20 May 2015
0 kritik

San Andreas

"Film bencana gempa bumi yang informatif, dan tidak lebih dari itu"

Ray, seorang pilot helikopter penyelamat harus berjuang menyelamatkan putrinya dari gempa bumi besar yang melanda kota Los Angeles dan California yang berada di atas patahan San Andreas. Konon, film ini membawa fakta yang nyata mengenai potensi gempa bumi besar di patahan San Andreas. Berbagai bencana yang digambarkan dalam film ini pun - termasuk tsunami - juga diprediksikan akan nyata terjadi oleh ahli seismologi yang menjadi konsultan film ini. Namun sayang, hal positif ini tidak didukung dengan baik oleh jalan cerita film ini.

Dari segi jalan ceritanya sendiri saja cukup lemah untuk menjadi bahan dasar dalam film ini. Seorang pilot penyelamat, tetapi memakai helikopter untuk kepentingan pribadi; menyelamatkan istri dan anaknya. Jelas ini adalah sebuah plot cerita yang cukup lemah, hingga di-bully di media sosial tentang  seorang first responder yang egois. Soal ini, kisah latar belakang dari pilot ini sengaja ditampilkan dengan proporsi yang cukup besar, demi memperkuat motivasi dari jagoan utama kita. Meski jagoan kita ini dapat menjadi role model yang tepat untuk seorang ayah, tetapi tetap bukan role model yang benar untuk sosok first responder.



Film tentang bencana alam tentu saja akan sangat bergantung pada efek visual yang ada. Yang sayang seribu sayang, efek visual dalam film ini justru kurang realistis. Tapi secara keseluruhan, setiap bencana gempa bumi dan tsunami yang ada cukup meningkatkan ketegangan - walau tidak maksimal. Setidaknya, San Andreas memberikan visual efek yang luar biasa lewat Alexandra Daddario yang besar...hatinya dalam menunggu orang tuanya menyelamatkan dia. Si aktris cantik bermata biru ini jelas yang memberikan satu-satunya hiburan bagi para kaum pria, lewat paras cantiknya yang tetap mulus dan bersih walau telah melewati berbagai runtuhan gedung.


Akhir kata, San Andreas adalah sebuah film informatif mengenai teori geologi mengenai patahan San Andreas yang sewaktu-waktu dapat bergerak. Hal ini, ditambah dengan kehadiran Alexandra Daddario, jelas menjadi hal yang positif dalam film ini. Tetapi diluar itu, rasanya tidak perlu berharap banyak dengan film ini, apalagi yang membandingkannya dengan film bencana lain; 2012 (2009).


USA | 2015 | Action / Disaster | 114 mins | Aspect Ratio Scope 2.35 : 1

Rating?
6 dari 10

- sobekan tiket bioskop tanggal 20 Mei 2015 -

0 kritik:

Post a Comment

 
Toggle Footer
Top