30 April 2014
7 kritik

The Amazing Spider-Man 2

"Sekuel yang melampaui prekuelnya, bahkan versi trilogi orisinilnya, lewat sederet adegan aksi dan kuatnya kisah romansa yang ada"

Peter Parker yang selalu mengalami konflik besar antara kehidupan pribadi dirinya atau tanggung jawab Spider-Man, menghadapi ujian terberatnya kali ini. Dengan meningkatnya intensitas hubungan dengan Gwen Stacy, Peter masih terbayang-bayang perkataan terakhir ayah Gwen yang memperingatkannya akan bahaya orang-orang yang berada di sekelilingnya. Dilema pun tidak dapat dihindarkan, antara menjalani hubungan dengan Gwen sebaik mungkin atau melayani kota New York yang membutuhkan Spider-Man nyaris setiap hari. Belum lagi rahasia-rahasia Oscorp yang lama-lama terkuak setelah Peter menelusuri misteri kematian orang tuanya, dimana kebanyakan musuh-musuh Spider-Man memiliki hubungan dengan perusahaan teknologi terbesar itu. 

Gue pribadi bersyukur pada kehadiran Marc Webb yang menyutradarai remake serial The Amazing Spider-Man ini yang terlihat lebih mengagumkan. Adegan-adegan aksinya yang lebih seru lewat efek visual yang luar biasa. dan adegan aksi yang banyak. Selain itu Spider-Man juga mengajak penonton untuk berayun-ayun dari satu gedung ke gedung lainnya. Berkali-kali! Kisah cinta antara Peter Parker dan Gwen Stacy pun menjadi sangat romantis dengan gaya nyeleneh dan selera humor yang cerdas ala dua karakter ini. Benar bahwa film (500) Days of Summer (2009) menjadi modal yang signifikan dalam meramu kisah romansa yang sangat manis dalam serial terbaru Spider-Man ini.




Gue sudah pernah membahas lebih dalam mengenai kisah cinta remaja yang manis antara Peter-Gwen dalam ulasan gue tentang The Amazing Spider-Man (2012) disini. Di sekuelnya ini, kisah cinta tersebut dibawa ke level yang lebih tinggi. Dilema antara kehidupan pahlawannya atau perasaannya terhadap Gwen, membuat Peter berada dalam konflik batin yang cukup serius. Tapi interaksi mereka berdua dalam layar, terutama ketika mereka berdua sedang berpacaran, selalu romantis dan manis-manis awkward. Chemistry diantara mereka berdua sangat kuat, sehingga mudah bagi penonton untuk merasakan emosi dua karakter ini. Permainan emosi ini yang menjadi modal besar bagi penonton untuk merasakan ketegangan yang berarti di klimaks film. Buat penggemar Emma Stone *tunjuk jari* bersiaplah untuk iri dengan Andrew Garfield yang mendapat beberapa kali kesempatan untuk menciumnya :(


Adegan aksinya menurut gue luar biasa. Tidak terhitung berapa kali Spider-Man beraksi untuk menumpas kejahatan dan berayun-ayun diantara gedung-gedung New York. Penjahat utama dengan kekuatan super saja ada tiga; Electro, Green Goblin, dan Rhino. Apalagi Marc Webb benar-benar memanjakan penontonnya lewat adegan-adegan slow motion sehingga penonton dapat menikmati setiap gerakan dan efek visual yang ada. Serpihan-serpihan pada saat perkelahian Spider-Man melawan musuh-musuhnya juga tampak menjadi nyata lewat 3D, meski hanya hasil konversi. Jelas untuk para pecinta film aksi, dijamin TASM2 ini akan sangat memuaskan - dan nagih! Menikmati film ini lewat layar selebar mungkin, atau kursi yang bisa bergoyang, jelas menjadi keasyikan tersendiri. Belum lagi setiap adegan aksinya ditemani oleh scoring yang sangat asyik hasil arahan Hans Zimmer, ditambah dengan beberapa soundtrack yang catchy dan dramatis.


Rasanya jarang bagi gue untuk merasa sangat puas terhadap film hasil remake atau film sekuel. Walaupun jalan cerita yang standard dan predictable, film ini sangat eye-and-ear-candy dalam memuaskan mata dan telinga penonton. Gaya bercerita dan kontek kisahnya sendiri dalam TASM2 ini jelas akan menghapus memori anda akan Spider-Man versi Sam Raimi dan Toby McGuire. Apalagi kekuatan karakter yang dibawakan oleh Andrew Garfield dan Emma Stone sukses menggerakkan jalan cerita dan memberikan kedalaman emosi tersendiri dari awal hingga akhir film ini. Dan gue ga sabar untuk nonton film ini lagi entah di IMAX atau 4DX.



USA | 2014 | Action / Superheroes | 142 min | 2.35 : 1

Rating?
8 dari 10

Scene During Credits? YA (ada trailer spesial dari X-Men: Days of Future Past)

Scene After Credits? TIDAK

Wajib 3D? YA (tidak shot in 3D, tapi konversi 3D-nya membuat pertarungan Spider-Man dengan lawan-lawannya menjadi lebih hidup)

Wajib IMAX / 4DX? YA (tidak shot in IMAX, tapi akan banyak adegan dimana penonton akan mengikuti Spider-Man berayun-ayun dari gedung ke gedung - yang akan terasa maksimal dengan kursi 4DX)

- sobekan tiket bioskop tanggal 30 April 2014 -

Easter Egg!
Di ending credits, ketika lagu "It's On Again" oleh Alicia Keys feat. Kendrick Lamar, buka app Shazam dan perdengarkan lagu tersebut. Maka akan muncul link yang merujuk pada gambar-gambar teaser tentang kemunculan Sinister Six selanjutnya (yang mungkin akan muncul di sekuel ketiga), dan rencana spin-off yang akan muncul dari serial The Amazing Spider-Man.

7 kritik:

  1. NOOOOO!! HOW DARE YOU KILLED GWEN!!!

    seriously, adegan matinya si gwen salah satu adegan mati dramatis yg pernah gw tonton.

    or maybe because it's emma stone. maybe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. WOOOOI JANGAN SPOILER! ahahaha parah lo! gue udah mati-matian ga spoiler diatas, di komen malah spoiler ahahahaha.

      Tapi yes, mata gue basah pas Gwen. Emma Stone!!!! ARGH!

      Delete
    2. Why ohh whyy .. gwennn ... ;(

      Delete
    3. meh. sapa yg baca comment sih mo hahaha.

      DAMMIT PAS KELUAR DARAH DI IDUNG GW HISTERIIISSSS (tp dalem ati)

      Delete
    4. tapi katanya memang kalo di komik, Gwen matinya begitu. huhu. jadi nyesel kenapa dipasang Emma Stone ya disana. harusnya jadi Mary Jane aja biar ga mati huhuhuhuhu

      Delete
  2. nhah! maybe you can answer my question then. matinya kenapa sih? punggung patah? atau mati kaget? thanks a lot for your kind attention...

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hm. Jatuh dari ketinggian yang cukup tinggi, rasanya banyak sebab. Secara gue ga familiar dengan hal-hal medis, rasanya syok dan patah tulang mungkin logis :P

      Delete

 
Toggle Footer
Top