23 May 2015
0 kritik

Tomorrowland

"Petualangan fiksi-ilmiah yang menyajikan hingar-bingar visual hingga makna yang menarik untuk direnungkan"

Pernahkah terpikir oleh anda, bahwa bad day terjadi karena anda sudah memikirkannya akan terjadi di pagi harinya? Pernahkah terpikir oleh anda, bahwa mungkin saja pikiran dan "intuisi" buruk yang anda dapatkan yang membuat pemikiran tersebut menjadi sebuah kenyataan? Atau lebih jauh lagi, jangan-jangan film-film bertema kiamat atau pemanasan global yang membuat manusia berpikir bahwa memang tidak ada hal lain yang dapat dilakukan untuk mencegah hal tersebut. Kurang lebih, rasanya hal ini yang hendak diangkat oleh penulis naskah Damon Lindelof dan sutradara Brad Bird dalam film terbaru mereka; Tomorrowland.

Casey Newton, seorang gadis remaja yang berbakat dan penuh dengan rasa penasaran, suatu hari menemukan sebuah pin yang dapat membawanya ke kota masa depan Tomorrowland. Berbagai misteri seputar pin dan kota masa depan tersebut membawanya bertemu dengan Frank Walker, seorang peneliti yang memiliki segala jawaban atas pertanyaan Casey - meski Frank tidak memiliki optimisme setinggi Casey. Mereka berdua pun harus bekerja sama dalam sebuah petualangan untuk mengungkap kota masa depan tersebut.



Ini adalah sebuah film yang berdasarkan salah satu segmen taman hiburan di Disneyland tentang kota masa depan, jadi jelas akan banyak efek visual CGI yang luar biasa dan menakjubkan. Belum lagi bagaimana Brad Bird menggambarkan kota masa depan Tomorrowland dengan imajinasinya yang liar dan leave-your-brain-behind-and-just-enjoy-it. Belum lagi dengan deretan adegan aksi dan alat-alat masa depan yang canggih, yang jelas menghibur mata dan telinga.

Tidak hanya menyajikan hiburan mata dan telinga, film untuk anak-anak ini juga menyajikan makna yang patut dipahami dan dipelajari. Di simplifikasi dalam perumpamaan "don't feed the wrong wolf", film ini jelas ingin mengatakan bahwa self-fulfilling prophecy memiliki dampak signifikan dalam hidup kita semua. Kontrol pikiran menjadi sangat penting dalam menerima segala macam informasi, terutama informasi buruk. Ketika pesimisme akan perlahan membunuh, maka optimisme akan memacu untuk menemukan jalan keluar dari permasalahan tersebut. Dua hal ini juga direpresentasikan dengan sangat jelas oleh dua karakter utama kita; Casey dan Frank. 


Secara keseluruhan, Tomorrowland jelas adalah sebuah feel-good-movie yang diberkahi dengan efek visual yang keren dan deretan adegan aksi yang menegangkan. Sebuah film yang tidak hanya bergantung pada ketenaran aktor-aktris dan hingar-bingar audio visual, tetapi juga menyertakan sebuah makna hidup yang tidak banyak digali oleh film-film kebanyakan. Sebuah kisah orisinil yang menggambarkan kita bagaimana seorang optimis dan pesimis akan bertindak, demi mencapai Tomorrowland masing-masing.


USA | 2015 | Action / Adventure / Sci-Fi | 130 mins | Aspect Ratio 2.20 : 1
Rating?
8 dari 10

- sobekan tiket bioskop tanggal 23 Mei 2015 -

0 kritik:

Post a Comment

 
Toggle Footer
Top