19 March 2017
One kritik

Beauty and the Beast

"Cerita, visual, dan musikal yang lebih megah dan lebih manis dari versi animasinya"

Seorang pangeran yang telah dikutuk menjadi The Beast harus tinggal di dalam istananya sampai dia menemukan cinta sejati. Hidupnya menjadi berubah ketika akhirnya ada seorang wanita yang masuk ke dalam istananya. Belle yang tadinya hanya menggantikan ayahnya yang ditangkap oleh The Beast, melihat ada sesuatu yang baik di dalam hatinya. Namun kisah romansa mereka harus dikejar oleh waktu ketika penduduk desa yang dipimpin oleh Gaston ingin membunuh The Beast yang dilihat sebagai ancaman.

Akhirnya tiba juga adaptasi live-action dari dongeng karya Disney yang kita tunggu-tunggu, setelah Maleficent (2014) dan Cinderella (2015). Dari banyaknya versi dongeng asal Perancis ini yang pertama kali dibuat oleh Gabrielle-Suzanne Barbot de Villeneuve pada tahun 1740, adaptasi ini mengikuti kisah dari versi animasinya tahun 1991. Sama mengangkat konsep musikal serta menghidupkan karakter benda-benda istana yang dapat berbicara, hasil adaptasi ini bisa dibilang mampu menyamai - bahkan melebihi - versi aslinya dengan megah dan penuh dengan hati.


Sebagai penonton versi animasinya, jelas gue berharap banyak dengan film ini. Meski gue sempat memandang sebelah mata di awal film, tetapi ternyata kekhawatiran gue hilang sekejap pada segmen "Belle" yang memulai film dengan musikal dan koreografi yang luar biasa. Yes, tipikal pembukaan film musikal yang mewah dan elegan semacam "Another Day of Sun"-nya La La Land (2016). Sampai pada akhir, versi 2017 ini sangat setia pada materi orisinilnya dan jelas tidak membuat kecewa mereka yang menonton versi animasinya. Beberapa detil memang berbeda karena disesuaikan dengan jaman atau malah ditambahkan tetapi menjadi sangat logis dan masuk akal. Intinya, dari segi cerita, gue sangat sangat suka dengan versi terbarunya ini.


Versi baru musikalnya juga tidak kalah mencengangkannya. Kecemasan gue akan bagaimana jadinya segmen "Be Our Guest" juga sirna, dengan melihat bagaimana dalam versi ini dibuat dengan sangat megah dengan visual yang menakjubkan. Menariknya, fans Moulin Rouge! (2001) akan sedikit bersorak mendengar ada sedikit melodi Final Song dalam segmen Be Our Guest - siapa lagi kalau bukan gegara Ewan McGregor yang menjadi Lumiere dan bernyanyi penuh dalam segmen ini. Selain itu, ada beberapa lagu baru juga yang dibuat khusus untuk versi live action ini - yang tidak kalah indah dan penuh hati pula.

Secara keseluruhan, Beauty and the Beast berhasil menjadi film mandiri yang megah dan sangat menghibur. Jika memang harus dibandingkan dengan versi animasinya, pendek kata jelas versi ini mampu mengimbangi bahkan melebihi versi orisinilnya. Cukup jarang ada satu film yang bisa memberikan varian emosi yang bermacam-macam, mulai menyenangkan, lucu, kesal, hingga sedih - dan semua ini bisa dirasakan dengan penuh hati dalam film berdurasi 130 menit ini. Beauty and the Beast bukan saja menjadi film yang menghibur, tetapi film yang menghangatkan hati dan dibungkus dengan musikal yang menyentuh dan megah.



USA | 2017 | Fantasy / Musical | 130 mins | Scope Aspect Ratio 2.35 : 1

Rating?
9 dari 10

- sobekan tiket bioskop tanggal 19 Maret 2017 -


----------------------------------------------------------
  • review film beauty and the beast
  • review beauty and the beast
  • beauty and the beast movie review
  • resensi film beauty and the beast
  • resensi beauty and the beast
  • ulasan beauty and the beast
  • ulasan film beauty and the beast
  • sinopsis film beauty and the beast
  • sinopsis beauty and the beast
  • cerita beauty and the beast
  • jalan cerita beauty and the beast

1 kritik:

  1. boleh tukeran link? link agan udah saya tambahkan, terima ksih..:)
    http://beautyrockin.blogspot.co.id/

    ReplyDelete

 
Toggle Footer
Top