28 August 2012
0 kritik

The Cabin in the Woods

"Film horor/slasher yang sangat segar dan menyenangkan untuk ditonton, penuh dengan kritikan dan parodi dari film-film di genre yang sama yang formulatif."

Sebuah kabin atau rumah peristirahatan yang jarang digunakan di tengah hutan, kemudian lima anak muda yang datang dengan maksud berlibur harus menyelamatkan diri dengan berdarah-darah dari tangan pembunuh keji. Siapa yang bosan dan muak dengan premis ini, harap angkat tangan! Yak, begitu pula dengan Joss Whedon sang penulis The Avenger dan Drew Goddard yang menulis Cloverfield. Saking muaknya, mereka membuat cerita dengan premis yang formulatif tersebut dengan bumbu humor dan unsur mocking yang kental. Hasilnya adalah sebuah film horor fantastik yang ceritanya tidak akan dapat ditebak baik oleh pecinta film horor/slasher sekalipun dalam film The Cabin in the Woods.

Lima anak muda pergi berlibur di sebuah rumah peristirahatan di tengah hutan. Terisolasi, tidak terlacak dalam GPS, dan tidak ada sinyal HP tampak menjadi sebuah tempat liburan yang sempurna untuk sedikit menyingkir dari rutinitas hidup. Namun ketika pintu gudang tiba-tiba terbuka dan keluarga zombie pembunuh pun bangkit dari kubur, mereka harus menyelamatkan hidup mereka masing-masing. Namun apa yang sedang terjadi ternyata jauh lebih besar dan lebih kompleks dari apa yang terlihat oleh mata. Ternyata mereka semua berada dalam sebuah konspirasi yang mengerikan.

Layaknya film-film horor/slasher formulatif yang ada, sangat mudah untuk mencerna dan menikmati segala hal yang terjadi dalam film ini. Penonton tinggal duduk tenang - dengan sesekali melonjak kaget - dan menerima alur cerita yang berjalan sesuai dengan pakem yang ada. Namun hanya sampai disini, karena duet Whedon dan Goddard memelintir pakem dan formula film horor/slasher secara cerdas dan jenius, sekaligus mengolok-olok formula tersebut dengan humor yang tepat. Hasilnya adalah sebuah film horor/slasher mocked-up yang tampil sebagai alternatif brilian dari film-film di kelompok genre yang sama, lengkap dengan elemen menyeramkan-aneh-sekaligus kocak dalam satu film.

gambar diambil dari sini
Jika ada seorang tua yang memberikan peringatan untuk tidak pergi ke suatu tempat, olok-oloklah dia. Jika ada sesuatu yang mengejar dan ingin membunuh anda, maka berpisahlah dengan teman-teman anda. Jika ada gadis perawan dalam kawanan anak muda, maka dia akan terbunuh paling terakhir. Kira-kira hal-hal formulatif klise ini yang menjadi sasaran empuk untuk di-parodi-kan dengan bungkus yang cerdas dan kocak.

Mungkin cerita dalam film ini adalah bentuk protes atau teriakan kebosanan dari Whedon dan Goddard terhadap genre film horor/thriller yang terkadang terlalu "maksa" dan klise. Mungkin pula cerita dalam film ini adalah parodi atau olokan sekaligus penghormatan tersendiri terhadap beberapa film horor/thriller klasik yang pernah dibuat. Namun duet penulis ini benar-benar mengobrak-abrik berbagai batasan yang ada dalam kelompok genre film tersebut, dengan sebuah film yang seakan memberikan tolok ukur baru.
gambar diambil dari sini
Tidak hanya segi cerita yang formulatif yang menjadi bahan olokan, namun juga formulatif semua karakter yang pasti muncul di sebuah film horor/thriller khas Hollywood. Bahkan kepribadian dan latar belakang dari setiap karakter, sampai pada urutan terbunuhnya para karakter ini di layar, semua tidak lepas dari bahan olokan yang cerdas. Tidak hanya humor-humor praktis, film ini juga menyajikan adegan ultra-violence yang berdarah-darah yang sangat khas dengan film-film horor/thriller klasik.

Jelas bahwa ini adalah film yang sangat tepat dan tidak boleh dilewatkan oleh siapapun, terutama para pecinta film horor/thriller/slasher.



USA | 2011 | Horror / Thriller | 95 Mins | Aspect Ratio 2.35 : 1

Rating?
8 dari 10

- sobekan tiket bioskop tertanggal 28 Agustus 2012 -

0 kritik:

Post a Comment

 
Toggle Footer
Top