24 June 2010
0 kritik

Letters to Juliet

12:20 AM
sobekan tiket bioskop tertanggal 22 Juni 2010 adalah Letters to Juliet. salah satu hal yang membuat gue tertarik untuk nonton film ini adalah tentang Secretary of Juliet yang menjadi titik tolak cerita pada film ini. selain itu, Verona dan beberapa kota kecil di Italia akan mendominasi setting pada film ini.

bercerita tentang Sophie (Amanda Seyfried), yang bekerja sebagai pencari fakta pada harian terkenal di New York. suatu hari dia bersama tunangannya, Victor (Gael Garcia Bernal), pergi ke Verona, Italia untuk berlibur. kesibukan Victor untuk bisnisnya membuat Sophie bebas pergi melihat-lihat seisi kota Verona. sampai suatu waktu ia pergi ke rumah Juliet Capulet dan menemukan bahwa banyak gadis-gadis yang patah hati menulis surat untuk Juliet dan menempelkannya di tembok rumah Juliet. ternyata di penghujung hari, seorang relawan dari Secretary of Juliet mengumpulkan surat-surat tersebut dan membalasinya satu persatu. Sophie pun terlibat sampai ia menemukan surat yang telah tersimpan selama 50 tahun. Sophie pun mencoba membantu si penulis surat yang telah terpisah dengan "cinta sejatinya" selama 50 tahun.

harus gue akui, titik tolak cerita pada film ini yang berpangkal pada ide "Secretary of Juliet" cukup orisinil dan menarik. untuk gue sendiri pun, adanya relawan yang setia membalasi surat-surat yang berisi permasalahan cinta yang ditujukan pada tokoh fiktif Juliet Capulet, adalah sebuah fakta yang sangat-sangat menarik. dan ternyata memang ada loh relawan-relawan ini, menamakan diri mereka "Club di Giulietta" atau "Juliet Club". mereka ini berdiri sejak 1980-an dan dibiayai oleh Kota Verona. sumber baca disini.

oke kembali ke film, sayangnya kisah tentang para relawan yang membalasi surat-surat yang ditujukan untuk Juliet ini hanya muncul sekilas. sayangnya lagi, gue harus bertanya kepada google tentang sejarah dan bagaimana kelompok ini terbentuk, karena ya tidak begitu dijelaskan di dalam film ini. kelompok relawan ini hanya menjadi pijakan untuk kisah drama romantis yang tentunya mendominasi film ini.
dari segi cerita, dari sinopsis seharusnya kita sudah bisa menebak bahwa Sophie mencoba membantu menyatukan kedua insan yang saling mencintai namun terpisah oleh jarak dan waktu. hm, sounds familiar? yup, Mamma Mia! telah menggunakan formula yang sama dan, entah kebetulan atau tidak, Amanda Seyfried-lah yang menjadi si mak comblangnya. dan seperti paten drama romantis pada umumnya, tampaknya kurang lengkap jika si mak comblang tidak menemukan cinta sejatinya dan film ini pun menyajikannya dengan cukup baik.

Amanda Seyfried
, yah sekali lagi tampil sebagai mak comblang dalam film ini dan berperan dengan cukup baik sebagai Sophie si pencari fakta yang percaya pada cinta sejati, takdir, dan belahan jiwa. ditemani oleh Gael Garcia Bernal sebagai Victor si tunangan Sophie yang dipatok jadi orang Italia (padahal doi kan orang Mexico). gue sangat terkesan oleh akting dari Vanessa Redgrave sebagai Claire, si wanita yang dibantu oleh Sophie mencari si belahan jiwa. walaupun sudah berambut putih, tapi kok ya rasanya tetap cantik dan ada kharisma tersendiri.
gue suka dengan pemakaian soundtrack-soundtrack pada setiap adegan, cukup pas dan memang si lagu-lagu ini cukup akrab di telinga kita (apa telinga gue doank yah?). Colbie Calliat cukup puas menyumbang dua lagu dalam film ini. oya, film ini juga pas sekali menggambarkan keindahan kota Verona, sekaligus pemandangan alam di kota-kota kecil sekitarnya. rumah Juliet Capulet, ya kita harus puas menikmati pemandangan luarnya saja. tapi memang rumah ini punya daya tarik tersendiri, selain karena ada balkon yang terkenal itu (dimana Romeo sampai rela memanjat ke balkon demi mencium Juliet), ada pula puluhan surat yang ditempel di dinding rumah tersebut, yang terkenal dengan sebutan "Juliet's Wall". ada pula patung perunggu Juliet di halaman rumah yang konon kalau kita memegang, maaf, dadanya maka kita akan mendapat keberuntungan :D
tapi gue kok ya kurang sreg dengan beberapa jokes yang dipakai dalam film ini yah. jokes yang mengatur alur, kok rasanya terlalu dipermudah dan terkesan cheesy. tapi ya namanya juga drama romantis, dimana-mana harus berakhir happy ending lah ya.

nonton di bioskop? ah di DVD saja lah.

rating?
6.5 of 10

0 kritik:

Post a Comment

 
Toggle Footer
Top