16 March 2017
0 kritik

Gold

"Drama dengan kisah yang sangat menarik, meski harus bersabar dengan alur yang terlalu panjang"

Kenny Wells, seorang pebisnis yang terobsesi pada emas, sedang berada pada masa terpuruknya tahun 1988. Dia pun mengontak seorang teman lama, Mike Costa, seorang geologis yang tenar karena berhasil menemukan tambang tembaga di Indonesia. Mereka berdua mengadu peruntungan untuk mencari emas di Kalimantan. Di saat modal untuk mencari sampel bebatuan semakin tipis, Mike memberikan kabar gembira bahwa mereka menemukan emas. Saham perusahaan mereka pun melonjak drastis, para investor memburu mereka untuk ikut menanamkan modal. Namun di puncak kemenangan, Kenny Wells mendapat kabar yang akan mengubah hidup mereka selamanya.

Film ini terinspirasi dari kisah nyata seorang pebisnis emas dan seorang geologis dalam skandal penipuan yang dikenal sebagai Bre-X Scandal. Setiap perjalanan kisahnya diadaptasi dengan baik ke dalam layar lebar, kecuali penggambaran karakternya yang dibuat fiktif. Yang menarik bagi penonton Indonesia jelas adalah latar film ini yang berada di Indonesia - meski ternyata mereka menggunakan lokasi (dan para aktor lokalnya) di Thailand. Lebih menarik lagi ketika mereka menyelipkan kisah Soeharto dan anak bungsunya ke dalam film, yang perlu penelitian lebih dalam apakah benar subplot ini diadaptasi dari kisah nyatanya.



Sepintar, film ini hendak menggambarkan jatuh-bangunnya menjalani usaha sesuai idealisme hidup. Bisa saja mereka yang menjalaninya dan mendapatkan keuntungan bagaikan menang lotere, tampak bahagia dan gegap gempita. Namun ternyata Gold berbicara lebih gelap daripada itu. Meski babak kedua film ini terbilang cukup lambat dan nyaris membosankan dengan berbagai subplot bisnis, babak ketiganya jelas membuat mulut menganga bagaikan twist pecah macam Shyamalan. Pada titik ini yang membuat Gold menjadi film yang kembali menarik, seperti babak pertamanya.

Sayang memang Gold tidak dapat mencapai potensinya dengan maksimal. Ada beberapa bagian yang terlalu panjang, sehingga memancing kebosanan tersendiri. Cara berceritanya pun terkesan berjalan lamban, meski terlihat sekali usaha untuk mempercepatnya dengan subplot bisnis yang melibatkan banyak uang. Jelas dibutuhkan kesabaran ekstra agar akhirnya dapat sampai pula pada bagian yang paling menarik, yaitu ketika keadaan berbalik dan menjauhi formula narasi yang standard dan tradisional.



USA | 2016 | Drama | 120 mins | Scope Aspect Ratio 2.35 : 1

Rating?
7 dari 10

- sobekan tiket bioskop tanggal 16 Maret 2017 -

----------------------------------------------------------
  • review film gold
  • review gold
  • gold movie review
  • resensi film gold
  • resensi gold
  • ulasan gold
  • ulasan film gold
  • sinopsis film gold
  • sinopsis gold
  • cerita gold
  • jalan cerita gold

0 kritik:

Post a Comment

 
Toggle Footer
Top