25 November 2014
0 kritik

Nightcrawler

"Drama kriminal satir yang mencerminkan dunia media di era modern ini" 

Lou Bloom yang memiliki kebiasaan mencuri, ingin mencari pekerjaan tetap yang lebih menjanjikan. Suatu malam ia melihat bagaimana jurnalis lepasan mendokumentasikan kecelakaan fatal - yang menghasilkan uang dengan jumlah lumayan. Dengan kepintaran dan daya tangkap yang cepat, Lou pun turut terjun dalam jurnalis lepasan yang memburu berbagai kejadian yang selalu memakan korban di malam hari - yang biasa disebut dengan nightcrawlers. Bagaimana para korban jiwa, entah terluka dan berdarah-darah maupun meninggal, dikonversi menjadi uang. Berpartner dengan jurnalis TV lokal, Lou siap melakukan apapun demi ambisinya untuk meraih keuntungan sebanyak mungkin.

Nightcrawler adalah sebuah drama kriminal psikologis yang sangat tepat untuk menggambarkan sosok karakter sosiopat yang membaur di masyarakat modern. Film debut sebagai sutradara bagi penulis naskah Dan Gilroy ini (The FallReal Steel, The Bourne Legacy) tidak hanya menyajikan deskripsi sosiopat dengan tepat dan cermat, tetapi juga menyajikan sebuah film yang penuh dengan sindiran satir di dunia modern ini, berkaitan dengan dunia televisi yang hanya mementingkan rating tanpa memperdulikan fakta yang dibagikan. Dibungkus dengan adegan-adegan aksi khas jurnalisme kriminal yang menegangkan, menjadikan Nightcrawler sebuah film yang spesial.



Bintang utama dalam film ini jelas Jack Gyllenhaal. Aktingnya yang matang dengan sempurna menampilkan sosok Lou Bloom yang mengerikan. Tatapan mata tajam tanpa sering berkedip, caranya memanipulasi orang lain dengan cerdas, dan tata bahasanya yang rapi dan logis. Sebuah karakter yang mungkin tampak sempurna di kulit luar, tetapi menyimpan sebuah ambisi kejam dan mengerikan. Yang jauh lebih mengerikannya adalah bagaimana karakternya mampu mempengaruhi karakter lain yang memiliki tujuan yang sama. Hm, sulit untuk membayangkan Gyllenhaal tidak mendapatkan nominasi Best Actor dalam perannya dalam film ini.

Kisah yang ditulis sendiri oleh Dan Gilroy ini jelas ingin mengkritik media televisi Amerika yang mengandalkan kisah kriminal sebagai pembuka berita pagi untuk meningkatkan rating. Well, jelas bukan salah medianya. Ada demand, ada supply. TV yang menampilkan berita kriminal yang paling happening, semakin banyak orang yang menontonnya. Who's to blame? Bandingkan saja dengan koran lokal kita yang sudah dilarang tapi sekarang berganti nama itu.


Selain itu, perkembangan karakter Lou Bloom yang digambarkan dalam film ini juga seakan memperlihatkan bahwa mungkin terkadang the success company built by a sociopath. Siapa yang tahu? Ada seseorang yang memiliki goal yang tinggi, ambisi yang besar, cerdas dan logis, namun mematikan segala kemampuan emosional dan empatinya untuk peduli dengan orang lain, jelas adalah kombinasi modal yang sangat baik. Jalan menuju kesuksesan pun akan terbuka lebar jika bertemu partner yang tepat. And bang! This sociopath person is on the top of the society, like a hungry coyote takes all its opportunity.

Secara keseluruhan, Nightcrawler adalah sebuah drama kriminal yang sangat menarik untuk ditonton, dinikmati, kemudian dipelajari dengan lebih lanjut. Sebuah satir yang mengerikan dan nyata di tengah dunia modern. Jalan ceritanya mungkin memang sudah tergambarkan, apalagi lewat trailernya. Tetapi bukan itu tautan jalan ceritanya yang menjadi daya tarik film ini, melainkan perubahan spektrum karakter seorang Lou Bloom dan orang-orang di sekitarnya dalam meraih ambisi dan tujuannya.



USA | 2014 | Drama / Crime | 117 mins | Aspect Ratio 2.35 : 1


Rating?
9 dari 10

- sobekan tiket bioskop tanggal 25 November 2014 -

0 kritik:

Post a Comment

 
Toggle Footer
Top