22 April 2015
One kritik

Avengers: Age of Ultron

"Sekuel yang sangat menghibur mata dan telinga, dan efektif dalam menceritakan semua karakternya"

Ketika Tony Stark mencoba program perdamaian dunia ciptaannya, keadaan berubah tidak sesuai dengan rencana. Tongkat Loki jatuh ke tangan yang salah, dan Ultron pun lahir tidak hanya untuk menghabisi Avengers, tetapi juga untuk menghancurkan dunia. Captain America, Iron Man, The Incredible Hulk, Black Widow, Thor, dan Hawkeye sekali lagi harus berkumpul dan menghadapi ujian terberat mereka.

Avengers: Age of Ultron adalah film ke-11, yang termasuk dalam Phase Two dari rangkaian program besar Marvel Cinematic Universe. Fase kedua ini dibuka dengan Iron Man 3 (2013), Thor: The Dark World (2013), Captain America: The Winter Soldier (2014), Guardian of the Galaxy (2014), Avengers: Age of Ultron (2015), dan akan ditutup oleh Ant Man yang akan rilis tahun ini. Tiga tahun penantian sejak peristiwa New York dalam The Avengers (2012) terjawab dengan brilian dan sangat memuaskan lewat Age of Ultron ini.



Joss Whedon memang memiliki sebuah tugas yang sangat sulit; menyatukan enam pahlawan super favorit kita ke dalam satu film berdurasi 2 jam 22 menit. Namun Whedon mengeksekusinya dengan cukup efektif, serta banyak menjawab masukan dan kekecewaan fans dari sekuel pertamanya. Ada banyak karakter baru yang diperkenalkan dalam film ini, namun tidak terlihat penuh sesak. Masing-masing karakter mendapat porsinya masing-masing, dan masih cukup nyaman untuk ditonton. 

Ultron si penjahat utama kita, tampil nyaris sempurna, apalagi dengan voice acting James Spader yang sangat intimidatif. Konon, James Spader menggunakan suaranya apa adanya. Ditambah dengan kehadiran si kembar Quicksilver dan Scarlet Witch yang pasti akan menarik hati banyak penonton dengan karakteristik mereka. Ke-6 Avengers asli ini pun lebih sering berkumpul bersama, dan interaksi diantara mereka menjadi semakin menarik. Masing-masing memang memiliki permasalahan pribadi yang diangkat dalam film ini, tetapi segala hal tersebut seakan menjadi kombinasi yang cocok jika disandingkan dengan karakter lain.


Adegan aksinya luar biasa. Jangan terlambat masuk bioskop, atau anda akan melewatkan 10 menit opening scene yang berisi adegan aksi yang sangat dramatis. Adegan continuous shot yang berganti-ganti menyorot setiap Avengers dalam bertarung sesuai keahlian masing-masing sangat brilian. Dan ya, adegan aksi di titik klimaks jelas akan membuat anda sedikit menahan nafas. Rasanya memang sudah jelas, untuk dapat menikmati film-film Marvel dengan maksimal, harus ditonton di sebuah bioskop dengan tata suara terbaik dan layar selebar mungkin.

Di segi cerita, gue sendiri cukup menikmati kisah dan alur yang disampaikan. Bisa dibilang, gue cukup terhisap dalam petualangan para jagoan kita ke beberapa tempat di dunia demi menemukan cara untuk mengalahkan Ultron. Beruntung, gue cukup menutup diri dari berbagai trailer atau artikel yang membahas soal Age of Ultron, jadi beberapa kejutan kecil di tengah ataupun akhir film cukup efektif bagi gue. Selain itu, Joss Whedon juga memberikan hati pada para pahlawan super ini, meski menghadapi musuh mematikan, tetapi  mereka tetap memprioritaskan untuk menyelamatkan para warga. Suatu hal yang (mungkin) dilupakan oleh para Autobots atau si Man of Steel sekalipun. 


Akhir kata, Age of Ultron sangat memenuhi tujuannya sebagai hiburan bagi mata dan telinga. Mulai dari reuni penampilan aktor-aktor kesayangan kita, adegan aksi yang bombastis, jalan cerita yang menarik, kehadiran karakter baru, hingga berbagai lelucon segar yang dilemparkan sepanjang film. Ini yang gue suka dari Marvel Studios, mereka tidak lupa bahwa mereka adalah industri hiburan untuk semua umur. Jadi para Avengers ini tidak ditampilkan serius melulu, melainkan ada beberapa adegan ringan menghibur yang akan mengundang geli dan tawa bagi penonton. Konon, ini adalah film terakhir dimana enam pahlawan super kita ini berkumpul sebagai Avengers, karena di Avengers: Infinity War Part 1 dan Part 2, sudah ada tim Avengers lain dengan beberapa karakter baru yang akan siap bertarung.



USA | 2015 | Action / Superheroes | 142 mins | Scope Aspect Ratio 2.35 : 1

Rating?
8 dari 10

Scene During Credits? YA!

Scene After Credtis? Tidak

Wajib 3D? Relatif (tidak di-shooting dengan konsep 3D, dan tidak ada adegan potensial untuk pop-out dan depth)

Wajib IMAX? YA! (meski tidak di-shooting dengan kamera IMAX, tetapi akan sangat maksimal menikmati setiap adegan aksi dengan layar yang lebar)

Wajib 4DX? Ya

- sobekan tiket bioskop tanggal 22 April 2015 -

1 kritik:

  1. Bravo, Joss Whedon! Bravo! Untung aja pas nonton ini ekspektasi udah diturunin, jadinya tetep bisa terpuaskan pas nonton filmnya. Soalnya beberapa temen yang kemakan ekspektasi, mereka malah kurang puas. Ckckck..

    Apapun penilaian buat film ini yang penting >> HULK SMASH!

    ReplyDelete

 
Toggle Footer
Top