15 November 2006
2 kritik

Black Dahlia

7:31 PM
sobekan tiket bioskop buat tanggal 15 November 2006 adalah The Black Dahlia...yup, dengan sobekan tiket ini, gue sukses mencetak sejarah dengan EMPAT KALI berturut2 masuk biosokop dalam DUA HARI SEKALI...thx...i'm a freak guy...dan tiga dari empat kali tersebut gue nonton sendirian...yes, i know what ur thinkin'...i'm a pathetic guy...yes..i am freak AND pathetic...

let's forget about that...so The Black Dahlia bercerita tentang penyelidikan pembunuhan calon artis yang tak terpecahkan di Los Angeles pada tahun 1947...dan kejadian selebihnya adalah kisah fiksi...dua detektip, Bucky (Josh Hartnett) dan Lee (Aaron Eckhart), ditugaskan untuk menyelidiki pembunuhan tersebut...tahap demi tahap ditempuh, dan ternyata semakin jauh menyelidiki, semakin banyak fakta-fakta yang mengejutkan diketahui oleh mereka...sampai suatu saat Lee terbunuh, Bucky malah makin bernafsu untuk menuntaskan penyelidikan dan mencari tahu siapa yang membunuh rekan kerjanya...terbunuhnya Lee juga membuat Bucky bisa semakin mesra dengan kekasih Lee, Kay (Scarlett Johansson)...di akhir penyelidikan, Bucky menemukan fakta baru dan dapat menemukan pembunuh artis tersebut dan sekaligus menemukan pembunuh rekannya...

hum...overall ini adalah film yang membosankan...yap...mungkin karena film ini mengadaptasi dari novel karya James Ellroy...novel kriminal mungkin...dan Brian de Palma (Mission to Mars, Mission Impossible), sang sutradara, kurang kreatip dalam menvisualisasikan novel ini ke dalam bentuk film...cerita yang mengalir sangat lambat, dengan dialog2 yang kurang penting...apalagi situs www.imdb.com sangat keras mengkritik film ini...

tapi yang gue suka dari film ini adalah sinematografinya...film yang berlatar belakang jaman jadul ini bener2 ngikutin sinematografi film2 jadul...such as, pas adegan berduaan ma cewe, gambar sengaja dibuat blur dan glowing...ato ga, ada satu adegan dimana Bucky dikenalin ama keluarganya Madeleine (Hillary Swank), kamera pun mengambil sudut pandang si Bucky...dalam arti, penonton seakan-akan menjadi si Bucky itu sendiri, dan satu-persatu berkenalan dengan anggota keluarga Madeleine...selain itu gue suka detail2 dari film ini...background, building, property, wardrobe, even the cars, so 40's...yeah, mungkin Hollywood dah punya banyak stok buat properti2 jadul...

okey, yang membuat gue penasaran pengen nonton pilem ini, meskipun banyak movie-freakers yang dah bilang bahwa film ini sucks ditambah lagi hasil review di www.imdb.com, adalah karena daya jual para pemain2nya...sebut saja Josh Hartnett (Lucky Number Slevin, Black Hawk Down, Pearl Harbor), atau Scarlett Johansson (The Prestige, The Island, Lost In Translation), atau bahkan si aktris pemenang Oscar, Hillary Swank (Million Dollar Baby, Insomnia)...pretty interesting, rite?? yah, mungkin Brian de Palma kurang pol aja dalam menyutradarai film ini...a lot of things can be better...ato mungkin karena beliau bukan dibawah production house yang cukup besar??

there's no my favourite quote from this movie...sorry...

but my rating for this movie is...
5,5 of 10...

2 kritik:

  1. gue kira ini pilem pembunuhan... model2 CSI gt..ato detektip2an.. tnyt bukan.. kok gue lbh ngerasa ni film nonjolin bgt persaingan antara2 detektif yg momentumnya pas dgn tragedi si iis dahlia, eh black dahlia itu..

    cupu deh filmnya.. gue nyesel bgt..
    tp untungnya gue ntn sebelum gue ntn the prestige, jd kekecewaan gue terobati..

    ReplyDelete
  2. This comment has been removed by a blog administrator.

    ReplyDelete

 
Toggle Footer
Top