06 October 2015
0 kritik

The Walk

"Biografi berdasarkan kisah nyata yang tidak hanya menegangkan, tetapi juga menetapkan standar baru dalam pengalaman menonton 3D"

Drama biografi yang berdasarkan kisah nyata ini menceritakan tentang Philippe Petit, seorang akrobatik yang menjadi satu-satunya orang di dunia yang menyeberangi puncak menara WTC setinggi 110 lantai diatas kabel. Awal mulanya ia adalah seorang akrobatik jalanan yang mencari nafkah di jalanan kota Paris, yang kemudian bermimpi untuk dapat berjalan diatas kabel diantara dua menara WTC. Dalam perjalanannya, ia tidak hanya berlomba dengan waktu untuk dapat menuntaskan rencananya, tetapi juga meyakinkan teman-temannya dan juga menghadapi keraguan yang selalu datang - bahkan di langkah pertamanya diatas kabel setinggi 417 meter.

Sutradara dan penulis naskah Robert Zemeckis telah kembali! Ini adalah film biografi pertama yang beliau kerjakan, namun tetap dengan sentuhan klasiknya yang penuh dengan drama menyentuh hati serta humor yang pas dan sangat meringankan suasana. The Walk pun menjelma menjadi salah satu drama biografi yang jauh dari membosankan, melainkan penuh dengan ketegangan dan terbayar tuntas dengan aksi Philippe Petit menyeberangi dua menara World Trade Center, sebanyak 8 kali bolak-balik. 



Untuk pada fans Joseph Gordon-Levitt siap-siap terpukau dengan penampilan primanya. JGL berhasil menjelma sebagai seorang Perancis lengkap dengan aksennya yang sangat natural. Bisa dibilang ini adalah salah satu penampilan terbaik JGL selama karir filmnya. Dirinya sukses dalam menggambarkan karakter Philippe Petit yang penuh dengan mimpi, berkeinginan keras dalam mencapai tujuan, serta kepribadiannya yang gelap yaitu terkadang hanya fokus pada dirinya sendiri.

The Walk juga menjadi standar baru dalam film dengan teknologi 3D, setidaknya setelah Hugo. Bagaimana cara terbaik untuk menggambarkan seseorang yang berada di ketinggian yang sedang menyeberangi dua menara kembar WTC? Tentunya dengan teknologi 3D dengan kedalaman di latar belakang ditambah dengan efek pop-out yang memanjakan mata. Robert Zemeckis benar-benar berusaha untuk membuat para penontonnya merasakan apa yang Philippe Petit rasakan ketika berada di ketinggia 417 meter. Bahkan rumornya ada beberapa penonton yang merasakan vertigo ketika pemutaran perdana di New York.


Film ini jelas bukan hanya menceritakan kembali kisah hidup Phillippe Petit, tetapi Robert Zemeckis menjadikannya sebagai sebuah perayaan visual - terutama pada teknologi 3D. Film ini tidak di-syut dengan kamera 3D, melainkan hanya mengandalkan post-conversion dan efek visual untuk mendapatkan efek berada di ketinggian, atau efek pop-out yang cukup mengagetkan. Jelas sebuah film yang sangat sayang untuk dilewatkan di layar lebar dengan teknologi 3D.



USA | 2015 | Drama / Biography | 123 mins | Scope Aspect Ratio 2.35 : 1

Rating?
8 dari 10

Scene During Credits? Tidak

Scene After Credits? Tidak

Wajib 3D? Yes

Wajib 4DX? Yes

Wajib IMAX? YES!

- sobekan tiket bioskop tanggal 6 Oktober 2015 -

0 kritik:

Post a Comment

 
Toggle Footer
Top