10 April 2015
0 kritik

Fast & Furious 7

"Sekuel ketujuh yang sukses menjual deretan adegan aksi yang menegangkan"

Brian melanjutkan hidup dengan membangun keluarganya, meski selalu merindukan setiap aksi yang mereka lakukan dulu bersama Dom. Namun masa lalu mengejar mereka. Deckard Shaw datang ingin menuntut balas atas kematian adiknya sejak peristiwa di London. Dengan Hobbs yang terluka parah, Dom dan Brian sekali lagi mengumpulkan timnya dan mengejar Deckard.

Franchise Fast & Furious jelas mengalami kelahiran kembali, terutama di Indonesia sejak Joe Taslim hadir di sekuel yang ke-6. Kemudian bagaikan blessing in disguise, kematian Paul Walker karena kecelakaan semakin mendongkrak popularitas sekuelnya yang ke-7. Sebagai film terakhir, bahkan Paul Walker hanya menyelesaikan separuh film, jelas tidak menurunkan standar kualitas film ini.


Sekuel ke-7 ini tidak hanya menandai film terakhir dari almarhum Paul Walker, tetapi juga sebagai film non-horor pertama bagi sutradara berbakat asal Malaysia, James Wan. Jika anda memperhatikan setiap adegan aksi atau perkelahian, anda akan menyadari betapa kuatnya pengaruh James Wan terhadap tata sinematografi yang ada. Kamera yang berputar-putar mengikuti aktor yang sedang berkelahi, atau pergerakan kamera yang liar mengikuti mobil-mobil yang melaju kencang.


Namun seperti sekuel-sekuel sebelumnya, Fast & Furious 7 memanjakan mata dan telinga lewat deretan adegan aksi yang intens. Praktis hanya itu jualannya, dan sekuel ini sangat berhasil. Franchise ini telah berevolusi dengan baik, dari sekedar balap-balapan mobil, hingga perkelahian tangan satu lawan satu antara aktor laga terkenal. Bisa dibilang, Fast & Furious 7 adalah the real Expendables, dengan jalan cerita yang jauh lebih cerdas ketimbang serial The Expendables.

Berhubung jualan film ini adalah adegan aksi yang akan membuat mulut anda menganga, maka lupakanlah logika jalan cerita yang ada. Yes, Dom dan kawan-kawannya memang ingin mencari Deckard Shaw yang dicap sebagai hantu karena kemampuannya menyembunyikan diri. Dalam pencariannya, mereka harus kesana kemari mencari alat canggih yang dapat menemukan siapa saja di bumi ini.


Namun mereka begitu fokus pada instrumen yang ada, walaupun di setiap perjalanan, Deckard selalu dapat menemukan mereka dan hendak membunuh mereka. Lalu mengapa mereka begitu keukeuh menemukan alat canggih tersebut? Kenapa tidak sekalian saja membunuh Deckard di tengah jalan? Ah kalau begitu, nanti durasi 137 menit tidak akan terpenuhi, dan adegan aksi mobil melompati gedung yang menjadi jualan utama itu tidak akan terlaksana.

Jadi, memang Fast & Furious 7 adalah hiburan mata dan telinga. Menontonnya di layar selebar mungkin, dengan tata suara sebagus mungkin adalah suatu keharusan yang utama. Menonton di auditorium 4DX pun akan menjadi total mengingat banyak adegan balapan mobil yang akan terasa mengasyikkan jika ditonton diatas kursi yang bisa bergoyang dan bergetar mengikuti adegan.



USA | 2015 | Action | 137 mins | Scope Aspect Ratio 2.35 : 1

Rating?
7 dari 10

- sobekan tiket bioskop tanggal 10 April 2015 -

0 kritik:

Post a Comment

 
Toggle Footer
Top