25 August 2009
2 kritik

Merah Putih

4:25 PM
sobekan tiket bioskop tertanggal 25 Agustus 2009 adalah Merah Putih. dari awal publikasi film ini, gue memang udah sangat tertarik untuk nonton tapi memang belum menemukan waktu yang tepat. selain karena film ini didukung oleh aktor-aktor kondang macam Lukman Sardi dan Donny Alamsyah, film ini juga didukung beberapa kru (special effect coord., make-up coord., stuntman coord., assistant director yang didatangkan dari Hollywood. selain itu, film ini menjadi film tentang perang kemerdekaan pertama di era tahun 2000-an.

Bagian pertama dari Trilogi Kemerdekaan, "Merah Putih" berlatar sejarah otentik perjuangan Indonesia untuk kemerdekaan pada tahun 1947 ketika terjadi Agresi Militer Belanda pimpinan Van Mook yang menyerang jantung kaum republik di Jawa Tengah. Sekelompok pejuang kemerdekaan harus bersatu untuk bertahan dari pembunuhan, berjuang sebagai pejuang gerilya, untuk menjadi anak-anak bangsa sesungguhnya, terlepas dari konflik pribadi yang tajam dan perbedaan yang besar dalam kelas sosial, suku, daerah asal, agama, dan kepribadian.

kesan pertama gue akan film ini, benar-benar sebuah film yang membangkitkan rasa nasionalisme. film ini memang film perang tetapi tidak kehilangan porsi dari drama dan dialog-dialog yang terjadi di dalamnya. film ini benar-benar mengingatkan bagaimana berbahasa Indonesia yang baik dan benar (setelah gempuran film-film Indonesia dengan bahasa slengean). selain itu terlihat bahwa naskah sangat digarap dengan baik, tampak dalam beragam dialog-dialog yang penuh makna.


dari segi akting, Lukman Sardi sangat pas memerankan seorang guru yang menjadi letnan kedua, antara bingung bagaimana memimpin anak buahnya ditengah kepungan tentara Belanda. Donny Alamsyah memenuhi ekspektasi gue, dengan aktingnya sebagai pemuda Manado yang emosional dan sangat berhasrat untuk membunuh pasukan Belanda yang dilatarbelakangi oleh rasa dendam. cukup amaze juga melihat T. Rifnu Wikana menjadi seorang pemuda Bali yang kalem dan cenderung bijaksana. Darius Sinathrya juga sukses membuat penonton ingin menampar pipinya karena cukup baik memerankan pemuda Jawa yang sombong dan memiliki ego tinggi. Rahayu Saraswati juga memulai debut aktingnya dengan sangat baik, memerankan seorang kakak dari perwira, yang menimbulkan simpati dari penonton. dan gue malah akan kaget dan berasa kurang jika tidak ada wajah Rudy Wowor dalam film perang kemerdekaan ini.

tapi sayang, kekuatan akting dari para pemeran pendukung masih kurang baik dalam mendukung jalan cerita. walaupun hanya tampil beberapa detik, tapi kurang naturalnya akting mereka cukup menurunkan suasana cerita.

seperti tipikal film perang lainnya, agaknya kurang pas jika tidak disisipkan variasi drama, dari drama keluarga sampai drama persahabatan. dan film ini cukup baik menyisipkan varian drama tersebut dengan proporsi yang pas dan tidak terkesan berlebihan. film yang merupakan bagian pertama dari Trilogi Merdeka ini juga sangat pas "memotong" bagiannya.

setelah menonton film ini, tentunya jangan membandingkan film ini dengan film perang kelas Hollywood. tapi bandingkan dengan film-film buatan Indonesia akhir-akhir ini dan lo akan melihat hadirnya film ini merupakan sebuah kemajuan besar bagi industri perfilman Indonesia.

rating?
7,5 of 10

sedikit memorable quotes buat gue dan seingat gue,

Surono: [saat melerai Thomas dan Marius] orang kota lawan orang desa! orang Jawa lawan orang Sulawesi!
[pause]
Siapa yang menang!!??
[pause]
BELANDA!!!
---
Amir: (mengancam seorang perwira Belanda) katakan kemana pasukanmu pergi!?
Perwira Belanda: ...
Thomas: (menembak seorang serdadu Belanda)
Amir: CEPAT KATAKAN!!
Perwira Belanda: kalian bukan tentara! kalian ini tukang jagal!
Amir: saya ini guru! dia ini petani! (menunjuk Thomas) kamu yang tukang jagal!
---
Dayan: letnan, sebagai pemimpin, anda tidak boleh bilang tidak tahu kepada anak buah letnan.
Amir: kalau saya memang tidak tahu??
Dayan: letnan harus tetap bersikap sebagai seorang pemimpin yang memang tahu.
Amir: kenapa tidak kau saja yang jadi pemimpin!?
Dayan: lalu siapa yang jadi penasehatnya?

2 kritik:

  1. betul mo!
    g suka banget quotes yang antara dayan sama amir itu!! baguss.. ehuehuehee..
    -Lily-

    ReplyDelete
  2. ahahaha iya!
    pas gue ngedengerin juga, langsung senyum2 kagum gitu ahahahaha...
    dialog2nya emank oke2 sih..a.

    ReplyDelete

 
Toggle Footer
Top