20 August 2009
0 kritik

The Taking of Pelham 123

10:56 PM
sobekan tiket bioskop tertanggal 18 Agustus 2009 adalah The Taking of Pelham 123. sebenernya gue udah menunggu film ini semenjak film ini rilis di belahan dunia sana semenjak bulan Juni kemarin. tapi akhirnya keluar juga di Indonesia di bulan Agustus ini. tertariknya karena kali ini Travolta dan Washington akan beradu akting. Travolta yang sepertinya sudah terbiasa memerankan tokoh antagonis, seperti di film Swordfish (2001) atau Face/Off (1997). dan Denzel Washington yang di American Gangsters (2007) juga memerankan tokoh antagonis Frank Lucas dengan sangat baik.

Walter Garber (Denzel Washington) adalah seorang petugas pengendali jalur kereta bawah tanah di New York yang tiba-tiba terseret dalam kasus pembajakan salah satu kereta bawah tanah. Ryder (John Travolta), otak di balik pembajakan tersebut, mengancam akan mengeksekusi seluruh penumpang kecuali sejumlah besar uang dibayarkan dalam satu jam. Ketika situasi makin memanas, Garber mengandalkan pengetahuannya yang luas dalam usahanya memperdaya Ryder dan menyelamatkan sandera. Namun ada satu hal yang tak bisa ia pecahkan: meskipun para pembajak mendapatkan uangnya, bagaimana ia dan para sandera bisa lolos dengan selamat?

well, film ini memang hanya milik John Travolta dan Denzel Washington. dalam arti, kekuatan akting dari kedua aktor ini sangat kuat dan mempengaruhi seluruh rangkaian cerita. beruntung kedua tokoh ini diperankan oleh mereka. interaksi kedua tokoh yang saling bertolak belakang ini mengingatkan gue akan interaksi David Dunn (Bruce Willis) dan Elijah Price (Samuel L. Jackson) dalam Unbreakable (2000) dan interaksi antara Frank Lucas (Denzel Washington) dan Richie Roberts (Richie Roberts) dalam American Gangsters (2007). jika ditambah dengan film yang baru akhir-akhir ini rilis adalah interaksi antara John Dillinger (Johnny Depp) dan Melvin Purvis (Christian Bale) dalam Public Enemies (2009). meskipun menurut gue pribadi, interaksi antara Garber dan Ryder tidak sekuat interaksi para tokoh yang gue sebutkan dalam tiga film di atas, Pelham 123 tetap menampilkan kedua tokoh yang berseberangan dalam berbagai hal tetapi nasib mempertemukan mereka.


tokoh Garber yang pada awal film digambarkan hidupnya lurus-lurus saja, tetapi pada setengah akhir film terkuaklah satu kebohongan yang ia pendam sendiri. meski begitu, karakter Garber tetap digambarkan secara konsisten sebagai karakter yang sangat peduli dengan orang lain, termasuk pada para sandera. sedangkan tokoh Ryder digambarkan sebagai seorang yang apatis, anti-sosial, bipolar, dan impulsif. Travolta memainkan tokoh Ryder dengan sangat baik, ditambah dengan bumbu-bumbu wacko dan freak. tetapi kemudian seiring dengan jalannya cerita, terlihat bahwa karakter ini cukup memegang teguh pendirian akan prinsip-prinsip hidupnya, dimana prinsip-prinsip dia bisa dibilang tidak buruk juga. so kedua karakter ini menggambarkan bahwa tidak ada hitam yang mutlak dan tidak ada putih yang mutlak. dan ketika mereka bertemu, interaksi mereka selayaknya lingkaran sempurna yin yang. satu trivia yang menggambarkan bahwa pertemuan mereka adalah "saling melengkapi" satu sama lain adalah dimana Ryder memakai satu anting di telinga kanan dan Garber juga memakai satu anting tapi di telinga kiri.

tokoh-tokoh pendukungnya pun bisa dibilang cukup mendukung jalan cerita film ini. apalagi dengan kehadiran John Turturro yang, sekali lagi, kehadirannya menimbulkan rasa sebal dan kesal pada penonton ;p

film ini bukan jenis film dimana kekuatannya ada pada visual dan sound effect tetapi pada dialog-dialognya yang terbilang cukup makna dan sedikit menyentuh dunia filosofi, khususnya dialog antara Garber dan Ryder. film ini juga menyajikan suatu jenis kejahatan baru yang dapat meraup banyak uang dengan mudah.

untuk penggemar film-film kriminal, drama, dan action, boleh ditonton untuk dijadikan koleksi memoar film-film sejenis.

rating?
8 of 10

0 kritik:

Post a Comment

 
Toggle Footer
Top