14 August 2009
2 kritik

Merantau

5:53 PM
sobekan tiket bioskop tertanggal 13 Agustus 2009 adalah Merantau. pertama kali ngeliat pin-up film ini di Blitzmegaplex, jujur gue engga tertarik. karena film action terakhir buatan Indonesia adalah Ekspedisi Maladewa, yang menurut orang-orang, kurang cukup baik. tapi satu titik yang membuat gue tertarik adalah membaca berbagai trivia dalam film ini di salah satu situs komunitas terkenal di Indonesia. salah satunya, film ini mengekspos salah satu kebudayaan di tanah Sumatera yaitu, Silat Harimau.

Di Padang, Yuda (Iko Uwais), anak muda yang terampil dalam Silat Harimau sedang bersiap merantau, yakni kebiasaan turun-temurun yang dilakukan anak muda, meninggalkan ketenangan desa, menuju keramaian kota dan mempertahankan hidupnya di Jakarta. Di ibu kota, nasib mempertemukan Yuda dengan Astri, yang diselamatkannya dari geng perdagangan manusia yang dipimpin oleh seorang psikopat bernama Ratger dan pengawalnya Luc. Setelah Ratger terluka dan menginginkan balas dendam, Yuda terpaksa melarikan diri bersama Astri dan adiknya Adit. Para mucikari dan preman yang mendiami kehidupan malam mengejar setiap langkah mereka. Yuda tidak memiliki pilihan lain kecuali berhadapan dengan penyerangnya secara berani dalam suatu pertempuran sampai titik darah terakhir.

satu kata untuk film ini, "wowh!"

apa yah, mungkin karena gue engga bisa mengingat film action Indonesia terakhir yang gue tonton. jadi mungkin dengan film ini bisa menambah perbendahaan genre film-film Indonesia yang saat ini dikuasai oleh (masih) film horor dan komedi seks. well mungkin ada genre drama, film anak-anak, dan wanita. tapi tentunya genre action sendiri masih cukup jarang untuk hadir di bioskop-bioskop. dan Merantau hadir di waktu yang sangat tepat!


Silat Harimau, yang diekspos habis-habisan oleh film ini, memang menjadi daya tarik utama pada film ini, dan memang worth it! salut sama koreografer dari setiap adegan perkelahian yang terjadi pada film ini, karena luar biasa! mungkin melihat koreografer perkelahian di film ini, gue langsung teringat akan film-film Jackie Chan. tapi jelas, Merantau dengan Silat Harimau di dalamnya punya ciri khas sendiri, dan lebih, apa yah, lebih macho mungkin. ada beberapa adegan perkelahian yang mampu menerbitkan kata "wowh" dari mulut gue ;p

Iko Uwais yang ternyata memang seorang atlet Silat Harimau dan mengawali debut aktingnya di film ini dengan sangat baik. aktingnya pas dan memberikan pengaruh yang sangat baik kepada lawan-lawan pemainnya. didukung oleh Christine Hakim yang memang, well engga usah diragukan lagi kemampuan aktingnya. namun sayang, gue kira Donny Alamsyah akan mendapatkan porsi lebih besar. Alex Abbad sukses untuk membuat penonton membencinya setengah mati dan tersenyum puas saat dia jatuh terjengkang dan berdarah-darah.

disamping adegan action yang mendominasi 3/4 film, tentunya ada unsur drama yang diselipkan ke dalam film action ini. namun sayang, menurut gue setiap adegan drama yang ditampilkan, terkesan berlebihan dan engga penting. banyak juga adegan-adegan kebetulan ala Hollywood yang ada dalam film ini.

overall, film ini tetap layak untuk ditonton untuk anda yang haus akan film-film Indonesia yang bermutu.

rating?
7,5 of 10

2 kritik:

  1. Actually, Iko Uwais is from different Silat School. He is a Betawinese and learn in Perguruan Tiga Berantai, a silat school who claim was founded by Pangeran Jayakarta.


    (udah ah ngomong bahasa Inggrisnya).

    Tapi kata Haji Mamak (gurunya Iko), Tiga Berantai sendiri punya versi Silat Harimau, yakni Pamacan, dari Prabu Siliwangi.

    ReplyDelete
  2. wowh, oke terima kasih atas ralatnya...sangat2 menghargai...
    btw blog situ oke juga, reviewnya sangat berbobot...
    salam kenal!

    ReplyDelete

 
Toggle Footer
Top