08 November 2010
One kritik

Due Date

2:48 AM
sobekan tiket bioskop tertanggal 6 November 2010 adalah Due Date. Todd Philips yang sukses membawa The Hangover (2009) menjadi film komedi terbaik di 2009 kemarin, kali ini kembali menyutradari film komedi road trip. Kembali menempatkan Zach Galifianakis tapi kali ini sebagai pemeran utama, bersanding dengan Robert Downey Jr.

Peter Highman (Downey Jr.), seorang pengusaha yang bekerja di Atlanta berusaha untuk pulang ke Los Angeles (yang jaraknya bisa dibilang antara Sabang sampai Merauke) demi bisa berada di sisi istrinya saat melahirkan anak pertama mereka. Namun karena suatu hal, ia tidak bisa naik pesawat (dengan alasan yang rasanya akan jadi spoiler kalau gue ceritakan disini) sehingga ia terpaksa menerima tawaran Ethan Tremblay (Galifianakis) untuk berkendara dengan mobil. Sepanjang perjalanan lambat laun Highman menyadari bahwa "ada yang salah" dengan Tremblay tapi masalahnya Tremblay adalah satu-satunya jalan pulang ia untuk berada di sisi istrinya saat melahirkan.

Cerita road trip dengan orang asing yang ternyata berperilaku di luar batas normal ini mungkin bukan cerita yang asing lagi. Apalagi Todd Philips pernah membuat film Hangover yang sama-sama harus pulang kembali ke rumah untuk berada di sisi istrinya, bahkan karakter Galifianakis di kedua film ini pun rada mirip. Hanya bedanya kalau di Hangover jumlah karakternya berempat dan kebanyakan latarnya di Las Vegas. Sedangkan dalam film ini, selain latarnya benar-benar tempat-tempat yang mereka lewati sepanjang Atlanta sampai Los Angeles, tapi juga hanya mereka berdua (ditambah Sunny, anjingnya Tremblay yang engga kalah anehnya dengan majikannya) yang membuat interaksi antara dua orang yang sangat bertolak belakang ini menjadi menarik untuk disimak.


Tampaknya Philips benar-benar mengekspos dan memanfaatkan kekuatan akting dan kekocakan dari Galifianakis. Mungkin Philips sadar betul bahwa semenjak Hangover, nama Galifianakis menjadi melejit dengan karakter yang ia perankan. Maka dari itu, mungkin, Philips juga memberikan karakter yang rada mirip (hanya dimodifikasi di detil-detil tertentu) kepada Galifianakis; seorang yang memiliki berbagai kebiasaan aneh dengan jiwa anak-anak yang terjebak dalam tubuh orang dewasa (dan berjenggot lebat), serta ternyata merasa kesepian dalam hidup sehingga sangat ingin membangun hubungan pertemanan yang baik dengan orang lain. Rasanya engga ada aktor lain (bahkan Jim Carrey pun tidak menurut gue) yang benar-benar pantas memainkan karakter ini selain Galifianakis. Selain karena faktor fisiknya, Galifianakis benar-benar menghidupkan karakter ini dan menjejalkan ke dalam otak penonton bahwa bisa loh ada orang dengan karakter seperti ini. Atau minimal, karakter Tremblay ini bisa mencakup 10 kebiasaan aneh yang dimiliki oleh 10 orang yang berbeda.
gambar diambil dari sini

Kalau film yang hanya berpusat pada karakter utama yang aneh namun kocak di mata penonton, tentu rasanya menjadi kurang berwarna. Maka diberikanlah karakter Peter Highman ini yang dimainkan dengan baik oleh Downey Jr. Gue suka dengan penggambaran karakter Highman ini, yang bisa dibilang sangat bertolak belakang dengan karakter Tremblay. Peter Highman yang seorang pengusaha sukses, dengan sisi profesionalitas dan kedewasaannya (yang kelewat jauh dibandingkan Tremblay), dan juga memiliki tempramen yang tinggi. Benar-benar bukan tipe orang yang sanggup dan sabar untuk berkendara bersama Tremblay selama 5 hari berturut-turut. Tapi justru itu yang menarik untuk disimak, bagaimana aksi-reaksi baik pada diri Highman maupun Tremblay dalam menghadapi satu sama lain. Terkadang penonton menertawakan bagaimana marahnya Highman pada tingkah laku Tremblay, tapi gue malah merasa hal yang mereka tertawakan adalah hal yang sangat bisa kita temui di kehidupan sehari-hari. Dalam arti kalau kita tertawa dengan tingkah mereka berdua, maka sama saja dengan kita menertawai diri sendiri.
gambar diambil dari sini

Selain itu, hadirnya karakter-karakter lain yang mereka temui sepanjang jalan juga mewarnai film ini. Apalagi munculnya Jamie Foxx yang memberikan side-plot yang memberi kekuatan tersendiri pada jalan cerita.

Menurut gue, rasanya film ini ingin menyampaikan makna yang bisa digali lebih jauh lagi mengenai sebuah hubungan, entah itu persahabatan atau percintaan. Bukan cocok atau tidak cocoknya dari individu-individu yang terlibat, tapi sejauh mana niat individu tersebut untuk mempertahankan hubungan di antara mereka berdua untuk mencapai suatu tujuan tertentu. Lebih jauh lagi, bagaimana mereka mau mempertahankan hubungan tersebut ketika sudah mencapai tujuan tersebut.
gambar diambil dari sini

Dengan humor-humor yang sangat manusiawi dan segar, karakter Galifianakis yang unpredictable - bahkan sampai penghujung film, perjalanan dengan pemandangan yang indah di setiap kotanya, film komedi roadtrip ini layak untuk ditonton lebih dari sekali!

Rating?
8,5 of 10

1 kritik:

  1. Buat agan-agan yg doyan nonton movie di rumah, dapatkan koleksi DVD Movie kualitas Original,cocok utk koleksi,dengan harga sangat terjangkau dan dikemas eksclusive. Update film2 terbaru yang lagi main ataupun yg belum main di bioskop.

    Kunjungi:
    www.MajestyMovie.blogspot.com

    ReplyDelete

 
Toggle Footer
Top