28 October 2010
4 kritik

Paranormal Activity 2

4:47 AM
sobekan tiket bioskop tertanggal 27 Oktober 2010 adalah Paranormal Activity 2. Rasanya baru kali ini gue nonton film sekuel hanya dalam jangka waktu kurang dari 10 bulan sejak gue nonton Paranormal Activity tanggal 11 Desember 2009 yang lalu. Efeknya adalah, gue masih ingat benar jalan cerita dari film pendahulunya ini jadi rada enak untuk mengikuti sekuelnya.

Sebuah keluarga yang memiliki hubungan dengan Katie dan Micah (karakter di film pendahulunya) mengira bahwa rumah mereka yang berantakan telah dimasuki oleh maling. Sang ayah pun memasang sekitar enam kamera pengawas di dalam rumahnya. Kemudian mereka pun menemukan bahwa kejadian yang tertangkap oleh kamera bisa saja mengancam nyawa mereka semua, termasuk si balita.

Ketika nonton film ini, gue cukup sedikit menurunkan ekspektasi gue karena biasanya kemunculan film sekuel adalah karena si pembuat film ingin sekali lagi meraup untung lewat brand image yang sudah diciptakan lewan film pendahulunya. Selain itu, gue juga sudah mempersiapkan diri bahwa adegan horor yang membuat bulu kuduk merinding kurang lebih akan sama dengan film pendahulunya. Tapi ternyata semua kekhawatiran gue tersebut disangkal dengan baik oleh 90 menit hasil rekaman kamera dari film ini.


Film ini bukan saja menyajikan adegan-adegan menyeramkan yang membuat posisi duduk gue sedikit tenggelam diantara bangku bioskop, tapi juga menyajikan adegan-adegan creepy yang tidak disangka-sangka. Kalau masih ingat dengan film pendahulunya, suara-suara creepy yang muncul pun akan lebih mengerikan dan membuat bulu kuduk berdiri. Tapi memang harus gue akui, pola "serangan"nya cukup mirip, ya wajar wong "setan"nya sama *ups, semoga engga spoiler* ;p
gambar diambil dari sini

Harus gue akui, pembuat film ini cukup setia dengan idealisme awalnya ketika membuat film pendahulunya. Apalagi dengan "beban" bahwa film sekuel harus lebih baik daripada film pendahulunya. Film ini terlihat dibuat tidak dengan asal jadi dan dengan cerita yang asal saja yang penting dapat untung. Para pembuat film jelas tidak saja menyajikan kengerian yang berbeda dan berlebih, tapi juga memberikan jalan cerita yang sangat, sangat jenius. Jalan cerita di film ini dibuat untuk melengkapi cerita di film pendahulunya, sehingga rasanya kurang tepat kalau disebut film sekuel. Kenapa si setan menghantui Katie, dan kenapa si setan menghantui keluarga ini, jalan cerita di film ini adalah kunci jawabannya. Rasanya hal ini menambah satu alasan lagi untuk tidak melewatkan film ini di bioskop.

Gue cukup suka dengan penggambarkan para karakter yang muncul di film ini. Seperti yang sudah gue bilang, film sekuel harus "lebih" daripada film pendahulunya. Maka di film ini, tidak tanggung-tanggung, :menghidangkan" lima karakter di atas meja makan untuk "disantap"; sang ayah, sang ibu sang anak remaja perempuang, sang balita, dan sang anjing. Seperti pendahulunya, film dibangun dengan melihat bagaimana kepribadian karakter dan interaksinya dengan karakter lainnya. Pendalaman karakter pun jelas terlihat ketika dimunculkan konflik dan situasi aneh yang terjadi di dalam rumah mereka. Mungkin banyak pemilik anjing sangat mengerti tingkah laku anjingnya lewat gerak-geriknya, atau hampir semua ibu mengerti apa yang dirasakan si balilta walaupun ia belum bisa berbiacara. Tapi lewat film ini, penonton dibuat menjadi sangat peka untuk bisa merasakan apa yang dilihat, didengar, dan dirasakan oleh si anjing dan si balita.
gambar diambil dari sini

Rating?
8 dari 10

4 kritik:

  1. jadi penasaran... (hi, ini bridget yang di Bicara Film)

    ReplyDelete
  2. @thedreamcatcher: halo bridget! salam kenal! thanks udah mampir yah! semoga film ini bakal keluar dalam waktu dekat di Indo :D

    ReplyDelete
  3. gue ma ari harus nonton nih! hahahaha.. secara tahun kmrn dlm hari yang sama kita nonton 3film thriller berturut2.. harus diteruskan kebiasaan ituu *loh.. ahahaha.. liat fotonya aje gue merinding moo..

    ReplyDelete
  4. @lily: yoi li, wajib tonton!

    ReplyDelete

 
Toggle Footer
Top