01 November 2013
0 kritik

About Time

"Film tentang seorang pria yang dapat menjelajah waktu ini bukan film drama romantis biasa, melainkan drama yang membawa makna baru tentang bagaimana kita seharusnya menjalani hari"

Di umur ke-21, Tim Lake mengetahui rahasia besar keluarganya lewat ayahnya; bahwa setiap laki-laki dalam keluarganya memiliki kemampuan untuk menjelajah waktu. Namun kemampuan tersebut terbatas hanya dapat mengubah apa yang terjadi pada diri sendiri saja. Dengan kemampuan tersebut, Tim pun memutuskan untuk membuat dunia menjadi tempat yang lebih baik - dengan mendapatkan seorang pacar.

Ketika Tim bertemu dengan Mary di sebuah momen yang spesial, dirinya harus kehilangan momen tersebut karena satu dan lain hal. Jadilah Tim harus mengulang-ulang waktu demi bertemu kembali dengan Mary, untuk pertama kalinya berulang kali. Kemudian, Tim pun menggunakan kemampuannya untuk membuat Mary jatuh cinta, melakukan lamaran yang spesial, menikah, dan punya anak. Namun Tim sadar bahwa kemampuan time travel-nya tidak dapat membuatnya menghindari naik turun kehidupan, terutama berbagai peristiwa tragis yang menimpa keluarganya.

Gue memang selalu suka dengan drama romansa yang dibuat oleh sineas Inggris. Apalagi About Time disutradarai dan ditulis naskahnya oleh Richard Curtis, orang dibalik Love Actually (2003). Film drama romansa asal Inggris selalu memiliki ciri khasnya tersendiri, yaitu sangat down to earth dan dekat dengan kehidupan sehari-hari. Karakter yang ditampilkan bukanlah karakter pangeran tampan sempurna dan putri kerajaan antah-berantah. Tidak, bahkan jauh dari itu. Selain itu, jalan cerita yang dibawakan juga jauh lebih memiliki hati, sehingga penonton manapun dapat dengan mudah merelasikan dirinya dengan apa yang ada di layar.



Lihat saja Tim Lake, seorang pribadi yang canggung, hopeless romantic, dan berusaha segala cara untuk mendapatkan pacar hingga berumur ke-21. Bagaimana cara Tim untuk bertemu kembali dan membuat Mary jatuh cinta padanya berulang kali, mungkin mirip dengan 50 First Dates (2004). Tapi disini sangat menarik melihat interaksi antara Tim dan Mary yang canggung namun romantis. Mary juga terbilang wanita yang biasa saja. Wanita asal AS yang bekerja di London, dan memiliki orang tua yang cukup konservatif. Bahkan pernikahan mereka saja jauh dari sempurna; angin kencang, hujan badai, dan semua tamu basah kuyup! Tapi justru dari dua pribadi yang biasa saja ini tergambar sebuah kisah cinta yang sangat dekat dengan kehidupan kita sehari-hari.

Lebih jauh lagi, ternyata memang About Time tidak pernah berniat untuk menitikberatkan diri pada kisah romansa antara Tim dan Mary. Bagaimana tidak, film ini saja dibuka dengan adegan kekeluargaan yang sangat kental antara Tim dengan ayahnya. Kemudian memang porsi Mary lebih mengambil alih sisa jalan cerita. Namun di akhir film jalan cerita pun kembali fokus pada hubungan Tim dengan keluarganya, khususnya terhadap ayahnya.


Pada akhirnya, ketimbang fokus pada kisah romansa, About Time pun jauh lebih banyak bercerita mengenai bagaimana seharusnya manusia menghabiskan waktu dalam hidupnya. Film ini pun ditutup dengan monolog dan adegan yang sangat sarat makna, yang mungkin dapat sedikit mengubah pandangan para penonton tentang bagaimana seharusnya mereka menjalani setiap hari mereka. Inilah yang membuat About Time menjadi film yang sangat menarik dan jelas bukan tipikal film drama romansa biasanya.



UK | 2013 | Drama / Romance / Family | 123 min | Aspect Ratio 2.35 : 1


Scene During Credits? TIDAK

Scene After Credits? TIDAK

Rating?
8 dari 10

- sobekan tiket bioskop tanggal 1 November 2013 -


0 kritik:

Post a Comment

 
Toggle Footer
Top