03 September 2014
0 kritik

The Purge: Anarchy

"Premis dimana selama 12 jam semua aktivitas kriminal dilegalkan di AS ini tidak hanya orisinil dan menghibur lewat thriller, tapi juga sarat akan isu sosial dan psikologis"

Satu hari dalam satu tahun, The Purge diberlakukan oleh pemerintahan AS yang baru untuk menekan angka kriminalitas dan pengangguran; dimana selama 12 jam segala macam kejahatan dan tindakan kriminal adalah legal. Selama 12 jam itu juga, layanan darurat seperti polisi, pemadam kebakaran, dan ambulan tidak beroperasi. Sepasang suami-istri terjebak di tengah kota karena mobil mogok, anak-ibu yang rumahnya diserang oleh komplotan bersenjata, beserta seorang polisi harus bertahan hidup selama 12 jam di kota Los Angeles.

Konsep The Purge mungkin pararel dengan konsep Anger Room di Dallas, AS; fasilitas dimana customer membayar beberapa dollar untuk menghancurkan segala macam barang di sebuah ruangan yang telah didesain menyerupai kantor, dapur, atau rumah. Instead of breaking things, on The Purge you may do ANYTHING. Yes, include killing innocent people.



Sebuah konsep gila yang ditelurkan oleh sutradara/penulis naskah James DeMonaco lewat The Purge (2013) yang dibintangi oleh Ethan Hawke. Sayang, konsep yang sangat orisinil itu tidak meraih cukup sukses karena hanya bersetting di skala mikro; di sebuah rumah keluarga kaya. Kini James DeMonaco menjawab itu semua dengan mengekspansi setting The Purge ke seantero kota Los Angeles. The Purge: Anarchy seakan sebuah remake dari The Purge (2013), karena jelas film ini berdiri sendiri dan tidak perlu menonton versi 2013 lebih dulu.

Dengan konsep yang unik dan sangat orisinil ini, film ini jelas menyita perhatian gue selama durasi 103 menit. Meski endingnya sudah dapat diprediksikan, namun deretan kejutan yang muncul sepanjang film jelas cukup tidak terduga dan signifikan meningkatkan ketegangan. Belum lagi detil-detil gimmick yang dimunculkan di antara adegan, mulai dari kemunculan wanita bermandikan darah hingga kendaraan yang dilalap api. Trik ini jelas efektif membangun suasana distopia yang akut, dimana tidak ada campur tangan dari otoritas, dan keselamatan warga jelas berada di tangan masing-masing - dan orang asing yang mencoba membunuh mereka.


James DeMonaco juga tidak ragu-ragu memperluas tema action-thriller film ini dengan isu-isu sosial dan psikologisnya. Kita dapat jelas membayangkan akan seperti apa suasana kota Los Angeles selama The Purge berlangsung; perang antar-geng, pendobrakan rumah, pembunuhan, dan segala macam tindakan kriminal. Tapi semua itu dilakukan oleh masyarakat kelas marjinal. Lalu apa yang dilakukan oleh orang-orang kaya selama The Purge? Well, I'll not give you any spoilers.

Tidak lupa, film ini juga menyisipkan sedikit unsur psikologis. Melampiaskan kemarahan, stress, bahkan dendam mungkin penting. But is the purge the only answer? Tema mikro ini yang secara konsisten ada dari awal hingga akhir film, dan ditutup dengan gong besar di ending yang sangat bijak dan edukatif. Jelas sebuah pesan penting bagi masyarakat modern yang mungkin masih sulit dalam menemukan defense mechanism atau sesederhana bagaimana menyikapi hal negatif yang terjadi dalam hidup. Sekalipun bahwa The Purge itu adalah hak konstitusional warga yang diberikan oleh pemerintah.


Bukan berarti film dengan premis menarik ini tidak lepas dari kekurangan. Kelima karakter kita memang tampak hidup, namun kurang dilengkapi dengan backstory yang cukup dalam dan realistis. Apalagi ada beberapa karakter yang tampak cukup annoying dengan sikap dan kebawelannya, yang memang khas film action-gore. Selain itu, ide "membunuh setiap orang yang lewat" di malam Purge tampak terlalu hiperbolis, dan sangat mengesampingkan tindakan kriminal mencuri. Apakah memang sebanyak itu orang-orang yang mampu secara impulsif membunuh setiap orang yang lewat, yang secara psikologis sudah masuk dalam kategori psikotik?

Well, disamping berbagai kelemahan detil yang cukup mikro, jelas film ini akan sangat menarik untuk ditonton. Tidak hanya menghibur lewat berbagai deretan ketegangan dan rentetan kejadian tidak terduga, tapi juga sarat dengan pesan sosial dan psikologis yang dapat dipetik. Bagi anda penikmat adegan gore, jangan terlalu menaruh ekspektasi berlebih karena The Purge: Anarchy mencoba untuk menggaet audiens seluas mungkin dengan ide gila ini. Dan harus diakui, dengan ide ini mungkin akan membagi penonton ke dalam dua kelompok besar; either you love it or hate it.

USA | 2014 | Action / Thriller | 103 min | Aspect Ratio 2.35 : 1

Rating?
8 dari 10

- sobekan voucher bioskop tanggal 3 September 2014 -

0 kritik:

Post a Comment

 
Toggle Footer
Top