juga melihat karakter mereka yang direduksi sedemikian rupa demi delapan komik yang berakting seadanya.



Casino Kings memang sebuah film aksi komedi. Seluruh film penuh dengan lelucon, mulai dari one-liner jokes hingga plot cerita yang dibuat tidak serius. Namun memang sederhananya, film ini bukan untuk gue. Seharusnya, film ini sangat menyenangkan dan penuh dengan kekonyolan - kata banyak orang. Tetapi gue lebih melihat kekonyolan yang tidak begitu penting untuk ditampilkan, seperti adegan perkelahian antara para jagoan komik dengan para pembunuh bayaran yang dipimpin oleh aktor legenda Barry Prima. Kemudian dari mereka yang tidak dapat berkelahi, tiba-tiba menjadi jagoan bela diri di akhir film dengan membunuh semua anak buah The King.

Namun, film ini akan dengan mudah kembali menembus angka satu juta penonton di Indonesia. Basis fans film ini cukup kuat, dengan delapan aktor utama saja yang masing-masing memiliki kelompok fans yang kuat. Belum lagi ditambah para fans dari aktor dan aktris lain yang hanya muncul sekelibat saja. Adegan aksi dalam film ini memang jauh lebih banyak ketimbang bagian pertama, terutama adegan perkelahian tangan kosong antara Hannah Al-Rasyid dan Prisia Nasution yang memang patut diacungi jempol. Tetapi di luar itu, sulit rasanya untuk mengingat kembali apa saja yang telah terjadi.



Indonesia | 2015 | Action / Comedy | 95 mins | Aspect Ratio 2.35 : 1

Rating?
6 dari 10

- sobekan tiket bioskop tanggal 3 Maret 2016 disponsori oleh IDFilmCritics dan BookMyShowID -

0 kritik:

Post a Comment

 
Toggle Footer
Top