Para Perasuk - Ulasan


Sinopsis

Para Perasuk adalah film drama supranatural yang mengeksplorasi tradisi pesta kerasukan sebagai realitas sosial masyarakat di desa fiktif bernama Latas, disutradarai dan ditulis bersama oleh Wregas Bhanuteja dengan Alicia Angelina dan Defi Mahendra. Film ini berfokus pada karakter Bayu yang diperankan oleh Angga Yunanda, seorang pemuda yang berambisi menjadi perasuk terbaik demi menyelamatkan mata air keramat di desanya melalui penyelenggaraan pesta kerasukan skala besar. 

Setelah dua film panjang sebelumnya Penyalin Cahaya (2021) dan Budi Pekerti (2023), Wregas memadukan elemen fantasi, psikologis, dan lintas seni dalam genre drama supranatural yang merevolusi kerasukan dipresentasikan, bukan sebagai teror, melainkan sebagai sarana komunal untuk melepas tekanan dan menemukan kemanusiaan. Diperkuat oleh cast yang solid seperti Maudy Ayunda, Bryan Domani, Chicco Kurniawan, dan debut film panjang penyanyi internasional Anggun, film ini adalah co-production Indonesia, Singapura, dan Prancis yang telah menjadi sorotan di festival internasional setelah world premiere-nya di Sundance Film Festival 2026.



Ulasan

Setelah Penyalin Cahaya dan Budi Pekerti yang membahas isu sosial, kali ini penulis naskah dan sutradara Wregas Bhanuteja membahas tema personal dalam Para Perasuk. Latar dan konteks yang diambil memang tentang pesta kerasukan yang terinspirasi dari berbagai seni tari dan seni pertunjukkan dari berbagai daerah di Indonesia. Dalam pesta kerasukan fiksi di desa fiksi, Wregas menjadikan pesta kerasukan sebagai jalan keluar instan dari permasalahan hidup. Kalau orang kota lebih memilih diskotik dengan musik kencang dan minuman alkohol, maka warga desa Latas lebih memilih kesurupan yang dikontrol dan dibuat oleh para perasuk.

Kalau dipikir-pikir, apa yang dilakukan Bu Asri dan murid-muridnya kurang lebih sama seperti yang dilakukan oleh Cobb dan timnya. Bedanya kalau di Inception itu alam mimpi, maka di Para Perasuk itu di dalam alam gaib. Ada yang bertugas membangun arsitektur alam lamunan, ada yang bertugas memasukkan para pelamun dan melakukan aktivitas yang menyenangkan. Tapi semua harus penuh konsentrasi agar para pelamun mendapatkan lamunan yang menyenangkan dan membahagiakan.


Tidak disangka, Wregas fokus pada para perasuk yang bertanggung jawab menciptakan alam lamunan ini. Logikanya tepat secara psikologis; kalau yang menciptakan dunia lamunan ini tidak bahagia karena belum berdamai dengan masa lalu, bagaimana dia bisa membuat orang lain bahagia? Lapisan ini yang dieksplorasi secara tajam dan dalam oleh Wregas dalam kisah nyaris absurd berdurasi nyaris dua jam ini. Penonton nggak hanya dibuat tertawa ngakak oleh tingkah polah para karakternya, tapi juga diajak menyelami dendam dan masa lalu diri sendiri yang belum selesai.

Dari semua pemain film kelas bintang yang ada di film ini, pujian tertinggi gue jatuh kepada Anggun. Dia adalah pilihan pertama dan satu-satunya dari Wregas, dan sebagai debut film panjangnya, mbak Anggun benar-benar menghidupkan karakter bu Asri yang tegas, misterius, sekaligus berkharisma. Ternyata setiap lantunan mantra yang keluar adalah spontanitas dari mbak Anggun sendiri, lengkap dengan nyanyiannya selama musik rasuk berkumandang.




Kesimpulan

Para Perasuk berhasil melakukan apa yang jarang dilakukan film-film lain: mengubah cara kita melihat kerasukan dari sesuatu yang mengerikan menjadi sesuatu yang manusiawi, bahkan menyentuh. Wregas nggak hanya bikin film yang nghibur dan absurd, dia bikin film yang nyusruk ke dalam, nggak perlu jarum atau mantra, cukup cerita tentang orang-orang yang berusaha menyembuhkan diri sendiri sambil menyembuhkan orang lain. Dalam dua jam itu, kita belajar bahwa kebahagiaan orang lain dimulai dari perdamaian diri sendiri, dan itu adalah pelajaran yang lebih berguna dari seribu kata motivasi di Instagram. Film ini adalah bukti bahwa sinema Indonesia bukan hanya mampu bersaing di panggung dunia, tapi juga punya sesuatu yang unik untuk dibicarakan.

Skor Sobekan Tiket Bioskop: 5/5
Cocok untuk: pengikut setia film-film pendek dan panjang dari Wregas Bhanuteja




Genre: Drama
Asal: Indonesia
Durasi: 1 jam 59 menit
Sutradara: Wregas Bhanuteja
Penulis Naskah: Wregas Bhanuteja, Defi Mahendra, Alicia Angelina
Pemain: Angga Yunanda, Maudy Ayunda, Anggun

- sobekan tiket bioskop tanggal 26 April 2026 -

Komentar