13 June 2014
0 kritik

Maleficient

"Menceritakan dongeng klasik lewat sudut pandang antagonis yang akan mengajarkan penonton banyak hal tentang dualisme baik-buruk"

Maleficent, seorang peri baik hati dan polos tumbuh di hutan Moors, suatu tempat dimana hewan-hewan dan tanaman ajaib hidup berdampingan dan damai. Suatu hari, pertemuan Maleficent dengan manusia memunculkan konflik antara hutan Moors dengan kerajaan manusia. Ketika manusia menyerbu hutan Moors, Maleficent pun menjadi pelindung utama. Ketika ia dikhianati, Maleficent menuntut balas dengan mengutuk putri raja, Aurora, bahwa ia akan tertidur untuk selamanya ketika jarinya tertusuk jarum pintal di malam terakhir berusia 16 tahun. Namun seiring Aurora tumbuh besar, Maleficent menyadari bahwa Aurora mungkin adalah kunci perdamaian antara kerajaan manusia dengan hutan Moors. 

Film ini jelas tampil sangat meyakinkan dengan efek visual yang mengagumkan, terlebih lagi dengan penghuni hutan Moors yang unik dan lucu. Sebuah tempat fantasi dimana terdapat banyak hewan dan tumbuhan magis yang sangat menarik bagi mata. Meski ada beberapa efek visual yang kurang meyakinkan, tapi sebagian kecil itu jelas tertutupi oleh sebagian besar yang lain. Ditambah dengan kembalinya Angeline Jolie ke dunia film sejak 4 tahun lalu dalam The Tourist (2010) jelas menjadi daya tarik yang signifikan. Buat gue sendiri, malah Elle Fanning yang membuat gue tetap segar sepanjang film.



Entah kehabisan ide atau ingin menceritakan kembali dongeng klasik dengan sudut pandang yang berbeda, sepertinya ini adalah trend baru bagi Disney semenjak Frozen (2013). Kini trend tersebut bergerak ke giliran dongeng klasik karya Charles Perrault asal Perancis dengan judul asli The Sleeping Beauty in the Wood yang dikarang tahun 1697. Film animasi Disney hasil adaptasi dongeng klasik ini yang pernah dirilis tahun 1959 ini kemudian dibuat versi live action-nya dengan sudut pandang dari karakter antagonisnya yang bertanduk, Maleficent. Semua plot ceritanya sama, setidaknya hingga bagaimana Pangeran Philip hendak menyelamatkan Putri Aurora. Tentu dengan ditambahkan masa kecil dan latar belakang mengapa Maleficent hendak mengutuk Aurora kecil.

Sampai disini dimana pembicaraan menjadi menarik; motivasi Maleficent yang ternyata dulunya adalah seorang peri yang polos dan baik hati - (tidak bermaksud spoiler) yang menjadi murka karena pengkhianatan manusia terhadap dirinya. Lihat bagaimana Disney mencoba memberikan pemahaman baru bahwa baik-buruk tidak semudah hitam-putih. Tidak ada batasan jelas antara kejahatan dan kebaikan, dimana mungkin saja masih ada kebaikan sekecil apapun di dalam orang yang paling jahat sekalipun. Atau bisa saja orang jahat "tercipta" karena kesalahan orang lain. Jelas karakter Maleficent cukup pararel dengan karakter Putri Elsa dalam Frozen (2013) bahwa mereka tidak sepenuhnya menjadi peran antagonis.


Jelas ini adalah gaya mendongeng yang sangat baru dan cukup relevan dengan keadaan sekarang, dimana batas-batas paradoksal menjadi kabur, terutama masalah baik dan buruk. Setidaknya untuk anak kecil, dongeng semacam ini dapat mengajarkan mereka untuk tidak terburu-buru memberikan stigma buruk pada orang yang berpenampilan sebagai penjahat atau kriminal. Ketimbang menaruh stigma yang dapat selamanya mengurung orang tersebut dalam label itu dan menjadi lingkaran setan, tetapi mendekati dan mendampinginya hingga ia menemukan kebaikannya kembali. Seperti si gagak Diaval yang tanpa lelah memberitahu Maleficent mana yang benar dan mana yang salah.

Mungkin gaya mendongeng seperti ini adalah cara Disney untuk membayar kesalahan masa lalu dimana mereka selalu menceritakan kisah yang jelas perbedaannya antara orang jahat dan orang baik. Ditambah lagi dengan ketidakberdayaan wanita dalam kisah-kisahnya, yang jelas terbayar tuntas lewat Frozen dan Maleficent dengan karakter-karakter feminimnya yang lebih dominan dalam cerita.

Sebuah film yang menceritakan kembali dongeng klasik dengan sudut pandang yang unik dan berbeda, dan jelas akan mengajarkan tidak hanya anak-anak namun juga dewasa, tetapi juga sangat menghibur.



USA | 2014 | Adventure / Family / Fantasy | 97 min | Aspect Ratio 2.35 : 1

Rating?
7 dari 10

- sobekan tiket bioskop tanggal 13 Juni 2014 -

0 kritik:

Post a Comment

 
Toggle Footer
Top