Sabar Ini Ujian - Disney+ Review



Akhirnya ada filmnya Anggy Umbara yang gue suka! Biasanya gue nggak cocok sama komedinya Anggy tapi khusus di Sabar Ini Ujian sih gue ngakak-ngakak ya. Kayaknya kerecehan gue memang satu frekuensi sama MLI, yang ikutan menggarap naskah dan unsur komedi di film ini. Gue baca review yang bertebaran di lini masa, pada risih sama komedinya Rispo dan Rigen, tapi kok gue malah ngakak-ngakak aja ya. Btw Estelle Linden cakepnya kebangetan ya Allah. 

Iya ini adalah film time loop pertama di Indonesia. Senang akhirnya ada sineas lokal yang mengangkat tema ini ke perfilman nasional, meski premis semacam ini sudah lama malang melintang di Hollywood. Senangnya pun berlipat ganda dengan hasil flim yang juga memuaskan, menghibur dan penuh makna. Oya gue suka banget gimana Anggy masukkin banyak referensi pop culture lokal di sini, lumayan bisa bikin senyum-senyum buat yang ngerti.

Durasi 126 menit memang agak terlalu lama, tetapi rasanya pas untuk mengeksplorasi kehidupan dan hubungan Sabar dengan orang-orang di sekitarnya; mulai dari sang mantan Astrid, sahabatnya, ibunya, sampai ke ayahnya. Beberapa detil formula time loop juga digunakan dengan sangat baik oleh Anggy, yang gue percaya dia juga khatam dengan film-film time loop yang apik macam Groundhog Day (1993).


Film time loop itu selalu berbicara tentang hal yang sama; memaknai kembali rutinitas hidup. Hal spesifiknya bisa macam-macam, tetapi di Sabar Ini Ujian memilih fokus pada hal merelakan dan memaafkan. Dua hal yang cukup sering diangkat di berbagai literatur dan film, karena meski terlihat mudah tetapi pada prakteknya sangat sulit untuk dilakukan oleh kebanyakan orang.

Gue pun mengerti kenapa konsep time loop sangat cocok untuk mengisahkan tema tersebut, karena memang butuh proses panjang dan berulang untuk akhirnya dapat sampai pada pemikiran dan cara pandang seperti itu. Butuh jatuh bangun mengulangi kegiatan dan keseharian yang sama, rentetan konflik hingga berdamai dengan diri sendiri. 

Kalimat "aku stuck, aku mengalami hal yang sama setiap harinya" pun seakan bermakna filosofis dan jeritan derita yang paling dalam ketika membawa suatu luka. Sampai kemudian merasa tercerahkan, barulah esok hari benar-benar menjadi hari yang baru.






----------------------------------------------------------
review film sabar ini ujian
review sabar ini ujian
sabar ini ujian movie review
sabar ini ujian film review
resensi film sabar ini ujian
resensi sabar ini ujian
ulasan sabar ini ujian
ulasan film sabar ini ujian
sinopsis film sabar ini ujian
sinopsis sabar ini ujian
cerita sabar ini ujian
jalan cerita sabar ini ujian

Komentar