19 July 2013
0 kritik

Turbo

"Diluar idenya yang absurd, film ini tetap menghibur denga visualnya yang apik"

Seekor siput yang biasa bekerja di kebun tomat bermimpi untuk mengikuti lomba balap mobil Indy 500. Setiap malam begadang di garasi untuk menonton perlombaan Indy 500, membuat Theo atau yang diminta dipanggil Turbo mengidolakan Guy Gagne si juara satu berturut-turut. Sayang, impiannya untuk menjadi cepat dan bersaing dengan mobil-mobil balap berkecepatan 200mph ditertawai oleh rekan-rekan siput yang lain, khususnya kakak kandungnya, Chet. Ketika Theo mengalami kecelakaan aneh yang berhubungan dengan NOS, dirinya menjadi seakan siput mutasi yang memiliki fungsi-fungsi mobil, termasuk kecepatan. "Bakatnya" ditemukan oleh seorang penjual Taco yang membawanya ke sirkuit Indy 500. Theo pun harus membuktikan bahwa tak ada mimpi yang terlalu besar dan tak ada pemimpi yang terlalu kecil.

DreamWorks Animation lewat film-filmnya memang masih sanggup mengimbangi persaingan di ranah film animasi, yang telah diramaikan oleh Pixar dan rumah produksi yang sedang naik daun, Illumination. DreamWorks juga memberikan visual treat yang tidak kalah cantiknya lewat Turbo. Namun sayang, konsep 3D yang diusung tampak tidak begitu berarti di layar lebar. Tetapi permainan warna dan hasil grafis animasinya memang cukup mengagumkan.



Film ini memang dibuat khusus untuk anak-anak, atau setidaknya untuk orang dewasa yang membawa serta anaknya. Mungkin ini salah satu sebabnya mengapa saya tidak begitu menikmati setiap lelucon yang ada dalam film ini. Beberapa adegan memang kocak dan komikal, tapi tidak cukup untuk membuat saya tertawa terbahak-bahak. Subjektif memang, tetapi saya tetap berharap positif untuk dapat terus terhibur hingga akhir film. Memang tampaknya film ini hanya dapat diakses penuh oleh anak-anak yang sedang penuh dengan imajinasi dan impian. Apalagi pesan kuat tentang memiliki dan menghidupi mimpi seaneh apapun sangat baik untuk dicerna oleh anak-anak.

Jika ada hal yang membuat saya kurang dapat menikmati film ini, mungkin karena ide utama film ini yang cukup absurd. Seekor siput yang ikut balapan mobil di sirkuit balap. Ya, sinopsis film ini memang telah menjadi peringatan untuk meninggalkan sebentar otak kita di tempat parkir. Namun mungkin memang saya kurang berusaha keras untuk memahami dan masuk ke dalam dunia Theo/Turbo di dalam sana.


Mungkin iya dan mungkin juga tidak bahwa film ini sangat bergantung pada kebesaran nama-nama pengisi suara. Sebut saja Ryan Renolds, Paul Giamatti, Michelle Rodriguez, Ken Jeong, hingga Samuel L. Jackson. Barisan pengisi suaranya memang menggoda, namun sayang bagaimana para pengisi suara ini tampak kurang dapat menghidupkan karakternya masing-masing. Petunjuknya jelas, seberapa sering wajah Paul Giamatti, atau Ken Jeong, muncul dalam bayangan di pikiran ketika karakternya berbicara di layar. Usaha DreamWorks ini jelas berbeda jauh dengan Pixar yang benar-benar mencari pengisi suara yang cocok dan dapat menghidupkan karakternya, entah seberapa tenar ia atau tidak.

Bagi anda yang ingin mencari hiburan di waktu luang, atau mengisi waktu luang bersama anak atau keponakan, Turbo adalah film yang tepat sembari mengajarkan betapa pentingnya untuk tetap memiliki mimpi sebagai motivasi hidup.



USA | 2013 | Animation / Family | 96 min | 2.35 : 1

Wajib 3D? CUKUP 2D (ya jika anda penggemar balap mobil berhubung adegan-adegan balap mobilnya cukup mengagumkan)

Scene During Credits? YA (di pertengahan ending credits)

Rating?
7 dari 10

- sobekan tiket bioskop tertanggal 19 Juli 2013 -

0 kritik:

Post a Comment

 
Toggle Footer
Top