Yohanna - Ulasan
Sinopsis
Film Yohanna (2024) merupakan karya sutradara Razka Robby Ertanto yang membawa angin segar bagi sinema independen Indonesia melalui eksplorasi realisme sosial yang mendalam. Sinopsis Yohanna mengikuti perjalanan seorang biarawati muda di Sumba yang menghadapi krisis iman dan dilema moral ketika harus berhadapan dengan realitas kemiskinan serta eksploitasi anak di sekitarnya. Dengan latar pemandangan Sumba yang eksotis namun menyimpan sisi kelam, film ini menggambarkan perjuangan Yohanna dalam mencari makna pengabdian di tengah masyarakat yang terpinggirkan. Sebagai sebuah drama kontemplatif, Yohanna menawarkan perspektif jujur tentang spiritualitas, kemanusiaan, dan keberanian untuk melakukan perubahan kecil di tengah sistem yang tidak adil.
Ulasan
Awalnya gue cukup semangat untuk menonton film ini, mengingat film ini meraih banyak penghargaan. Mulai dari menang di festival film JAFF tahun 2024 di kategori Best Film, Best Directing, Best Storytelling, Best Actress, dan Best Cinematography sampai Film Pilihan Tempo tahun 2025 di kategori Film Pilihan Tempo dan Best Actress. Di internasional, film Yohanna dinominasikan dalam kategori Big Screen Award di International Film Festival Rotterdam tahun 2024.
Tapi sayangnya gue sangat nggak suka dengan filmnya lantaran naskahnya yang berantakan dan seakan setengah jadi. Mulai dari dialog yang terlihat malas sampai dengan perpindahan jalan cerita yang terlalu dramatis dan seakan membuat Sumba jadi daerah yang sangat tidak aman dan berbahaya. "Suster tahu dari mana? / dari Youtube" adalah salah satu interaksi antara si suster dan karakter anak kecil, sangat menggambarkan antara si penulis naskah terlalu malas atau terlalu mabuk.
Tapi sayangnya gue sangat nggak suka dengan filmnya lantaran naskahnya yang berantakan dan seakan setengah jadi. Mulai dari dialog yang terlihat malas sampai dengan perpindahan jalan cerita yang terlalu dramatis dan seakan membuat Sumba jadi daerah yang sangat tidak aman dan berbahaya. "Suster tahu dari mana? / dari Youtube" adalah salah satu interaksi antara si suster dan karakter anak kecil, sangat menggambarkan antara si penulis naskah terlalu malas atau terlalu mabuk.
Kesimpulan
Pada akhirnya, sederet penghargaan mentereng ternyata nggak menjamin sebuah film bakal terasa "matang" secara eksekusi naskah. Yohanna bagi gue gagal menjembatani isu sosial yang penting dengan narasi yang masuk akal, malah terjebak pada dramatisasi yang terasa dipaksakan dan dialog yang bikin dahi berkerut. Sangat disayangkan, visual Sumba yang cantik jadi terasa sia-sia karena tidak didukung oleh pondasi cerita yang kuat. Film ini jadi pengingat kalau riset dan penulisan naskah itu tetaplah jantung dari sebuah film, terlepas dari seberapa besar pesan kemanusiaan yang ingin disampaikan atau seberapa banyak piala yang sudah dibawa pulang.
Skor Sobekan Tiket Bioskop: 2/5
Cocok untuk: pecinta film dama, khususnya berlatar Indonesia timur
Genre: Drama
Asal: Indonesia
Durasi: 1 jam 25 menit
Sutradara: Razka Robby Ertanto
Penulis Naskah: Razka Robby Ertanto
Pemain: Laura Basuki, Kirasa Putri Grasela
- sobekan tiket bioskop tanggal 11 April 2026 -
Penulis Naskah: Razka Robby Ertanto
Pemain: Laura Basuki, Kirasa Putri Grasela
- sobekan tiket bioskop tanggal 11 April 2026 -



Komentar
Posting Komentar