21 June 2014
0 kritik

How to Train Your Dragon 2

"Sekuel yang nyaris sempurna dengan ekspansi kedalaman karakter, emosi dan jalan cerita"

Lima tahun setelah Hiccup dan Toothless berhasil mengubah pemikiran warga pulau Berk terhadap naga, kini setiap warga Berk memiliki peliharan naganya masing-masing. Dalam euforia peliharaan naga dengan olahraga baru, Hiccup bersama Toothless yang mengeksplorasi dunia diluar pulau Berk menemukan banyak hal menarik. Salah satunya adalah gua es yang berisi banyak naga liar dan seorang Dragon Riders. Selain itu, mereka juga bertemu kelompok penangkap naga yang dipimpin oleh Draco si penguasa naga. Pertemuannya dengan Draco dan pasukannya pun memicu ancaman terhadap warga Berk yang telah lama bersahabat dengan naga-naga peliharaannya.

Jelas sudah How to Train Your Dragon 2 (HTTYD2) ini adalah contoh nyaris sempurna dari sebuah sekuel, terutama di genre animasi. Sekuel ini memang fokus pada karakter-karakter yang sama seperti prekuelnya, tetapi dengan cakupan yang lebih luas. Dunia mereka diekspansi, menemui karakter dan musuh yang baru. Tidak hanya ekspansi cakupan cerita, tetapi juga dengan kedalaman emosi yang sangat signifikan. Jadi, HTTYD2 ini tidak hanya akan menghibur lewat komedinya, tetapi juga memberikan sensasi roller-coaster lewat kedalaman dramanya, ditambah dengan ekspansi jalan ceritanya.


Hail Dean DeBlois! Penulis naskah, sutradara, sekaligus produser yang pernah menangani Lilo & Stitch (2002) ini menerima untuk menangani sekuel HTTYD dengan syarat; memperlakukan sekuelnya dengan inspirasi Star Wars Episode V - The Empire Strikes Back (1980) yang tidak hanya mengekspansi cakupan, karakter, dan emosional, tetapi juga berani mengeksplorasi sisi kelam yang ada. Inspirasi tersebut yang terlihat jelas dalam jalan cerita HTTYD2. Hiccup dan Toothless tidak hanya menemukan karakter baru dan jalan cerita baru, tetapi juga harus menghadapi rentetan kejadian emosional yang minimal akan membuat mata penonton berair. Berkali-kali!

HTTYD2 ini juga tidak menyia-nyiakan potensi 3D yang dimilikinya. Banyak sederet adegan yang memberikan efek depth dan pop-out yang signifikan dan sangat menghibur mata, terutama hujan saljunya yang membuat penonton seakan berada dalam adegan tersebut. Lalu, bayangkan Hiccup yang terbang kesana-kemari dengan Toothless, pastilah sensasi kursi goyang 4DX tersebut akan terasa maksimal. Wuih!


Bagi anda yang sudah tergila-gila terhadap keunyuan dan keimutan Toothless, bersiaplah untuk tambah jatuh cinta terhadap naga imut menggemaskan namun sekaligus naga yang paling kuat dan mematikan ini.


USA | 2014 | Animation | 102 min | Aspect Ratio 2.35 : 1

Rating?
8 dari 10

Wajib 3D? YA!

Wajib 4DX? YA!

- sobekan tiket bioskop tanggal 21 Juni 2014 -


0 kritik:

Post a Comment

 
Toggle Footer
Top