07 November 2014
0 kritik

Big Hero 6

"Animasi yang tidak hanya sangat menghibur, tetapi juga memiliki hati lewat kehadiran Baymax yang super-lucu"

Hiro Hamada, seorang anak jenius yang hobi membuat robot, harus menghadapi kenyataan hidup yang pahit bersama robot pelayan kesehatan ciptaan kakaknya, Baymax. Ketika hidupnya dalam bahaya menghadapi seseorang yang memiliki niat jahat, ia memodifikasi Baymax menjadi robot yang dapat melawan kejahatan. Bersama empat temannya yang juga dibekali dengan teknologi canggih, mereka berusaha sekuat tenaga untuk menyelamatkan penduduk kota San Fransokyo dari tangan seorang penjahat kejam.

Disney Animation Studios menjadi pionir di dunia animasi karena terkenal dengan memberikan kisah yang tidak hanya menghibur, tetapi juga memiliki hati. Dengan semakin modernnya teknologi, tampak luar dari animasi mereka juga semakin meningkatkan nilai jual, ditambah dengan kreatifitas yang tanpa batas. Big Hero 6 hadir persis seperti ulasan singkat tersebut; sangat menghibur, visual dan warna-warni yang menakjubkan mata, serta kisah yang menghangatkan dan menyentuh hati.



Kisah persahabatan antara seorang anak dengan robot memang tidak pernah usang dan selalu dapat menarik hati, jika dapat dieksekusi dengan efektif dan sangat baik. Kreator Baymax jelas harus mendapat acungan empat jempol atas kreatifitas luar biasanya yang menciptakan karakter protagonis utama yang tidak hanya kuat, tetapi juga unyu, lucu, dan sangat huggable. Daya tarik dan jualan utama Big Hero 6 jelas adalah Baymax, yang akan bertingkah konyol itu jika kehabisan baterai. Kehadirannya di layar akan selalu ditunggu-tunggu. Dan ketika ia muncul di layar, setiap tingkah lakunya pasti akan mengundang tawa. Entah bagaimana ia berlari, atau berjalan melintasi kamar.

Robot yang aslinya dibuat untuk tujuan menjadi perawat kesehatan manusia ini memang memiliki raut muka yang datar - alias tidak ada perubahan ekspresi sama sekali. Namun karena kekuatan voice acting dengan dialog-dialog yang super-kocak serta kedalaman chemistry yang dibangun dengan Hiro, membuat penonton seakan bisa memahami "emosi" dan "ekspresi" yang ada pada Baymax setiap close-up shot. Sebuah modifikasi mayor dari Disney dari komik berjudul sama karya Marvel, bersama dengan modifikasi karakter lain serta jalan cerita yang ada - yang menjadi alasan mengapa tidak ada logo Marvel di opening credits.


Kisah yang ditawarkan pun bukan termasuk hal yang baru, tetapi memang menjadi sebuah jalan cerita yang dapat diterima dengan mudah oleh anak-anak. Cerita yang melingkupi tokoh antagonis juga masih dalam tataran tren baru Disney dalam menciptakan karakter jahat; dimana karakter ini berbuat jahat karena kepahitan pengalaman masa lalu. Seakan Disney secara konsisten mengajarkan bahwa semua manusia pada dasarnya baik, bahkan ketika menjadi jahat pun, mereka dapat bertobat dan berubah menjadi baik. Jelas ini adalah suatu hal yang sangat baik untuk diajarkan pada anak sedini mungkin, bahwa kebaikan dan kejahatan tidaklah sesederhana hitam dan putih.

Pada akhirnya, Big Hero 6 menjadi sebuah film yang sangat menghibur dan cocok ditonton bersama teman-teman atau keluarga agar puas tertawa terbahak-bahak bersama-sama. Sebuah film animasi yang mungkin dapat menarik keluar air mata anda di akhir film, sekaligus tertawa terpingkal-pingkal melihat tingkah laku Baymax yang konyol.



USA | 2014 | Animation | 102 mins | Aspect Ratio 2.35 : 1

Rating?
9 dari 10

Scene During Credits? TIDAK

Scene After Credits? YA

Wajib 3D? YA

Wajib 4DX? Relatif

- sobekan tiket bioskop tanggal 7 November 2014 -


0 kritik:

Post a Comment

 
Toggle Footer
Top