07 April 2014
2 kritik

Captain America: The Winter Soldier

"
"Dengan kompleksitas dan kedalaman cerita, ini menjadi salah satu film terbaik dalam Marvel Cinematic Universe"

Setelah beku selama 50 tahun, Kapten Steve Rogers harus beradaptasi di dunia modern Amerika yang memiliki ancaman yang lebih kompleks daripada dunia hitam-putih di masa lalu. Captain America harus menghadapi ancaman yang menyerang S.H.I.E.L.D., terutama direktur Nick Fury yang terancam nyawanya. Kali ini ancaman utamanya adalah pembunuh bayaran misterius yang dijuluki Winter Soldier, yang berhubungan erat dengan masa lalu Captain America. Winter Soldier yang memiliki kekuatan super juga, tidak hanya berniat membunuh Captain America, tetapi juga akan mengubah wajah S.H.I.E.L.D. untuk selama-lamanya.

Ini adalah film ke-9 dari Marvel Cinematic Universe (MCU), dan film ke-3 semenjak para pahlawan super berkumpul dalam The Avengers (2012). Setelah melihat sepak terjang Iron Man dan Thor setelah kejadian dahsyat di New York, kini MCU menilik kehidupan Capt. America lebih dalam lagi. Tidak hanya mengupas sisi psikologis dan idealisme yang coba digoyahkan oleh modernitas, tetapi Capt. America juga dihadapkan dengan ancaman kejahatan yang lebih kompleks.

Di era Perang Dunia II, musuhnya hanya satu dan sangat jelas; Nazi Jerman. Tetapi di era modern, seperti yang direferensikan lewat film Skyfall (2012) dan Jason Bourne, musuh kita semua jauh lebih tersamar dan tak terlihat. Melewati era spionase yang terjadi selama perang dingin, kini agen-agen rahasia pun malah semakin tersamar. Konsep ini yang ingin dibawa oleh sekuel dari Captain America, dan ditabrakkan dengan latar belakang karakter Capt yang berasal dari era klasik.



Perbenturan idealisme dan moral antara Capt dengan situasi era modern ini yang menjadi titik gravitasi utama dalam The Winter Soldier. Hal tersebut bahkan menjadi bumbu yang sangat menarik, dan menjadi hal pembeda diantara film-film MCU lainnya. The Winter Soldier tidak hanya diberkahi oleh adegan-adegan aksi yang fantastis, tetapi juga diberikan kedalaman cerita oleh bumbu tersebut. Sepertinya memang Marvel ingin mengikuti trend film superhero yang kini tidak hanya menyajikan rentetan adegan aksi saja, tetapi juga memberikan kedalaman cerita yang kompleks.

Tameng sebagai senjata utama dari Capt mungkin seakan defensif dan kurang dapat memberikan efek serangan berarti pada musuh. Tetapi duet sutradara Anthony Russo dan Joe Russo mencoba memberikan beragam fungsi baru bagi tameng buatan Howard Stark tersebut agar menjadi senjata yang destruktif. Hasilnya memang sangat luar biasa dan masih masuk akal melihat bagaimana cara Capt menggunakan tameng tersebut dapat menghancurkan pesawat terbang canggih. Selain itu, Russo brothers juga meminimalisir penggunaan efek CGI dan hanya mengandalkan efek-efek praktis. Adegan-adegan aksi yang ada dijaga seotentik mungkin dengan penggunaan efek CGI yang minim, sehingga menjadikan setiap adegannya jauh lebih menegangkan.


Dengan jalan cerita yang dibawa dalam The Winter Soldier ini jelas akan menentukan arah baru pada film-film MCU setelah ini. Akan terbayang betapa akan jauh lebih kelam perjuangan para superhero setelah ini, dan bagaimana The Avengers 2: Age of Ultron (2015) akan jauh lebih mencekam. Sementara itu, The Winter Soldier jelas menjadi salah satu film terbaik dan menjadi standar baru dalam deretan film-film MCU.


USA | 2014 | Action / Superheroes | 136 min | Aspect Ratio 2.35 : 1

Rating? 
8 dari 10

Scene During Credits? Ya

Scene After Credits? Ya
Wajib 3D? Tidak (film ini tidak disyuting dalam format 3D, dan kurang memiliki konsep 3D)

Wajib 4DX? Relatif (ada 2-3 adegan, khususnya carchase, yang akan asyik jika duduk dalam kursi yang dapat bergoyang mengikuti adegan)

Wajib IMAX? Tidak (film ini tidak disyuting dalam format IMAX)

- sobekan tiket bioskop tanggal 7 April 2014 -

2 kritik:

  1. trims buat info soal apakah film lebih enak dinikmati dgn 4DX ataupun IMAX :)

    ReplyDelete

 
Toggle Footer
Top