23 November 2014
0 kritik

The Imitation Game

"Drama biopik yang membukakan mata tentang sosok dibalik perintis penciptaan komputer"

Pada Perang Dunia ke-2, Nazi-Jerman menggunakan mesin Enigma untuk mengacak komunikasi yang mereka berikan kepada seluruh tentara yang sedang menguasai Eropa. Pihak Sekutu, terutama Inggris, berusaha keras untuk memecahkan kode yang diacak oleh Enigma lewat badan intelejen rahasianya. Alan Turing seorang ahli matematika dan kriptologi turut terlibat dalam usaha tersebut dengan ambisius menciptakan sebuah mesin yang dapat memecahkan kode Enigma dengan cepat. Meski mendapat tentangan dari rekan satu tim - termasuk atasannya - Turing tetap membuat mesin tersebut yang akan menjadi cikal bakal dari apa yang kita kenal sekarang ini sebagai komputer.

Film ini diangkat berdasarkan kisah nyata dari Alan Turing, yang konon dikenal sebagai bapak komputer, dengan menceritakan sesetia mungkin dengan deretan kejadian penting dalam hidup Turing. Naskah yang ditulis berdasarkan buku biografi "Alan Turing: The Enigma" cukup deskriptif dalam mengambarkan kehidupan seorang Alan Turing, mulai dari kejeniusannya yang terlihat sejak masa sekolah, proses penciptaan mesin pemecah kode yang diberi nama "Christopher", hingga akhir kehidupan dari Turing. Tiga alur cerita tersebut dibawakan dengan alur non-linear, namun cukup mudah bagi penonton untuk membedakan alur mana yang sedang ditonton.



Drama biopik berdurasi 114 menit ini sama sekali tidak membosankan untuk ditonton, apalagi bagi para wanita yang ngefans dengan Benedict Cumberbatch. Film ini dibawakan dengan santai dan sedikit banyak menyelipkan beberapa lelucon yang efektif. Side story berupa kisah romansa Alan Turin dengan Joan Clarke sebagai love interest juga membuat film ini tambah menarik. Belum lagi dengan beberapa kisah yang menyajikan ketegangan tersendiri, yang membuat drama biopik ini terasa seperti emotionally roller-coaster.

Bintang utama dalam The Imitation Games jelas Benedict Cumberbatch. Penampilan Cumberbatch sangat meyakinkan, dan otomatis akan membuat penonton melupakan peran-perannya dalam film-film dia sebelumnya. Bagaimana Cumberbatch membawakan sosok Alan Turing yang eksentrik, cenderung anti-sosial tanpa peduli perasaan orang lain, dan cenderung mengutamakan logika ketimbang perasaaan sangatlah meyakinkan dan hidup. Seakan-akan film ini ingin memperlihatkan kepada penonton bagaimana sosok karakter seperti itu secara apa adanya dan luar-dalam. Jelas ini adalah sebuah jalan mulus bagi Cumberbatch untuk meraih nominasi Best Actor di berbagai penghargaan di awal tahun 2015 nanti.


Secara keseluruhan, The Imitation Games jelas membuat mata banyak orang terbuka terhadap sosok Alan Turing. Sosok legendaris yang percaya bahwa mesin juga mampu berpikir seperti manusia ini akhirnya mendapatkan pengampunan dari Ratu Elizabeth II bulan Agustus 2014 kemarin atas tindakannya yang melawan hukum di era 50-an. Tanpa sosok Alan Turing yang menciptakan mesin pemecah kodenya, para ahli sejarah memperkirakan Perang Dunia Ke-2 akan berlangsung kurang lebih dua tahun lebih lama. Seorang sosok yang merepresentasikan siapapun yang merasa tertindas di masa kecilnya, atau orang-orang yang selalu merasa direndahkan. Pada akhirnya menjadi sebuah film yang pasti akan menginspirasi banyak orang untuk tetap terus berusaha untuk hal yang benar meski bagaimana orang-orang dan lingkungan sekitar seakan menjadi penghalang.



UK / USA | 2014 | 114 mins | Biography / Drama | Aspect Ratio 2.35 : 1

Rating?
8 dari 10

- sobekan tiket bioskop tanggal 23 November 2014 -

0 kritik:

Post a Comment

 
Toggle Footer
Top