05 March 2013
0 kritik

Flight

“Drama yang menarik ketika seorang pilot pesawat terbang memiliki kecanduan terhadap alkohol, dan mengalami kecelakaan pesawat terbang, untuk berusaha keluar dari lingkaran ketergantungannya”

Kecanduan alkohol di negara-negara di Eropa dan Amerika Serikat selalu menjadi masalah yang serius. Kecanduan alkohol ini menjadi lingkaran setan bagi berbagai masalah sosial lain yang saling berkaitan seperti pengangguran, kemiskinan, tingkat kecelakaan, dan lain sebagainya. Maka tidak heran banyak orang yang peduli akan masalah sosial ini mencoba mengekspresikan dan menggambarkan betapa fatal akibat dari kecanduan alkohol ini lewat berbagai ekspresi seni, termasuk film. Salah satu film terbaru dari sutradara yang membuat konsep mesin waktu menjadi populer lewat trilogi Back to the Future, Robert Zemeckis kali ini membawa penontonnya ke sebuah drama tentang kecanduan alkohol dengan karakter pilot dan kecelakaan pesawat terbang sebagai konflik utamanya lewat film Flight.

Kapten Whip Whitaker adalah pilot pesawat terbang dengan jam terbang yang cukup tinggi dan kemampuan yang tidak perlu diragukan lagi. Penerbangan 52 menit melintasi daratan AS ditutup dengan kegagalan fungsi horizontal pada pesawat yang menyebabkan pesawat menukik terlalu tajam dan kehilangan ketinggian terlalu cepat. Tindakan heroik dilakukan oleh Kapten Whip untuk meminimalkan korban jiwa dengan mendaratkan pesawat secara darurat di sebuah lapangan kosong. 112 penumpang selamat dan meninggalkan korban jiwa hanya 2 awak pesawat dan 4 penumpang. Kapten Whip disambut bak pahlawan. Namun penyelidikan menemukan fakta tambahan yang cukup mengganggu; Kapten Whip dan seorang awak pesawat dicurigai memiliki kadar alkohol diatas ambang batas dalam masing-masing sampel darahnya.

Robert Zemeckis memang terkenal mampu meramu unsur drama dalam suatu film menjadi suatu hal yang cukup intens dan ampuh menarik rasa ketertarikan penonton, bahkan mereka yang tidak biasa menonton genre drama. Film live-action pertamanya semenjak Cast Away (2000) ini masih konsisten menampilkan ciri khas Mr. Zemeckis tersebut. Sepanjang film memang menampilkan bagaimana kehidupan Kapten Whip pasca-kecelakaan yang bersikap tarik-ulur terhadap keputusannya untuk berhenti minum minuman beralkohol. Kecelakaan pesawat dan meninggalnya empat orang penumpang memang menjadi pemicu yang cukup signifikan dalam keputusannya untuk membuang segala macam minuman beralkohol dalam rumahnya. Namun hasil penyelidikan terbaru yang mengancam karir penerbangannya membuat Kapten Whip kembali ke kecanduannya terhadap alkohol sebagai pelarian dari masalah yang dihadapinya.


 Tarik-ulur ini konsisten terjadi sepanjang film, bahkan klimaks dari film ini pun dititik-beratkan pada adegan tarik-ulur minum minuman keras yang memang cukup membuat penonton gregetan terhadap Kapten Whip. Tarik-ulur yang konsisten digambarkan dan ditekankan oleh Mr. Zemeckis ini seakan gambaran natural mengenai apa yang terjadi pada orang-orang yang memiliki ketergantungan pada alkohol ketika mereka berniat untuk berhenti. Saya bukan pecandu alkohol dan hanya sedikit memiliki pengalaman langsung dengan para pecandu alkohol, jadi saya kurang dapat membayangkan bagaimana proses dinamika para pecandu alkohol ini ketika mereka ingin berhenti. Tapi dalam film ini saya menjadi belajar banyak dan memahami bahwa memang seperti ini proses yang harus dilalui oleh para pecandu alkohol yang ingin berhenti. Kehilangan pekerjaan, tidak diterima oleh keluarga, mengikuti sesi AA (Alcoholic Anonymous) setiap minggu sebagai tambahan dukungan sosial dan membantu mengakui kecanduannya, mencoba berhenti minum minuman beralkohol, namun ketika menemui masalah malah kembali lagi pada alkohol sebagai coping utamanya, dan seterusnya.

Film ini seakan ingin menggambarkan bagaimana efek fatal yang dapat dihasilkan ketika seseorang jatuh pada kecanduan akan alkohol. Selain itu, jelas film ini menggambarkan bagaimana sulitnya seseorang untuk dapat keluar dari kecanduannya, bahkan untuk seorang pilot pesawat terbang yang baru saja mengalami kecelakaan pesawat yang memakan korban jiwa dimana kadar alkohol diatas bayas menjadi salah satu faktornya. Bagi kebanyakan pecandu, alkohol memang menjadi jalan keluar utama untuk menghadapi berbagai masalah dalam kehidupan mereka. Mungkin itu mengapa penulis naskah John Gatins memilih profesi pilot pesawat terbang sebagai latar belakang karakter utama dan pemilihan judul dari film ini; karena ada istilah dalam psikologi populer dalam topik jenis pilihan coping manusia dalam menghadapi masalah: fight or flight. Namun film ini juga menggambarkan betapa penting dan signifikannya dukungan sosial dari orang-orang terdekat. Memang kebanyakan pecandu alkohol yang sudah akut cenderung ditolak dan diusir dari keluarga mereka, yang membuat mereka menjadi tunawisma. Profesinya sebagai pilot pesawat terbang memang membuat kehidupan Kapten Whip aman secara materiil, namun ternyata tidak begitu dalam kehidupan sosialnya. Dalam film ini, Kapten Whip menemukan dukungan sosial tersebut dari seorang pecandu narkoba yang ia temui di rumah sakit. Ketika hubungan mereka memburuk, yang lagi-lagi karena mabuk, pada akhirnya memang Kapten Whip harus mengatasi kecanduannya terhadap alkohol seorang diri.
Film ini adalah tipikal film yang menggunakan karakter anti-hero sebagai karakter utamanya. Tipikal karakter yang jauh dari sempurna untuk dijadikan karakter utama dan penggerak cerita dalam film, yang memaksa penonton membuat definisi ulang tentang apa pengertian dari pahlawan lewat karakter Kapten Whip. Melakukan tindakan penyelamatan yang tidak dapat dilakukan oleh pilot-pilot lain dalam simulasi kejadian yang sama, meminimalkan korban jiwa, namun memiliki kecanduan alkohol yang akut dan film yang didominasi oleh adegan dimana dia mabuk. Tapi pada akhirnya, sebuah keputusan sulit yang sangat berani harus diambil, konsekuensi pun harus diterima, dan penonton akan menemukan definisi alternatif dari pahlawan yang ditawarkan oleh film ini.




Nominated for Best Leading Actor (Denzel Washington), Best Original Screenplay (John Gatins) in Academy Awards, 2013
Nominated for Best Actor (Denzel Washington) in Golden Globes, 2013.

USA | 2012 | Drama | 138 mins | Aspect Ratio 2.35 : 1

Rating?
8 dari 10

- sobekan tiket bioskop tertanggal 5 Maret 2013 -

0 kritik:

Post a Comment

 
Toggle Footer
Top