18 September 2014
0 kritik

The Maze Runner

"Adaptasi novel dengan potensi cerita yang sangat unik dan kuat, yang dieksekusi dengan brilian lewat gaya bercerita yang penuh misteri"

Thomas terbangun di sebuah elevator gelap, dengan ingatan yang telah dihapus kecuali namanya. Ternyata ia ditempatkan di The Glade, sebuah lingkungan tertutup yang dikelilingi oleh labirin raksasa yang selalu berubah setiap malam. Bersama puluhan anak muda lainnya, mereka bertahan hidup dengan membuat sistem pertanian, pertahanan, medis, hingga kelompok khusus untuk mencari jalan keluar di labirin yang dijaga oleh Griever, monster ganas. Namun keteraturan dan kenyamanan berubah ketika seorang gadis - pertama kalinya - dikirim ke The Glade. Pencarian akan jalan keluar pun semakin genting sebelum nyawa mereka terancam oleh para Grievers.

Satu lagi film hasil adaptasi novel dewasa muda, namun yang berakhir mengejutkan diluar perkiraan. Diberkahi dengan materi cerita yang sangat unik dan menarik karangan James Dashner, sutradara debutan di film panjang Wes Ball berhasil mengeksekusinya dengan sangat baik dan cemerlang. The Maze Runner tidak hanya diberkahi oleh efek visual yang menakjubkan, tetapi juga dengan adegan-adegan aksi menegangkan dan dibumbui dengan misteri yang kemudian dibuka secara perlahan. Dibungkus dengan teknik sinematografi yang asyik, menjadikan The Maze Runner tidak melulu berisikan lelaki paruh baya berlarian di antara labirin raksasa.



Jangan memandang sebelah mata dulu terhadap para pemerannya yang tampak kurang familiar di layar lebar. Semua itu akan tertutupi oleh kemampuan akting mereka yang sangat meyakinkan. Apalagi dengan gaya bercerita Wes Ball yang sangat sabar menguntai terbukanya tirai misteri sampai ke menit-menit akhir, akan membuat setiap penonton sangat mudah tersedot oleh jalan cerita yang ada. Ceritanya saking orisinilnya seakan it's something that you've never seen before. Jelas The Maze Runner sangat kuat di segi ide cerita, serta dilengkapi dengan eksekusi yang sangat efektif.

Bayangkan, sekitar 60 laki-laki dewasa muda hidup bersama dalam satu lingkungan tertutup dan sebuah sistem sosial tercipta. Namun datang satu pendatang baru dengan tingkat rasa penasaran yang kelewat tinggi, yang memunculkan banyak pertanyaan baru yang selama ini hanya terpendam. Isu "security vs freedom" ini jelas bukan pertama kalinya muncul di film layar lebar, apalagi The Village (2004) telah menjadi tolok ukur yang sempurna. Apalagi jika isu tersebut muncul di tengah dunia distopia yang kelam dan seakan tanpa harapan. Namun sayang, Wes Ball tampak ragu-ragu dan cenderung nanggung untuk mengeksplorasi tema yang sangat potensial ini. Meski langkah tersebut perlu diapresiasi karena demi mempertahankan film agar dapat tetap disantap secara ringan dan menghibur. Setidaknya pertentangan tema tersebut telah tersajikan secara realistis dan representatif melalui dua karakter berbeda dalam film ini.


Selain itu, The Maze Runner juga tampaknya tidak dapat menghindari kelemahan di segi kesinambungan dan kelogisan cerita. Semakin penonton mendapatkan jawabannya seiring durasi film berjalan, pasti akan banyak muncul pertanyaan baru - seperti "apa fungsi dari labirin raksasa ini?". Semoga pertanyaan-pertanyaan ini akan terjawab oleh sekuelnya, The Scorch Trials. Sampai sekuel tersebut rilis, tampaknya hanya logika "sok-tahu" saja yang dapat menjawab pertanyaan tersebut secara sementara.

Kisah dewasa muda yang menentang status quo dan berusaha sekuat tenaga untuk perubahan memang menjadi jualan primadona, dan jelas efektif untuk menarik para pembaca dan penonton di target usia yang tepat. Diantara genre film adaptasi novel sejenis, saga The Maze Runner jelas dapat menjadi tandingan setara terhadap The Hunger Games. Dengan sekuel novel The Scorch Trials, The Death Cure plus prekuel The Kill Order, jelas menjadi proyek yang sangat potensial mengingat betapa sukses dan briliannya hasil garapan The Maze Runner dalam bentuk audio visual.


Akhir kata, kehadiran The Maze Runner di dunia film layar lebar memperbaiki citra adaptasi novel young adults - setidaknya bagi gue pribadi. Dengan konsep cerita yang sangat unik, gaya bercerita misteri yang sangat mengigit, apalagi dengan teknik sinematografi yang brilian membuat The Maze Runner sangat disayangkan kalau tidak ditonton di layar selebar mungkin.



USA | 2014 | Action / Sci-Fi | 113 min | Aspect Ratio 2.35 : 1

Rating?
8 dari 10

Wajib IMAX? Ya 
(dengan potensi lingkungan The Glade serta labirin yang mengagumkan, jelas akan menambah pengalaman sinematik secara signifikan)

Wajib 4DX? Relatif 
(minim potensi efek beberapa elemen seperti air dan gerakan)

- sobekan tiket bioskop tanggal 18 September 2014 -

0 kritik:

Post a Comment

 
Toggle Footer
Top