25 August 2009
0 kritik

District 9

11:52 AM
sobekan tiket bioskop tertanggal 24 Agustus 2009 adalah District 9. sebelumnya belum pernah dengar tentang film ini sampai seorang teman merekomendasikan film ini, dan seorang lagi menulis review di notes facebook. sampai akhirnya gue cek ke imdb dan ternyata film ini masuk jajaran box office dan, yang lebih hebat lagi, masuk top 250 di urutan 35, dengan rating 8,7. wowh!

Dua puluh tahun yang lalu, alien dengan pesawat induknya datang ke bumi karena terdampat dan kehabisan bahan bakar. Mereka tinggal dan menetap di kawasan District 9 di Johannesburg, Afrika Selatan yang dioperasikan oleh perusahaan swasta Multi-National United (MNU). persenjataan alien yang hanya bisa diaktivasi oleh DNA alien, dan Wikus Van De Merwe yang terkena cairan misterius dan merubah susunan DNA nya,menjadi incaran MNU untuk mendapatkan keuntungan besar dari kejadian tersebut.

dan memang ini adalah film yang luar biasa!

film ini dibuat seakan-akan seperti film dokumenter, dengan wawancara dengan orang-orang tertentu, teknik hand-held camera (Cloverfield, Blair Witch Project) yang konsisten dari awal hingga akhir film. meskipun begitu, film ini masih tetap bisa memberikan sinematografi yang asik dan image still yang indah. apalagi ditambah dengan unsur action, wowh serasa menarik penonton dari kursi bioskop ke medan peperangan.



tentang akting, cukup kaget juga bahwa ini adalah film pertamanya Sharlto Copley (Wikus Van De Merwe). aktingnya sangat natural dan benar-benar meyakinkan penonton.

dari segi cerita, menurut gue cerita di film ini sangat cerdas. cerita ini cukup baik dalam menyiratkan betapa kejamnya umat manusia. melihat kamp konsentrasi alien, seperti melihat kam konsentrasi Yahudi di era Nazi. melihat bagaimana seseorang diperintahkan untuk menembakkan senjata uji coba ke makhluk hidup. dan satu hal yang sangat ironis adalah, mungkin kita sering dengar cerita klasik apa yang terjadi jika alien menculik manusia, manusia tersebut akan diotopsi. tapi tidak menutup kemungkinan akan terjadi hal yang sebaliknya, bukan? cerita ini juga menggambarkan bahwa betapa dekatnya manusia dengan diskriminasi. di film ini mungkin kita bisa miris melihat bagaimana manusia mendiskriminasi alien. tentu bukan hal yang aneh karena sejarah telah membuktikan berkali-kali bahwa manusia juga mendiskriminasi manusia lain. film ini juga memperlihatkan bagaimana berbahayanya jika berbagai hal dipolitisi dengan uang. selain itu bagaimana media menjadi alat propaganda yang dapat mengubah cara pandang masyarakat jika dikuasai oleh orang-orang yang berkepentingan.

menurut gue, pemilihan lokasi di Johannesburg, Afrika Selatan adalah sebuah hal yang menarik. selain karena tempat tersebut adalah tempat kelahiran sang sutradara, Neil Blomkamp, hadirnya kamp konsentrasi alien, District 9, lebih tampak sebagai sebuah kawasan kumuh yang dijaga ketat oleh aparat keamanan. sedemikian kumuhnya kawasan tersebut sehingga kelaparan, kemiskinan, munculnya gang-gang dan gerakan bawah tanah menjadi hal yang biasa. mungkin situasi ini mirip dengan situasi apartheid di Afrika Selatan dulu.
satu trivia yang gue baru tahu dari imdb adalah ternyata film ini adalah extension remake dari film pendek berdurasi 6 menit, Alive in Joburg, yang juga disutradarai oleh Neil Blomkamp.
well, intinya film ini menjadi salah satu film yang wajib ditonton saat ini, di sebuah layar lebar dengan sound system yang oke. film ini bukan seperti film-film alien klasik dimana alien datang dan menyatakan perang kepada bumi. sepertinya film ini menjadi tonggak era film baru tentang alien.

rating?
9 of 10

0 kritik:

Post a Comment

 
Toggle Footer
Top