19 November 2014
0 kritik

7 Hari 24 Jam

"Drama komedi keluarga yang segar dan kocak, yang menandai kembalinya Dian Sastro ke film layar lebar"

Setelah 12 tahun berpisah dari Rangga, Cinta menikahi Tyo seorang sutradara terkenal dan hidup bahagia bersama seorang anak perempuan.

Eh salah #bukansekuel #abaikan

......

Tania dan Tyo adalah pasangan suami istri modern, dimana masing-masing mereka berdua memburu karir pada pekerjaan mereka. Tyo adalah sutradara terkenal yang berdedikasi tinggi, sedangkan Tania selangkah lagi mencapai jabatan Senior RSCM - or whatever - di sebuah perusahaan bonafid. Saking sibuknya mereka berdua, mayoritas interaksi dilakukan lewat aplikasi pesan singkat atau telepon - dan jarang sekali bertatap muka. Karena terlalu lelah bekerja, Tyo jatuh sakit dan harus di opname selama seminggu. Tania yang jadi harus menghabiskan malam di rumah sakit pun jadi sakit juga karena gejala tipes dan dirawat di ruangan yang sama dengan Tyo. Selama tujuh hari mereka bersama di dalam kamar VIP itu, mereka berdua memaknai kembali arti pernikahan mereka yang telah berjalan selama 5 tahun.

Yes yes yes, film ini adalah comeback-nya Dian Sastrowardoyo, si aktris cantik, pintar, dan berbakat yang namanya melejit lewat Ada Apa dengan Cinta? (2002). Apalagi karena sebuah keberuntungan dan kebetulan, film 7 Hari 24 Jam tampaknya akan terkena imbas positif dari mini drama LINE tentang AADC 2014 yang sangat sukses menggetarkan media sosial dan masyarakat dari berbagai generasi. 7 Hari 24 Jam memang dengan sempurna menjual Dian Sastro - dan Lukman Sardi - sebagai jualan utama dari film pertama produksi MNC Pictures ini. Dengan naskah yang sederhana, drama komedi ini jelas menonjolkan kekuatan akting dari dua pemeran utama kita.



Film ini tidak hanya membuat penonton bernostalgia melihat seorang Dian Sastro berakting di film layar lebar, tetapi juga turut menyaksikan betapa sebuah bakat tidak segitu mudahnya luntur atau menghilang. 7 Hari 24 Jam menjadi sebuah contoh nyata dimana setelah bertahun-tahun tidak berakting, seorang Dian Sastro masih effortless dalam mengucapkan setiap dialog-dialognya - bahkan berbagai ekspresi minor yang kuat yang akan melelehkan hati setiap pria #eaa. Oya, stay tuned untuk kejutan kecil yang sepertinya disiapkan untuk mengenang that famous Cinta's quote.

Sementara Lukman Sardi memang tampil prima seperti biasa. Memerankan seorang sutradara terkenal - yang menjadi gimmick tersendiri mengingat film Di Balik 98 yang disutradarainya akan rilis tanggal 15 Januari 2015. Namun kematangan aktingnya tidak membuat Lukman Sardi serta merta tenggelam oleh gemilangnya akting Dian yang pasti akan membuat semua perhatian tertuju padanya. Bisa dibilang, kedua karakter ini sama kuat tetapi mampu melahirkan sebuah chemistry tersendiri yang menghangatkan hati.


Drama romansa ini memang dibungkus dengan komedi yang kuat dan efektif. Sebuah trik yang tepat untuk dapat diakses oleh semua kalangan penonton. Apalagi dengan lelucon-lelucon yang kena sehingga membuat gue terbahak-bahak - walaupun terkadang hit and miss. Permasalahannya mungkin terletak pada drama dan konflik yang dihadirkan.

Konflik yang ada seakan terbelenggu oleh jalan cerita dan backstory yang sederhana, sehingga konfliknya menjadi kerdil dan akhirnya harus diulang-ulang dan menjadi repetitif. Backstory yang kelewat sederhana itu pun tidak sanggup memberikan kedalaman karakter dan konflik yang ada, hingga beberapa momen yang ada terkesan terlalu dramatis dan dipaksakan. Dengan jualan utamanya adalah komedi, maka porsi drama dalam film ini menjadi terlalu banyak dan terkesan dipanjangkan.

Secara keseluruhan, 7 Hari 24 Jam adalah film yang sangat menghibur. Sebuah udara segar bagi perfilman Indonesia, khususnya bagi mereka yang terlanjur mencap buruk semua film produksi lokal. Setidaknya kehadiran Dian Sastro akan membuat kelompok penonton tersebut mau kembali percaya pada film Indonesia. Film ini tidak hanya menyajikan komedi yang mengocok perut, tetapi juga memaknai kembali apa arti cinta dan pernikahan tanpa terlalu menggurui.


Rating?
7 dari 10

Indonesia | 2014 | Comedy / Family / Romance | 97 mins | 2.35 : 1

- sobekan tiket bioskop tanggal 19 November 2014 -

0 kritik:

Post a Comment

 
Toggle Footer
Top