21 August 2012
0 kritik

Ice Age: Continental Drift

Siapa yang kangen dengan petualangan Sid, Manny, dan Diego? Atau siapa yang menunggu-nunggu kebodohan dan kerakusan Scrat dalam memburu biji pohon ek? 10 tahun semenjak Sid, Manny, Diego, dan Scrat pertama kali muncul dalam Ice Age (2002), para pengisi suara para karakter utama kita masih bersedia sampai ke seri keempat ini. Dengan perubahan jaman yang cukup signifikan, petualangan baru pun ada di depan mata dalam film Ice Age: Continental Drift.

Pengejaran abadi Scrat terhadap biji pohon ek sampai pada tahap apocalypse, yang berakibat pada pecahnya Pangea (super-continent) menjadi benua-benua yang ada sekarang ini. Terpecahnya daratan luas ini ternyata berdampak pada Sid, Diego, dan Manny yang harus terpisah dari kelompoknya dan terapung-apung di lautan luas diatas pecahan daratan. Petualangan pun bertambah seru ketika Manny dan kawan-kawan harus menghadapi sekelompok bajak laut yang dipimpin oleh orangutan prasejarah, Captain Gutt, yang berusaha keras untuk menghalangi mereka kembali ke rumah.

Visual yang cerah dan detil, serta kekuatan masing-masing karakter utama dalam franchise Ice Age memang menjadi ciri khas tersendiri dalam setiap sekuelnya. Penekanan humor slapstick dan beberapa humor verbal juga masih mewarnai sekuel keempat ini. Plot cerita yang ditampilkan juga cukup sederhana, dan memberikan kesempatan pada karakter-karakter baru untuk tampil dan berdinamika dengan karakter-karakter utama kita. Dengan banyaknya karakter-karakter baru yang muncul, tidak membuat titik gravitasi hilang dari Sid, Diego, dan Manny. Side stories yang ada pun masih mampu mengarahkan penonton pada ketiga karakter utama kita.

gambar diambil dari sini
Entah karena umur yang bertambah atau memang hit-and-miss dari humor yang ada, surprisingly saya hanya menemukan diri saya tertawa tidak lebih dari lima kali sepanjang pemutaran film ini. Berbeda jauh dengan sekuel ketiganya, Dawn of the Dinosaur, yang mampu membuat saya terbahak-bahak untuk beberapa kali. Namun yang menarik untuk diikuti dari film ini adalah side story dari Peaches, anak dari Manny, yang terlibat dalam percintaan dan persahabatan a la remaja. Side story yang lain tentang hubungan Sid dengan neneknya juga cukup menggelikan, serta interaksi antara Diego dengan harimau sabertooth betina Shira juga cukup manis untuk ditonton. Di akhir film, (akhirnya) penonton diberi makna yang sangat bagus terhadap perilaku rakus Scrat yang selalu mengejar biji pohon ek; dimana kehancuran/bencana selalu mengikuti kerakusan.


Setiap film dari Ice Age memang selalu memberikan pelajaran sejarah tentang bumi kepada anak-anak. Mulai dari adanya jaman es, mencairnya jaman es, sampai era dinosaurus. Kali ini di sekuel keempatnya, anak-anak mendapat pelajaran bahwa dulunya bumi hanya terdiri dari satu benua besar, yang disebut dengan Pangea - yang kemudian pecah menjadi benua-benua seperti sekarang ini. Namun sayangnya pelajaran ini kurang akurat secara kontinuiti, mengingat terpecahnya Pangea itu beratus-ratus tahun sebelum jaman es.

gambar diambil dari sini
Yang menarik adalah memperhatikan para pengisi suara di karakter-karakter baru. Ada tiga penyanyi yang ikut mengisi suara dalam film ini, mulai dari Jennifer Loper, Drake, sampai dengan Nicky Minaj. Kalau di sekuel ketiga kita mendengar aktor Inggris Simon Pegg mengisi suara Buck, maka di sekuel keempat ini seakan lengkap ketika penonton mendengar suara aktor rekanan Simon Pegg, yaitu Nick Frost yang mengisi suara Flynn si anjing laut besar.

Walaupun kurang perlu untuk dilanjutkan sampai sekuel keempat, namun film ini untungnya masih mampu mempertahankan citra diri franchise Ice Age dengan baik. Untuk menjaga citra ini dan meninggalkan kesan manis bagi para penggemarnya, semoga sekuel kelimanya tidak pernah dibuat.



USA | 2012 | Animation / Comedy / Family | 88 mins. | Aspect Ratio 2.35 : 1

Rating?
7 dari 10

- sobekan tiket bioskop tertanggal 21 Agustus 2012 -

0 kritik:

Post a Comment

 
Toggle Footer
Top