05 December 2010
One kritik

Monsters

4:53 AM
sobekan tiket bioskop tertanggal 4 Desember 2010 adalah Monsters. Pertama kali gue tahu tentang film ini adalah bagaimana film ini menjadi film pembuka dalam festival tahunan Indonesia International Fantastic Film Festival 2010. Selain itu dari membaca beberapa ulasan tentang film ini, gue semakin tertarik setelah mengetahui bahwa ternyata film ini diproduksi oleh independent label dan hanya memakan budget US$ 200.000.

Enam tahun lalu, NASA menemukan adanya kehidupan lain di tata surya kita. Setelah mengambil sampel kehidupan lain tersebut di salah satu bulan Jupiter, Europa, pesawat ulang-alik tersebut terjatuh di wilayah antara Meksiko dan AS. Lalu bentuk kehidupan baru pun terbentuk dan setengah dari wilayah Meksiko dan AS dinyatakan sebagai Infected Zone. Sampai sekarang, militer Meksiko dan AS masih mencoba menjaga makhluk tersebut di zonanya. Cerita film ini dimulai ketika seorang fotografer asal AS berjanji kepada atasannya untuk mengawal  anaknya yang terjebak di Meksiko untuk menyeberang ke AS melewati Infected Zone dengan selamat.

Ini dia satu lagi film indie dengan tema alien yang datang ke bumi. Tapi jangan buru-buru menilai bahwa nuansa filmnya akan sama dengan Skyline; parade visual efek, alien yang diekspos membunuhi manusia dengan kejam, kejar-kejaran dengan alien, dan sebagainya. Bagi anda yang mengharapkan film ini akan seperti itu, maka bersiaplah untuk kecewa dan ketiduran di tengah-tengah film.

Banyak film yang bercerita tentang bagaimana alien bisa sampai ke bumi, mulai dari pesawat UFO yang rusak dan terpaksa nongkrong di Afrika Selatan, pesawat dan angkutan alien yang sebenarnya sudah tersimpan lama di bawah tanah, UFO yang datang karena dipanggil oleh sinyal radio manusia, sampai UFO yang datang untuk menguasai bumi dan mengambil segala macam sumber daya bumi. Tapi film ini menelurkan ide baru, alien yang datang karena diangkut oleh manusia secara sadar dan sengaja dari habitat asalnya. Sebuah kesalahan terjadi dan alien yang seharusnya dikontaminasi pun menjadi berkembang biak dan menghidupi masing-masing setengah wilayah Meksiko dan AS. Mereka sendiri yang membawa alien tersebut ke bumi untuk dipelajari, mereka juga pun yang berusaha membunuhi dan menjaga populasi alien tersebut. Engga heran kenapa film ini diberi judul seperti itu karena terkadang monster bukan cuma sekedar makhluk raksasa bertentakel. Belum lagi ada beberapa orang yang memanfaatkan keadaan bencana tersebut dengan meraup untung sebanyak-banyaknya.
gambar diambil dari sini
Gue sangat suka bagaimana jalan cerita yang berkembang, dan juga atmosfer yang dibawa oleh film ini. Alih-alih memperlihatkan si alien secara blak-blakan dan membunuhi manusia yang coba membunuhnya, film ini lebih fokus kepada interaksi dan perkembangan kedua karakter utama kita, Samantha dan Kaulder. Kaulder yang kebetulan sedang berada di Meksiko, dipertemukan dengan Samantha yang terluka karena serangan alien ketika sedang menikmati liburannya. Beberapa hari berjalan dan berpergian bersama, sulit rasanya untuk mencegah bumbu-bumbu asmara yang sedikit demi sedikit tumbuh di masing-masing karakter. Satu-satunya hal yang menjadi halangan diantara mereka berdua adalah latar belakang dan orang-orang yang menunggu kepulangan masing-masing dari mereka di AS. Tampak seperti film romantis? Yup, kalau boleh, gue menggambarkan film ini sebagai cerita dimana kedua karakter dari film Before Sunrise/Sunset yang diletakkan di seting dunia pasca-kehancuran dalam The Road, lalu ditambah beberapa ekor gurita raksasa yang meraung-raung dan berjalan kesana-kemari.

Menarik melihat bagaimana film ini menggambarkan suasana Meksiko dan AS pasca kedatangan alien yang memporak-porandakan sebagaian besar wilayah mereka. Rumah-rumah dan gedung-gedung yang hancur lebur, kapal dan pesawat yang berada pada tempat yang tidak wajar, banyak papan petunjuk tentang Infected Zone a la District 9 dan 28 Days/Weeks Later, sampai bagaimana penduduk lokal beradaptasi dengan kehadiran alien diantara mereka. Film ini dengan indah menggambarkan kehidupan penduduk lokal yang mau tidak mau harus hidup di tengah-tengah suara pesawat yang menderu dan tank-tank yang menjaga kota, tanpa tahu bagaimana nasib nyawa mereka di hari selanjutnya. Menarik juga melihat bagaimana penduduk setempat bereaksi terhadap fenomena tersebut yang telah terjadi selama 6 tahun; masker gas menjadi hal yang wajib dimiliki, tugu peringatan terhadap mereka yang meninggal, entah karena alien atau korban pemboman oleh militer, sampai pada mural dan grafiti yang ada di tembok-tembok. Semua ini digambarkan dengan cantik dengan sinematografi yang benar-benar indah dan pemilihan tagline yang tepat; now, it's our turn to adapt.
gambar diambil dari sini
Yang menarik dari film romantis fiksi ilmiah ini adalah, Whitney Able dan Scoot McNairy adalah satu-satunya aktor dan aktris profesional yang berperan dalam film ini. Para figuran yang muncul adalah warga lokal yang kebetulan sedang berada di lokasi saat proses syuting dilakukan. Latar dan seting yang ada dalam film ini juga disyuting di lokasi aslinya, bahkan tanpa meminta ijin terlebih dahulu di beberapa lokasi. Film ini juga dibuat dengan sedikit, bahkan tidak ada, arahan yang detail dari Gareth Edwards, debutnya sebagai sutradara layar lebar yang sekaligus menjadi penulis naskah, sinematografer, dan pengarah efek visual dalam film ini. Kedua pemeran utama hanya diberikan garis besar setiap adegan dan mereka pun berinteraksi secara natural dan penuh improvisasi, baik antara mereka berdua maupun dengan para figuran.
gambar diambil dari sini
Bagi anda yang sudah cukup bosan dengan tipikal film alien yang penuh dengan adegan kejar-kejaran, tembak-tembakkan, dan kengerian melihat tidak lazimnya bentuk alien yang ada; film romantis fiksi ilmiah yang bernuansa melankolis ini sangat dianjurkan untuk masuk dalam daftar playlist. Buat gue sendiri, film ini layak untuk ditonton lebih dari sekali, entah karena ingin merasakan sekali lagi atmosfer indah yang dibangun oleh film ini, atau ingin mengkonfirmasi perdebatan yang ada mengenai hubungan antara adegan awal dan akhir dalam film ini.

Rating?
8,5 of 10

1 kritik:

  1. Blognya saya link ya, relink please :) danielpolitton.blogspot.com

    ReplyDelete

 
Toggle Footer
Top