09 April 2015
One kritik

The Cobbler

"Premis unik dan menarik tentang tukang sepatu yang dapat menjadi orang lain dengan memakai sepatu mereka"

Max Simkins adalah seorang tukang reparasi sepatu yang telah turun temurun dari jaman kakek buyutnya. Tidak puas dengan hidupnya yang membosankan, ia menemukan sebuah alat warisan keluarganya yang dapat membuatnya menjadi orang lain ketika menggunakan sepatu mereka. Petualangan Max Simkins pun dimulai, dan ia merasakan perspektif yang berbeda ketika menjalani kehidupan orang lain. Hingga akhirnya ia harus memutuskan harus berbuat baik atau buruk dengan kemampuannya sekarang. 

Kisah dalam The Cobbler mungkin adalah sebuah visualisasi yang nyata (dan gila) dari peribahasa tenar "walking with another man's shoes". Dengan premis yang sederhana, ternyata film ini tampil diluar ekspektasi dengan membawa sederet makna yang cukup dalam. Selain itu, akhirnya Adam Sandler berani keluar dari zona nyamannya untuk berperan dalam film yang agak serius ini - meski masih membawa sedikit karakter lugu dan konyolnya.



The Cobbler memang unggul di premis unik dan orisinil yang dibawanya. Jelas bahwa jalan cerita yang menjadi magnet bagi film ini, dan akan membuat penonton bertahan hingga akhir. Jalan cerita yang sulit untuk diprediksi, bahkan tak terduga dengan kekerasan grafis yang muncul di tengah film. Namun sayanh, premis unik yang dibawa kurang dapat dieksekusi dengan baik dalam alur cerita yang baik. Hal ini terlihat dari klimaks hingga resolusi konflik yang terlihat tanggung. Bahkan twist di akhir film tidak terasa sebagai twist yang kuat.


Secara keseluruhan, The Cobbler hadir dengan kisah yang segar dan menghibur. Pesannya jelas, bahkan memiliki kekuatan super dan menggunakannya untuk hal buruk, pasti akan membawa dampak buruk pula. Diselingi dengan lelucon yang kocak dan scoring khas Eropa Timur membuat film ini cukup nyaman untuk dinikmati. 



USA | 2014 | Drama / Fantasy | 99 mins | Scope Aspect Ratio 2.35 : 1

Rating?
7 dari 10

- sobekan tiket bioskop tanggal 9 April 2014-

1 kritik:

  1. Premisnya bener bener implementasi dari ungkapan 'Stepping into other people's shoes'. Sepertinya lumayan menarik untuk ditonton. nggak berani baca sampe bawah takut spoiler :D.

    ReplyDelete

 
Toggle Footer
Top