30 September 2015
0 kritik

The Martian

"Film sains-ilmiah yang ringan dan menyenangkan di tengah-tengah kisah yang epik"

Astronot Mark Watney diduga meninggal dalam badai besar di permukaan Mars dan ditinggal oleh teman-teman kru yang kembali ke bumi. Namun Mark selamat dan ia harus mencari cara untuk bertahap hidup. Sementara itu, NASA sedang mempersiapkan rencana untuk menyelamatkan Mark, dimana membutuhkan waktu berbulan-bulan. Maka dari itu, Mark harus menemukan cara untuk bercocok tanam di planet tandus, dan bertahan hidup sampai setidaknya misi penyelamatan tiba.

Sekali lagi, Matt Damon terdampar di planet tak berpenghuni. Meski kali ini Jessica Chastain ikut dalam penerbangan luar angkasa setelah berhasil memecahkan teori gravitasi, dan Benedict Wong selamat dari percobaan bunuh diri di Icarus dan memilih untuk melanjutkan karir di bumi. Anyway!


The Martian adalah film fiksi ilmiah yang sangat ringan dan menghibur. Total fun! Tampaknya Ridley Scott, the man who created Alien culture, belajar banyak dari Interstellar yang dikritik terlalu berat dan membosankan - khususnya bagi penonton secara umum. Segala macam hal sci-fi mulai dari botanical, astrodynamic, physics, sampai chemistry semua memang ada dan pasti akan memuaskan hasrat para sci-fi freaks diluar sana. Namun cerdasnya, Ridley Scott mengkomposisikan itu semua dengan sangat ringan lewat deretan lelucon, karakter Matt Watney yang menyenangkan, hingga komposisi lagu dance 80s.


Mungkin perkataan Matt Damon "I'm gonna have to science the shit out of this" di trailernya akan menancapkan image sci-fi dalam-dalam pada film ini. Apalagi penonton masih ingat benar bagaimana tingkat sains yang signifikan dalam dua film luar angkasa sebelumnya; Gravity dan Interstellar. Namun percayalah, dalam perlombaan film luar angkasa, The Martian jauh lebih ringan - dan menyenangkan - dibandingkan kedua film tersebut. Meski jalan ceritanya dapat diprediksi dan story arc-nya bukanlah hal baru, namun film ini menyajikan pengalaman sinematik yang brilian. Apalagi melihat bagaimana seorang astronot/botanist beraksi bagaikan melihat reinkarnasi Macgyver dalam pakaian luar angkasa.

Rasanya akan sulit untuk mengalahkan pengalaman berada di Mars yang digambarkan dalam The Martian. Setiap wide shot akan scenery berupan gurun dan bukit-bukit tandus berwarna merah sangat mencengangkan. Gabungan antara CGI dengan lokasi asli di sebuah gurun Yordania akan membuat anda craving for a bigger screen. Sebuah latar yang paradoks, antara keindahan tiada tara dengan berbahaya kondisi tak terduga dari planet merah tersebut.


Karakter Mark Watney sebagai satu-satunya manusia di planet Mars tersebut jelas sangat mencolok. Terutama dengan kepribadiannya yang tampak cukup mudah menemukan sisi lain - sisi lucu - dari tragedi yang sedang dialaminya. Jelas Matt Damon menjadi roda penggerak kisah yang disebut-sebut sebagai campuran antara Apollo 13 dan Cast Away ini. Karakternya sangat solid, baik di waktu ringan hingga momen-momen menegangkan. Belum lagi supporting cast yang juga nyaris sempurna. Mulai dari Jessica Chastain, Kate Mara, Jeff Daniels, Chiwetel Ejiofor, hingga Kristen Wiig yang ternyata mampu bermain diluar skema komedi.

Akhir kata, The Martian adalah film sains ilmiah yang sangat ringan dan dapat di akses oleh penonton seluas mungkin. Kabarnya film ini 90% setia pada novel aslinya karangan Andy Weir, dan naskahnya berisi 50% material dari NASA sebagai konsultan terhadap film ini. The Martian jelas akan banyak menambah pengetahuan anda terhadap berbagai bidang sains - dan bukan tidak mungkin menjadi romantisasi atau malah makin menyukai sains. Selain itu, film ini juga memberikan porsi lebih bagi organisasi diluar NASA yang ternyata sangat berperan penting bagi dunia penerbangan luar angkasa. Apalagi film ini rilis ditengah-tengah kabar bahwa NASA menemukan fakta bahwa ditemukannya air mengalir di Mars, yang tentunya akan menambah publisitas terhadap The Martian.



USA | 2015 | Action / Sci-Fi | 141 mins | Scope Aspect Ratio 2.39 : 1

Rating?
9 dari 10

Scene During Credits? Tidak

Scene After Credits? Tidak

Wajib 3D? Yes

Wajib 4DX? Yes

Wajib IMAX? YES!

Nominated for Best Motion Picture, Best Lead Actor, Best Adapted Screenplay, Best Production Design, Best Sound Mixing, Best Sound Editing, Best Visual Effects, Academy Awards, 2016.

Won for Best Motion Picture Comedy/Musical, Best Actor Comedy/Musical, Nominated for Best Director, Golden Globes, 2016.

Nominated for Best Lead Actor, Best Editing, Best Production Design, Best Sound, Best Visual Effects, Best Director, BAFTA Awards, 2016.

- sobekan tiket bioskop tanggal 30 September 2015 -

0 kritik:

Post a Comment

 
Toggle Footer
Top