26 August 2009
One kritik

Cin(T)a

11:23 PM
sobekan tiket bioskop tertanggal 26 Agustus 2009 adalah Cin(T)a. gue udah tertarik untuk nonton film ini sejak kemunculannya di forum movies Kaskus. bahkan film ini sudah rilis di Londok semenjak bulan Mei 2009, tetapi baru rilis di Indonesia di bulan Agustus ini. sempat ragu apakah film ini akan keluar di bioskop-bioskop Indonesia mengingat banyak orang bilang akan kevulgaran film ini dalam mengekspos perbedaan ras dan agama.

Cina (Sunny Soon), adalah mahasiswa baru 18 tahun beretnis Batak Cina. Cina tumbuh menjadi seorang remaja yang lugu karena tidak pernah mengalami kegagalan, tapi ia yakin bisa mewujudkan impiannya dengan modal tekad yang kuat. Annisa (Saira Jihan), mahasiswi muslimah 24 tahun beretnis Jawa yang kuliahnya terhambat oleh karirnya di industri perfilman. Ketenaran dan kecantikan membuatnya kesepian, sehingga ia bersahabat dengan jari bermuka sedih. Hingga satu hari ketika ada jari lain datang sehingga Annisa tidak lagi kesepian. Tuhan adalah karakter yang paling tidak bisa ditebak. Setiap orang mencoba untuk mendeskripsikan-Nya. Setiap orang merasa mereka mengenal-Nya. Setiap kesenian mencoba untuk menggambarkan-Nya, tapi tidak ada yang benar-benar seperti-Nya. Tuhan mencintai Cina dan Annisa, tapi Cina dan Annisa tidak dapat saling mencintai karena mereka menyebut Tuhan dengan nama yang berbeda.

baru sadar ini adalah film indie. tapi tetap menarik untuk disimak sampai lampu studio menyala kembali. harus gue akui, ide cerita dalam film ini sungguh brilian dan berani. cerita film ini cukup dalam dan kena untuk mengulik-ulik permasalahan perbedaan ras dan agama, khususnya dalam konteks Indonesia, yang memiliki ideologi Bhineka Tunggal Ika, tapi justru perbedaan itu sendiri yang membawa perselisihan. film ini dengan bebas dan lugas, bahkan cenderung sinis, mempertanyakan setiap perbedaan yang ada. disisipi oleh kutipan-kutipan berita mengenai fakta yang terjadi di lapangan, yang memperkuat pendirian masing-masing karakter...



dialog-dialognya juga sangat cerdas dan berhasil membuat penonton tersenyum simpul mendengarkan setiap kalimat. setiap dialog merupakan sebuah tamparan kecil bagi hidup kebersamaan dalam perbedaan. gambar-gambar dalam adegan pun dibuat sedemikian rupa untuk mencoba menyampaikan pesan-pesan tersembunyi. tetapi menurut gue, sepertinya film ini cukup kedodoran dalam menyampaikan setiap pesan dalam setiap dialog sehingga akhirnya penonton menjadi terlalu sibuk untuk memikirkan kalimat-kalimat tersebut daripada menikmati jalan cerita.

Cina dan Annisa juga merupakan dua karakter yang kuat dalam cerita ini. kedua karakter ini menggambarkan bagaimana Cina yang naif dan sinis yang berinteraksi dan (sayangnya) jatuh cinta pada karakter Annisa yang kritis dan submisif. bertolak belakangnya kedua karakter ini justru "meramaikan" jalan cerita. namun sayang, akting dari debut aktor Sunny Soon dan aktris Saira Jihan kurang kena dalam menampilkan kedua karakter tersebut.

satu yang gue suka adalah penggunaan simbol-simbol dalam film ini, misalnya simbol dalam kurung "( )" yang di-blur-kan, menandai sebuah konsep tentang Tuhan yang tidak bisa ditebak, bahkan entah ada atau tidak. dan gue baru sadar, huruf T dalam "(T)" bisa saja merupakan anonim dari Tuhan. gue masih bertanya-tanya, apa makna dari apel dan semut ya?

rating, karena sound mixing yang kurang oke, terpaksa gue memberikan skor,
7,5 of 10

1 kritik:

  1. Saya baru post trailer Cin(T)a versi Inception! Coba cek deh di sini http://www.youtube.com/watch?v=DMJ3E6xopRM

    Salam kenal.

    Lex dePraxis
    Unlocked!

    ReplyDelete

 
Toggle Footer
Top