04 October 2015
0 kritik

Pan

"Kisah prekuel dari Peter Pan yang jauh dari karakter asli Pan"

Film ini mengisahkan kisah awal mula bagaimana seorang anak bisa menjadi seorang tokoh legendaris Peter Pan. Pada awalnya, seorang anak yatim piatu berumur 12 tahun, Peter, diculik oleh kawanan bajak laut ke negeri Neverland. Dirinya pun terjebak dalam perseteruan abadi antara bajak laut kejam, Blackbeard, dengan penduduk asli Neverland dan kerajaan Peri. Apalagi Peter disangka menjadi seseorang yang menurut ramalan dipercaya dapat mengalahkan Blackbeard dan membawa kedamaian di negeri Neverland.

Sebagai seseorang yang menjadikan karakter Peter Pan sebagai salah satu referensi dalam topik skripsi, gue menjadi mengagumi tokoh fiktif ini. Film Peter Pan (2003) dan Hook (1991) pun menjadi film favorit gue dalam menggambarkan karakter anak yang tidak pernah beranjak dewasa tersebut. Apalagi kedua film tersebut cukup sempurna dalam menggambarkan keadaan sekarang dan "masa depan" tentang Peter Pan. Kali ini film arahan Joe Wright ini mengusulkan sebuah kisah "origin" mengenai bagaimana seorang Peter bisa menjadi Peter Pan.



Ide dasar Pan (2015) ini memang cukup menarik. Seorang anak yatim piatu yang diculik oleh bajak laut, dan menjadi buah ramalan negeri Neverland, apalagi mengetahui siapa sebenarnya orang tua dari Peter Pan. Tentunya ide dasar siapa orang tua Peter Pan ini jelas adalah sebuah ekstensi dari dongeng asli yang dicetuskan oleh J.M. Barrie yang tidak pernah secara eksplisit menjelaskannya. Namun sayang sekali, film ini dieksekusi dengan sangat lemah sehingga alur dan tempo cerita menjadi sedikit berantakan.

Menonton Pan jelas harus bersabar banyak. Tempo cerita kadang bisa berjalan sangat lambat, untuk kemudian di saat yang tidak tepat tempo bergerak melaju sangat cepat. Sehingga terkesan bahwa si pencerita tidak sabat untuk membawa penontonnya cepat-cepat ke plot baru tanpa perkembangan cerita apapun. Belum lagi karakter Pan yang digambarkan cukup jauh dari karakter Pan yang gue kenal. Di film ini sayang sekali Pan digambarkan sebagai seorang anak kecil yang sangat ragu, dan jauh dari karakteristik naif dan seorang pejuang.


Tapi memang Pan adalah sebuah film yang sayang untuk dilewatkan di layar lebar. Visualnya memang mengagumkan, meski sedikit banyak mengingatkan pada dunia Avatar yang diciptakan oleh James Cameron. Rasanya 3D-nya tidak begitu memanjakan mata, sehingga ditonton di layar 2D juga rasanya sudah cukup.



USA | 2015 | Adventure / Family / Fantasy | 111 mins | Scope Aspect Ratio 2.35 : 1

Rating?
6 dari 10

- sobekan tiket bioskop tanggal 4 Oktober 2015 -

0 kritik:

Post a Comment

 
Toggle Footer
Top